
Hari dan bulan berlalu begitu cepat tak terasa kini kehamilan aisha sudah menginjak 5 bulan,perutnya sudah terlihat besar. Begitu juga dengan susan kehamilannya sudah menginjak usia 8 bulan.
Sudah 4 bulan juga deva mencari orang tua kandung susan tapi hasilnya masih nihil dan ia masih belum bisa menemukan orang tua kandung susan. Bukan karena tidak mengetahui orangnya akan tetapi orang tua susan terakhir kali sudah pindah dari jakarta entah kemana.
Setiap hari deva selalu memperhatikan susan dengan sangat baik,hal itu kian membuat aisha selalu cemburu karena deva menjadi kurang memperhatikannya. Tak jarang deva dan aisha menjadi bertengkar karena hal itu. Deva merasa aisha cemburu berlebihan dan aisha merasa deva terlalu berlebihan memberikan perhatian pada susan.
"Apa maumu aisha?!" bentak deva pada aisha di kamarnya.
"Kau berlebihan! kau sangat perhatian padanya,tapi pada istrimu sendiri kau selalu memberi ribuan alasan untuk mewujudkan permintaannya!" jawab aisha dengan nada tinggi yg membuat deva semakin emosi.
"Aishaa!!!" teriak deva sambil melayangkan tangannya untuk menampar aisha tapi deva menghentikannya karena sadar apa yg akan di lakukannya.
"Apa? kau mau menamparku? hah! tampar saja!" ucap aisha dengan berteriak "Lihat! bahkan kau berani membentak dan menamparku hanya demi dia!" ucap aisha sambil menangis.
Deva pun gemetar dan menyesali apa yg telah dilakukannya saat ini tapi kasih sayangnya pada susan membuatnya menjadi egois dan terus membela susan.
"Aisha,maaf!" ucap deva mulai melemah"Aku tau kau cemburu tapi aku dan susan itu hanya sebagai adik kakak,kau tahu itu dari dulu bukan?" bujuk deva lembut.
"Adik kakak? iya adik kakak angkat! dulu aku tidak masalah karena kalian saudara kandung! tapi sekarang kalian sudah tahu bahwa kalian ini tidak punya hubungan darah! kau memperhatikannya bahkan sampai kau membelanya mati-matian tapi kau akan menyakiti dan menampar istrimu yg jelas-jelas sedang mengandung anakmu begitu?" Ujar aisha dengan nada yg tinggi.
"Sudah berapa kali aku harus mengatakannya aisha! aku hanya ingin menjalankan wasiat mama dengan menemukan orang tua susan!" ucap deva mulai emosi kembali.
"Terserah kau saja!" teriak aisha lalu mulai berjalan mengambil koper di sebelah lemari dan membawanya lalu meletakannya di atas tempat tidur dan membukanya. Aisha kemudian berjalan menghampiri lemari lalu membukanya dan mengambil semua baju-bajunya lalu membawanya dan memasukkannya kedalam koper berukuran sedang itu.
Deva yg melihatnya merasa semakin emosi. Ia pun menarik tangan aisha hingga mereka dalam posisi berhadapan.
Tangan deva mencengkram tangan aisha dengan sangat kuat hingga membuat aisha kesakitan.
"Apa yg kau lakukan? lepaskan! ini sangat sakit!" ringis aisha.
__ADS_1
"kau bertanya apa yg aku lakukan? dan aku juga akan bertanya padamu! Apa yg kau lakukan?!" bentak deva semakin menguatkan cengkramannya.
"Aku akan pergi dari rumah ini! kau puas? bersenang-senanglah dan perhatikan susanmu itu sampai kau merasakan akibatnya!" ujar aisha dengan wajah yg sangat marah.
"Apa maksudmu aisha! kau akan pergi kemana? hah!" tanya deva penuh emosi.
"Aku akan pergi kemanapun aku mau!" bentak aisha.
Aisha mendorong tubuh deva dengan sangat kuat hingga berhasil lepas dari engkraman deva dan membuat deva terjatuh lalu kembali memasukkan baju-bajunya kedalam koper dan menutup kopernya lalu ia menarik kopernya hendak pergi. Aisha sudah tidak tahan dengan sikap deva yg berubah dan hanya memperhatikan susan hingga berubah padanya.
Aisha sudah berada di dekat pintu,ia pun membuka pintunya tapi tidak berhasil,aisha terus berusaha mencoba tapi tetap tidak bisa. Ia pun membalikkan tubuhnya dan menatap deva dengan sangat tajam.
Deva tersenyum sinis pada aisha sambil menunjukkan kunci pintu kamarnya. Rupanya deva sudah mengunci pintu kamarnya saat aisha sedang mengemasi baju-bajunya.
"Kenapa kau tidak membiarkan aku pergi? kau sudah menyakitiku dan perasaanku ini! apa kau belum puas?" bentak aisha sambil menangis lalu terduduk di lantai.
Deva sebenarnya tidak tega melihat istrinya menangis,namun egonya mengalahkan perasaannya itu.
"aku milikmu tapi kau bukan milikku lagi" ucap aisha sambil menangis tersedu-sedu "Kau selalu menyakitiku akhir-akhir ini demi susan! kau bahkan tidak pernah memperhatikan aku lagi yg sedang mengandung bayimu!" lanjut aisha.
Deva memeluk aisha,tapi aisha kembali mendorongnya hingga terjatuh. Deva kembali menghampiri aisha. Kini egonya deva mulai berkurang ia merasa iba melihat istrinya menangis seperti itu karena ulahnya. Deva mulai sadar dengan sikapnya selama ini telah membuat aisha tersakiti.
Deva pun membantu aisha berdiri lalu memeluknya dengan sangat erat dan lembut. Ia merasa bersalah dengan sikapnya selama ini.
"Maaf jika aku sudah menyakitimu,bahkan aku sudah jarang menghabiskan waktu bersamamu. Maafkan aku sayang..." ucap deva pelan lalu mencium kening aisha."Hari ini aku ada waktu luang maukah kau jalan-jalan denganku? berdua saja!" ucap deva mulai menghibur aisha dan membujuk aisha.
Tapi belum sempat aisha menjawabnya terdengar suara pintu diketuk seseorang.
Tok tok tok
__ADS_1
"Kak,bisakah kau mengantarku untuk jadwal pemeriksaan hari ini?" teriak orang dari luar yg ternyata adalah susan.
"Maaf aisha sepertinya lain kali saja kita jalan-jalan,aku lupa susan harus ke dokter kandungan hari ini" ucap deva membuat aisha kembali kecewa "Ya susan sebentar tunggulah di mobil aku akan segera kesana" jawab deva pada susan setengah berteriak.
Tanpa rasa bersalah deva mencium kening aisha lalu segera pergi dari keluar dari kamarnya meninggalkan aisha yg kembali merasakan kekecewaan.
Aisha kembali menangis sambil mengusap-usap perutnya itu. Bi Asih tak sengaja melihat aisha yg sedang menangis ketika melewati kamar aisha yg sedang terbuka pintunya. Bi asih pun memasuki kamar aisha.
"Nona kenapa menangis? apa nona sakit?" tanya bi asih panik karena tidak tahu permasalahan yg sedang dihadapi aisha.
Aisha pun segera memeluk bi asih dan meluapkan tangis kekecewaannya di pelukan bi asih sampai hatinya menjadi agak tenang.
"Non? non aisha sakit?" tanya bi asih kembali.
"Tidak bi,aku tidak sakit" ucap aisha dengan masih sesenggukan.
"Non ada masalah? kalau ada ceritakan pada bibi jika non bersedia" ucap bi asih sambil mengelus punggung aisha.
Aisha pun menceritakan segalanya tentang sikap deva yg sudah berubah dan tidak memperhatikannya lagi,bi asih ikut merasa sedih karena pasalnya deva tidak pernah berubah seperti itu.
"Non yg sabar ya,semoga ada hikmah di balik segalanya kejadian ini! semoga tuan cepat sadar! non jangan bersedih dan menangis lagi." ucap bi asih merasa kasihan pada aisha.
"Bi,bibi mau menemani saya tidak pergi keluar?saya ingin menenangkan pikiran dan hati saya." ajak aisha tiba-tiba.
"Non aisha ingin pergi jalan-jalan kemana?" tanya bi asih.
Kemudian aisha pun menarik tangan bi asih untuk mengikutinya lalu aisha memanggil supir untuk mengantarnya pergi bersama bi asih.
**Segitu dulu ya upnya.. maaf belum bisa crazy up.. Insya Allah kalo ada waktu luang author sempetin buat crazy up.
__ADS_1
Selamat membaca**!!!