
Deva mulai kembali mencari aisha,deva berjanji dan bertekad tidak akan berhenti sampai ia benar-benar menemukan aisha dan membawa aisha kembali ke rumahnya.
Sebelum kembali mencari aisha deva akan menelepon aisha terlebih dahulu,deva berharap kali ini aisha mengaktifkan ponselnya.
Tapi hasilnya sama sekali nihil,berkali-kali deva menelepon aisha tetap saja ponsel aisha masih tidak aktif. Deva mulai khawatir akan keberadaan aisha lalu iapun memutuskan untuk segera pergi mencari aisha.
"Aku pasti akan menemukanmu! aku tau kamu tidak akan pergi sangat jauh dariku aisha!" ucap deva dengan tekad yg sangat tinggi.
Deva segera melajukan mobilnya dan mulai menyusuri setiap jalan untuk mencari keberadaan aisha. Hingga di tengah jalan dekat sebuah apartemen tiba-tiba ia melihat wanita yg tak asing baginya menyebarang jalan memasuki sebuah minimarket. Wanita itu sedang hamil,Siapa lagi jika bukan aisha istrinya sendiri? Deva merasa tak percaya dengan penglihatannya. Deva pun memarkirkan mobilnya di parkira apartemen itu dan turun dari mobil.
"Aku pasti tidak salah lihat! aku yakin itu adalah aisha!" ucap deva merasa sangat yakin,kemudian deva mulai menyebrangi jalanan dan menuju minimarket yg tadi dimasuki oleh seorang perempuan yg deva yakini adalah aisha.
Deva memasuki minimarket itu lalu mulai mengelilingi minimarket itu mencari aisha tapi ternyata deva sama sekali tidak menemukannya.
"Mungkin aku salah melihat" gumam deva lalu berjalan dan mengambil sebotol air mineral dan air soda setelah itu membayarnya ke kasir dan keluar dari minimarket itu.
Deva sudah kembali duduk di dalam mobilnya sambil meneguk air soda yg tadi di belinya di dalam minimarket itu.
Deva mulai kembali menatap lurus keluar menerawang mungkin saja sosok itu memang benar-benar ada dan akan segera kembali.
Deva menunggu sekitar 15 menit disana sampai tiba-tiba ia melihat sosok aisha kembali,kali ini memasuki apartemen itu. Deva pun bergegas turun dari mobil dan berlari secepat mungkin mengejar wanita itu.
Sesampainya di dalam apartemen deva kembali kecewa karena sosok yg dicarinya tidak ada. Kemudian deva berniat bertanya pada para pekerja apartemen itu.
"Permisi nona,apa wanita ini tinggal di salah satu apartemen ini?" tanya deva pada seorang pekerja wanita yg sedang duduk di meja pojok sambil memperlihatkan foto aisha di ponselnya.
"Oh dia, namanya aisha satiya hasan" ucap pekerja itu"Dia pemilik salah satu apartemen disini" lanjut penjaga itu membuat deva sangat senang karena usahanya tidak sia-sia memasuki apartemen itu.
"Katakan dia tinggal di lantai berapa?" tanya deva kembali.
Pelayan itupun mengerutkan keningnya dan mencoba mencari tahu siapa deva sebenarnya.
"Maaf pak,sebelum saya menjawab pertanyaan anda tolong katakan siapa anda ? apa anda keluarga atau kerabat nona aisha?" tanya pekerja itu menyelidik.
"Aku suaminya!" ketus deva.
Pekerja itupun terkejut dan membelalakkan matanya melihat deva.
"Ja..jadi anda pak deva? maaf pak saya tidak tahu" ucap pelayan itu gelagapan.
"Ya! cepat katakan di lantai berapa apartemen aisha?!" tanya deva dengaj nada ketus.
__ADS_1
"em..a..anu pak di lantai 12" jawab pekerja itu sambil ketakutan.
Tanpa berlama-lama deva pun segera menuju lift dan masuk kedalamnya lalu memencet tombol angka 12.
Sesampainya disana deva segera membuka pintu apartemen aisha tanpa mengetuknya terlebih dahulu,lalu memasuki kamar aisha, Dan benar saja didalamnya terdapat sosok yg dicarinya sedang berbicara dengan seorang wanita paruh baya.
"Aisha" panggil deva membuat aisha menoleh dan terkejut.
"Su..suamiku?" ucap aisha sambil masih terkejut.
Deva pun berjalan dengan langkah gontai menuju aisha lalu setelah dekat deva mulai menangis dan membelai pipi aisha.
"Disini kau rupanya,hah?!" ucap deva berurai air mata.
Aisha ikut menangis melihat deva menangis seperti itu.
"Darimana kau tahu tempat ini?" tanya aisha
"Kau tidak perlu tahu! tega sekali kau bersembunyi dariku! dasar istri menyebalkan! istri paling jahat sedunia!" ucap deva merutuki aisha.
"Hei! kau yg jahat! kau mengacuhkanku karena wanita licik itu!" ketus aisha.
"Maafkan aku sayang" ucap deva sambil memeluk aisha dengan sangat erat hingga aisha susah bernafas.
"emm.. maaf,semua ini karena aku sangat merindukanmu! dan aku menyesal telah menyakitimu dan mengacuhkanmu" ucap deva sambil tertunduk.
Deva pun bersujud dihadapan aisha membuat aisha sangat terkejut.
"Aisha,aku mohon hari ini pulanglah bersamaku ke rumah kita! aku tidak bisa jauh darimu dan hidup tanpamu" ucap deva sambil masih bersujud di hadapan aisha.
"Hei apa yg kau lakukan?! cepat bangunlah!" perintah aisha.
Deva pun bangun lalu berdiri.
"Aku tidak ingin pulang! jika wanita licik itu masih ada di rumahmu,aku tidak akan pernah pulang! camkan itu baik-baik!" tegas aisha.
"Besok reihan akan mengantarnya ke rumah orang tuanya,jadi hari ini kau pulanglah bersamaku sekarang juga" pinta deva dengan wajah memelas.
"Tidak!" ketus aisha.
"Kenapa tidak lagi? bukankah jelas-jelas aku sudah bilang jika susan besok akan kembali ke rumah orang tua kandungnya? lalu sekarang apa lagi masalah diantara kita istriku?" tanya deva bingung.
__ADS_1
"Masalahnya aku masih ingin tinggal dan tidur disini! aku rindu tempat ini" jawab aisha dengan wajah datar.
"Baiklah jika begitu,aku juga akan tinggal disini bersamamu sampai besok kita kembali" ucap deva mulai santai.
"Tidak boleh! kau pergilah pulang ke rumahmu! aku dan bayiku ingin disini sendiri! Bayinya muak melihat wajah ayahnya yg kejam itu" ucap aisha membuat deva terkejut.
"Apa? mana mungkin bayinya tidak suka melihat wajah ayahnya?" tanya deva tak percaya.
Pelayan aisha yg sejak tadi berdiri di dekat ranjang sambil melihat dan mendengar perdebatan suami istri itupun mulai merasa risih dan memutuskan untuk pamit pulang saja.
"Tentu saja karena ayahnya sudah mengacuhkan bundanya!" ketus aisha.
"Nona,tuan,maaf saya pamit pulang dulu! jika ada apa-apa nona bisa hubungi saja" pamit pelayan itu lalu segera pergi tanpa menunggu jawaban aisha.
"iya maafkan aku,aku mengaku bersalah" ucap deva kembali tertunduk. "Tapi aku boleh kan tinggal disini bersamamu sampai besok?" tanya deva kembali membuat aisha memutar bola matanya malas.
"Terserah" jawab aisha dengan wajah datar dan cuek
"Yes!" seru deva.
"Tapi kau tidur di lantai saja" perintah aisha sambil berlalu memasuki dapur dan meninggalkan deva dikamarnya.
"Baiklah" ucap deva lesu.
Deva mengikuti aisha ke dapur dan memperhatikan aisha yg sedang mulai memasak.
"Aisha" panggil deva.
"Apa?" tanya aisha tanpa menoleh sedikitpun pada deva dan masih fokus dengan masakannya.
"sayang!" panggil deva kembali.
"Apa? kau mau apa lelaki konyol!" jawab aisha dengan ledekan.
"kau ini!mengapa seperti itu pada suamimu sendiri?!" ketus deva.
"Kau tidak lihat aku sedang memasak? jadi diamlah" perintah aisha.
Tak lama aisha pun selesai memasak dan menyajikan masakannya lalu segera memakannya. Tentunya makan berdua bersama deva.
**Mohon maaf author cuma bisa up 1 episode kali ini dikarenakan ada kesibukan...
__ADS_1
Selamat membaca**