Ikatan Cinta Masa Kecil

Ikatan Cinta Masa Kecil
Mengembalikan Fanny


__ADS_3

Hari sudah malam,keluarga aisha juga sudah pulang. Aisha sedang menidurkan Baby Sid,sedangkan deva sedang kebingungan.


"Aisha" panggil deva dengan suara kencang.


"Ssttt! apa kau tidak bisa pelan-pelan? Sid baru tidur!" ucap aisha dengan wajah marah.


"Maaf,maaf!" ucap deva sambil mencium pipi aisha.


"Kau ini! ada apa?" tanya aisha dengan mulut yg sudah cemberut.


"Kau merasa ada yg aneh dan mengganjal tidak? di rumah ini sepertinya aku melupakan sesuatu!" kata deva dengan raut wajah tampak berfikir keras.


"Ya tuhan! suamiku,dimana fanny?" tanya aisha setengah berteriak.


"Ah ya ampun! kau benar dimana anak itu? seharian ini aku tidak melihatnya sama sekali,atau kita yg terlalu sibuk memperhatikan sid sampai mengacuhkannya?" ujar deva dengan wajah merasa bersalah.


"Kalau begitu cepat cari fanny!" perintah aisha. Tanpa menjawab deva segera pergi mencari fanny ke kamarnya.


Deva sampai di kamarnya lalu melihat fanny sedang termenung duduk di atas tempat tidurnya.


Deva pun mulai merasa bersalah dan menghampirinya lalu duduk di sisi fanny dan menggendongnya lalu mendudukkan fanny di pangkuannya.


Fanny pun menangis tersedu-sedu sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan mungilnya.


"Fanny,ayah minta maaf. Seharian ini fanny darimana?" tanya deva sambil membelai rambut fanny.


"Huuuu... ayah jahat! hiks..hiks!" seru fanny sambil memeluk deva.


"Maafkan ayah fanny,Fanny jangan menangis lagi. Fanny sudah melihat adik bayi? jika belum ayo kita lihat dia sekarang?!" ajak deva membujuk fanny.


"Beyum yah" jawab fanny


"Ayo kita lihat!" ajak deva lagi.


"Ayo" ucap fanny lalu turun dari pangkuan ayahnya dan berjalan lebih dulu kekamar aisha.


Sesampainya di depan kamar aisha fanny segera masuk dan berjalan menghampiri aisha yg masih menggendong Baby Sid di pangkuannya.


"Una.. Una!" panggil fanny sambil naik ke atas ranjang dan duduk di sebelah aisha.


"Ya,fanny darimana seharian ini?" tanya aisha penasaran.


"Fanny main dengan nek acih" jawab fanny."Una,ini adik bayi?" tanya fanny sambil mencolek pipi Baby Sid.


"Ya ini adik bayi" balas aisha.


"Fanny kemari!" panggil deva tiba-tiba yg baru masuk ke kamar.

__ADS_1


"Apa yah?" tanya fanny sambil berjalan menuju deva.


"Ayah ingin bicara denganmu dan Bunda juga" kata deva dengan wajah lesu.


"Fanny,apa fanny ingin pulang ?" tanya deva membuat aisha bingung.


"Ya,fanny au ulang ke lumah nenek dan akek" jawab fanny.


"Tunggu,maksudmu apa?" tanya aisha yg tak mengerti kenapa deva menanyakan hal itu pada fanny. "Bukankah fanny sudah menjadi anak kita? Lalu mengapa sekarang kau berbicara seperti itu?" Tanya aisha sambil turun dari tempat tidur dengan menggendong Baby Sid.


"Kau boleh bertanya nanti,Aisha! Saat ini aku tidak bisa menjawab pertanyaanmu" kata deva.


"Baiklah" angguk aisha.


"Ayo,kita turun ke bawah! Tidurkan sid dulu dan suruh bi asih menjaganya. Ada yg ingin bertemu kita" ucap deva.


"Iya" jawab aisha. Aisha pun menidurkan Baby sid dan bergegas memanggil bi asih untuk menjaga sid.


Tak lama aisha kembali dengan bi asih.


"Ayo!" ajak deva dengan wajah lesu.


Flashback


Deva baru baru keluar dari kamar fanny,sedangkan fanny sudah lebih dulu berlari ke kamar aisha. Tiba-tiba bel berbunyi,deva awalnya membiarkannya karena pasti bi asih akan membukakannya. Akan tetapi setelah bel berbunyi 3x tidak ada yg membukakan pintu.


Deva pun turun dan membuka pintu. Dibalik pintu itu ternyata reihan yg datang membawa sepasang suami istri yg sudah tua dan seorang wanita yg masih muda.


"masuklah dulu,kita berbicara dia dalam" ucap deva sambil mempersilahkan reihan dan ketiga orang yg tak dikenali deva itu masuk.


Merekapun masuk ke ruang tamu lalu duduk di sofa.


"Siapa kalian ini?" tanya deva menyelidik.


"Aku ibunya fanny,ibu kandungnya" jawab wanita yg masih muda itu dengan wajah sendu.


"Dan kami adalah nenek dan kakeknya fanny" sahut seorang wanita tua itu.


"Apa?" pekik deva terkejut. "Bukankah-?.." Sebelum deva menyelesaikan kata-katanya wanita yg masih muda itu memotong kata-katanya.


"Bukankah ibunya fanny dan keluarganya sudah tiada? begitu kan tuan?" tanya ibunya fanny.


"Tidak tuan,kami tidak tiada" timpal kakek itu.


"Lalu kemana kalian selama ini? "tanya deva penasaran dan hampir tak percaya.


"Tuan,ini semua permainan william. Dia mengusir kami dan membuat kami terlantar di jalanan. Bahkan fanny diambilnya dan dibawa ke jakarta" kata orang yg mengaku sebagai ibunya fanny itu sambil menangis tersedu-sedu."Selama 1 tahun ini kami terus mencari keberadaan fanny di jakarta,akan tetapi kami tidak bisa menemukannya. Lalu saat kau masuk ke Mall aku melihatmu menggendong fanny. Saat itu aku mengejarmu akan tetapi aku kehilangan jejakmu hingga aku beberapa bulan ini terus mencarimu. Sampai suatu hari aku bertemu dengan pak Reihan yg sedang mencari tahu tentang keluarganya william yg tidak pernah mencari fanny. Saat itulah aku bertanya padanya tentang fanny,ternyata sungguh sangat kebetulan bahwa pak reihan adalah Asisten pribadimu." jelas ibunya fanny itu.

__ADS_1


Deva pun melirik reihan dan reihan pun mengangguk.


"Lalu bagaimana rencana kalian tentang fanny?" tanya deva.


"Aku mohon aku ingin bertemu putriku,aku sangat merindukannya. Kembalikanlah fanny padaku?" pinta ibunya fanny sambil berlutut di kaki deva.


"Berdirilah,nona!" perintah deva.


Ibunya fanny pun berdiri.


"Aku akan memanggil fanny,tunggulah disini!" perintah deva sambil segera berlalu ke atas untuk memanggil Fanny.


Flashback End


Deva turun bersama fanny dan Aisha. Sesampainya di bawah aisha tercengang melihat 3 orang yg tak dikenalinya sedang duduk di sofa sambil saling merangkul dan mengucap syukur.


"Fanny,lihat apa kau mengenalinya?" tanya deva sambil menunjuk ketiga orang yg sedang duduk itu.


"Akek,Nenek,mamaaa..... huuuu hiks..hiks" fanny berlari menghampiri wanita muda itu lalu memeluknya.


Aisha melirik deva dan dirangkul deva sambil berjalan menuju sofa.


"Ayo duduk aisha" ucap deva sambil menarik tangan aisha untuk duduk.


"Suami mereka ini?" tanya aisha sambil menatap deva.


"Ya kau tahu,mereka keluarga fanny. Itu ibunya,neneknya,dan kakeknya" jelas deva sambil menunjuk ketiganya.


"Apa?" tanya aisha tak percaya.


"Ya aisha" angguk deva.


"Nona,terima kasih banyak kau sudah mengurus fanny. Tuan,terima kasih kau sudah mengambil putriku dari pria biadab itu" ucap ibunya fanny sambil kembali berlutut di hadapan deva dan aisha.


"Tidak,bangunlah. jangan seperti itu!" perintah aisha sambil membangunkan ibunya fanny yg masih berlutut di hadapan kaki aisha dan deva.


"iya nona. Aku mengucapkan terima kasih yg sebesar-besarnya pada kalian. Jika tak ada kalian mungkin putriku entah seperti apa nasibnya. Setelah william kalian habisi mungkin saja fanny akan terlantar karena orang tuanya sangat membenci aku dan fanny." jelas wanita itu.


"Kami hanya kasihan pada fanny,karena william bilang ibunya fanny sudah tiada"balas deva.


"Baiklah tuan,jika begitu apa kami boleh membawa fanny bersama kami lagi? kami berjanji akan membayar biaya yg sudah kalian keluarkan untuk fanny!" ucap ibunya fanny membuat deva dan aisha saling melirik. Aisha pun mengangguk.


"Kau boleh membawanya,karena dia adalah anak kalian. Aku tidak berhak atas fanny. Kami bukan siapa-siapanya fanny. Dan soal biaya,tidak perlu menggantinya,jagalah fanny baik-baik." ucap deva berusaha merelakan fanny kembali ke keluarganya.


Setelah barang-barang fanny di kemas. Bi asih pun memberikannya pada keluarga fanny. Fanny berpamitan pada deva dan aisha.


Suasana berujung haru karena aisha dan deva sudah menyayangi fanny seperti anaknya sendiri,akan tetapi mau tidak mau fanny harus kembali pada keluarganya sendiri.

__ADS_1


Deva menyuruh supirnya untuk mengantarkan fanny dan keluarganya pulang ke kampung halamannya.


Selamat Membaca!!!


__ADS_2