
Mereka pulang ke rumah pada pukul 7 malam. Fanny sudah tertidur nyenyak saat sampai di rumah. Deva pun menggendongnya menuju kamar fanny yg berada di sebelah kamarnya,serta meminta bi asih untuk menemani fanny tidur.
"Bi,tolong temani fanny tidur. Dan ini kami membawa bingkisan untuk bibi!" ucap aisha.
"Ya ampun non,tidak usah repot-repot!" ucap bi asih tak enak karena majikannya itu selalu perhatian padanya.
"Tidak apa-apa bi, sekarang bibi tidur temani fanny. Kami juga akan istirahat" perintah deva.
Bi asih pun mengangguk dan segera pergi ke kamar fanny yg berada di lantai 2.
Deva dan aisha juga segera bergegas tidur. karena aisha sudah sangat kelelahan deva pun menggendong aisha menuju ke kamar.
Aisha yg mendapat tindakan itu tidak protes karena aisha merasa berat untuk melangkahkan kakinya menuju ke kamar dan merasa seluruh tubuhnya sakit.
Sesampainya di kamar aisha mengganti bajunya sedangkan deva bergegas mandi karena merasa tubuhnya sudah lengket dengan keringat. Selesai mandi dan berganti pakaian,keduanya memutuskan untuk tidur karena sangat kelelahan.
1 bulan kemudian...
Tak terasa kehamilan aisha sudah menginjak 9 bulan,kini tinggal menunggu hari kelahiran malaikat kecilnya dan deva tiba.
Aisha sedang berjalan-jalan bersama deva di komplek perumahannya.
"Tidak terasa bukan,kita sudah 9 bulan bersama! dan sebentar lagi kita akan punya malaikat kecil yg lucu." ucap deva sambil merangkul aisha dan membawanya duduk di bangku dekat taman komplek perumahannya.
"Ya kau benar suamiku,rasanya aku sangat bahagia karena keluarga kita akan lebih lengkap dengan kelahiran bayi kita." kata aisha sambil menyenderkan kepalanya di pundak deva.
"keluarga kita juga sudah lengkap dengan adanya fanny,tapi entah kenapa aku merasa ada yg aneh dengan anak itu?" ucap deva sambil menampakkan raut wajah bingung.
"Memangnya kenapa suamiku?" tanya aisha.
"Kenapa keluarga william tidak pernah mencari keberadaan cucunya sendiri,padahal ia anak dari putra mereka satu-satunya!" ucap deva membuat aisha juga ikut kebingungan.
"Kau benar suamiku,bukankah seharusnya mereka mencari fanny saat ini? menurutku akan lebih baik kita cari tahu tentang fanny yg sebenarnya dan tentang keluarga william yg tidak pernah mencari fanny,bagaimana?" usul aisha membuat deva berfikir.
"Kau benar sekali istriku,aku akan menyuruh reihan mencari tahunya" ujar deva.
Tiba-tiba saja langit mulai mendung,hal itu membuat deva dan aisha bergegas untuk pulang karena takut hujan.
"Aisha,ayo pulang! lihat itu,langitnya mulai mendung!" ajak deva sambil membantu aisha berdiri.
"Iya ayo!" seru aisha.
Merekapun berjalan menuju rumahnya,akan tetapi ditengah perjalanan aisha berhenti berjalan.
"Aduh!" pekik aisha sambil memegangi perutnya.
"Kenapa aisha? kenapa berhenti? ayo cepat!" seru deva sambil menarik tangan aisha.
__ADS_1
"Aduh,sakit sekali!" pekiknya lagi kali ini aisha sudah terduduk di jalanan.
"Aisha apa kau akan melahirkan?" tanya deva mulai panik.
"Aku tidak tahu tapi sakit sekali!" balas aisha seraya memegang tangan deva dengan sangat erat hingga kuku panjangnya mencakar tangan deva. Tapi deva tidak menghiraukan cakaran itu,yg dia pikirkan saat ini adalah keadaan aisha.
"Aisha,bertahanlah! aku akan menelepon supir untuk segera kesini!" seru deva sambil mengeluarkan ponselnya dari saku celananya.
Deva mulai menghubungi supirnya akan tetapi tidak diangkat.
"Sial!" ucap deva sambil memasukkan kembali ponselnya kedalam saku.
"Bertahanlah aisha!" seru deva sambil berjongkok lalu menggendong aisha dan berjalan menuju rumahnya yg tidak jauh lagi. Berat tidak lagi ia rasakan,yg saat ini deva pikirkan adalah aisha dan sang calon buah hatinya.
Sesampainya di rumah deva segera memasukan aisha kedalam mobil dan menyuruh supir untuk mengendarai mobilnya karena deva duduk di kursi belakang bersama aisha.
"Cepat! ke rumah sakit xx!" bentak deva pada supirnya itu.
Akhirnya mobil melaju dengan cepat,hingga tak lama mereka sampai di rumah sakit.
Para suster yg tahu keadaan aisha langsung membawa kursi roda dan mendorongnya menuju ruang persalinan.
Sesampainya di ruang persalinan aisha tidak dapat menahan rasa sakitnya hingga ia menjerit begitu keras.
Hal itu membuat deva yg berada di luar menjadi marah.
"Eh pak,berhenti! anda jangan masuk!" larang seorang dokter yg baru datang.
"Apa kau bilang dokter? dia sedang kesakitan gara-gara para suster itu! bukannya menolong kenapa mereka malah membuat istriku kesakitan hingga menjerit seperti itu?" bentak deva.
"Pak dia kesakitan karena akan melahirkan bukan karena disakiti suster kami!" kata dokter itu sambil menepuk jidatnya mendengar perkataan deva.
"Hah?" deva pun tertegun dan merasa malu dengan kata-katanya barusan pada dokter itu.
"Jadi kau tunggulah diluar! biarkan aku masuk untuk membantunya!" ucap dokter itu dengan nada mengancam.
"Baiklah silahkan" ucap deva masih dengan rasa malunya.
Di dalam aisha sudah sangat tidak tahan,ketika dokter datang aisha langsung mengejan dan berteriak untuk mengeluarkan bayinya.
"Ayo bu,lebih kuat lagi!" perintah dokter itu.
Aisha pun menuruti perkataan dokter itu lalu mengeluarkan seluruh tenaganya.
"Ayo sedikit lagi bu!" seru dokter itu.
Lalu tak lama terdengar tangisan bayi yg sangat kencang membuat deva yg berada diluar terharu dan bahagia.
__ADS_1
"Selamat bu bayi anda sudah lahir dengan selamat dan normal. Jenis kelaminnya laki-laki. Dengan berat badan 3,6 kg dan panjang 56 cm!" ucap dokter itu.
Diluar deva sudah menangis karena terharu,keluarga aisha juga sudah berada disana termasuk fanny dan bi asih.
Dokter keluar lalu memanggil deva.
"Pak Istri dan anakmu sudah selamat,mari masuk untuk mengadzani bayi anda!" ucap dokter itu.
Deva segera masuk lalu mengadzani bayinya. Setelah itu meletakan kembali bayi itu di tempat yg sudah disediakan. Deva menghampiri aisha yg sudah terpasang infus di tangannya.
"Istriku" panggil deva sambil duduk di samping aisha. Aisha tersenyum lemah karena keadaannya masih lemah setelah melahirkan
Deva menggenggam kedua tangan aisha lalu menciumnya dan mengecup keningnya berulang-ulang.
"Terima kasih! Terima kasih banyak aisha! kau sudah melahirkan bayiku,bayi kita! buah hati kita dan buah cinta kita!" ucap deva sambil menangis terharu bahagia.
"Ya suamiku,aku sangat bahagia bisa menjadi ibu dari anak kita!" balas aisha dengan suara yg masih lemah.
Tak lama seluruh keluarga aisha masuk kedalam untuk menjenguk aisha dan bayinya. Fanny yg sedari tadi menangis karena ingin bertemu aisha kini tersenyum ceria setelah bertemu sang bunda.
Keluarga aisha yg sudah tau fanny tersenyum melihat fanny.
"Dia fanny bukan?" tanya ibunya aisha sambil menggendong fanny dan membawanya duduk di kursi yg berada disana.
"Iya bu dia fanny" balas deva.
"Lihat itu fanny,lihat adikmu. Fanny sudah punya adik bayi sekarang!" hibur ibunya aisha.
"Ayah,una meleka ciapa?" tanya fanny yg kebingungan di gendongan ibunya aisha dan merasa asing menatap orang-orang di sekitarnya.
"Fanny,ini nenekmu,kakekmu,om dan tante. Yg ini juga paman dan bibimu yg kembar!" ucap ibunya aisha sambil menunjuk satu persatu anak dan suaminya.
Fanny pun mengangguk dan sudah diam di gendongan ibunya aisha.
"Aisha apa kau sudah punya nama untuk bayimu ini?" tanya resha yg sedari tadi sudah menggendong bayinya aisha.
"Ya,aku dan deva sudah mempersiapkannya" balas aisha.
"Wow,siapa namanya?" tanya resha penasaran.
"Siddharth Adeva Rafandi" ucap deva membuat keluarga aisha terkagum-kagum dengan nama bayinya aisha.
"Siapa nama panggilannya?" tanya aryan sambil mencolek pipi gembul keponakannya itu yg baru lahir.
"Sid" jawab deva dan aisha bersamaan.
Lengkap sudah kebahagiaan mereka,akan tetapi perjuangan mereka masih belum selesai dalam cintanya. Masih banyak rintangan yg harus dihadapi,tetap ikuti kisah deva dan Aisha.
__ADS_1
Selamat Membaca!!!