
Pagi hari sekali deva dan keluarganya sedang berkumpul di ruang keluarga rumah deva. semuanya tampak mengenakan pakaian santai,kecuali deva selalu memakai pakaian formal dengan stelan jasnya. Ibu ratih yg melihat penampilan deva pun hanya bisa tersenyum karena ia tahu putranya harus selalu bekerja keras setiap harinya.
"Kau akan ke kantor hari ini? kapan waktu santaimu ada ?" ucap ibu ratih tiba-tiba.
"Memangnya knp?"tanya deva pada ibunya.
"Kita harus merencanakan lamaran pada aisha bukan? memangnya kau mau hanya berpacaran saja dengan aisha ya?" ucap ibu ratih setengah memarahi deva.
"Tentu saja tidak mam,kalau begitu besok kita akan membicarakan rencana untuk melamar aisha" ujar deva seketika membuat ibunya kegirangan.
"okay putraku sayang" sahut ibunya sambil mencubit pipi putranya itu gemas
"Aw! sakit mam aku bukan anak kecil" pekik deva sambil segera pamit untuk ke kantor."aku pergi dulu ke kantor. jika aku diam di rumah seharian bisa-bisa pipiku jadi lebar karena cubitanmu mam!" lanjut deva membuat ibunya cemberut
"Baiklah pergi sana!" usir ibunya
Deva pun mencium tangan ibunya lalu segera pergi.
Di perjalanan deva teringat akan aisha lalu berencana membawa aisha ke kantornya. Ia pun membelokkan mobil menuju komplek perumahan aisha yg tidak terlalu jauh dari kantornya.
Tidak butuh waktu lama ia pun sampai di depan gerbang rumah aisha,deva pun mengeluarkan ponselnya hendak menelepon aisha.
"Hallo sayang!" ucap deva
__ADS_1
"Ya hallo" aisha menjawab telepon deva namun dengan suara serak dan parau.
"Sayang?kau kenapa? kenapa suaramu seperti itu? apa sedang menangis?" tanya deva bertubi-tubi dengan nada panik dan khawatir.
"Tidak sayang. aku hanya sedikit flu hari ini. ada apa meneleponku pagi ini?"Tanya aisha kembali dengan suara parau.
"Tidak ada. kau istirahatlah aku akan ke kantor dulu" jawab deva berbohong.
"heuh. memang tidak jelas kau ini. baiklah hati-hati di jalan" tut tut tut telepon terputus.
Deva pun segera memutar mobilnya kembali untuk ke kantor. dalam perjalanan dia tidak henti-hentinya memikirkan aisha. tak lama ia pun sudah sampai di kantornya.
"Selamat pagi tuan"sapa reihan yg sudah menunggunya di depan ruangan CEO
"Selamat pagi juga,tolong katakan semua jadwalku hari ini!" perintah deva pada reihan
"Hanya itu saja?" tanya deva kembali pada reihan.
"Ya tuan itu saja" angguk reihan
"Baiklah kalau begitu percepat rapatnya! hari ini aku akan pulang cepat karena keluargaku ada disini dan ada sesuatu yg harus kami bicarakan!" perintah deva kembali
"Baiklah aku akan menghubungi CEO music world untuk memberitahunya agar rapat di percepat,dan mengumumkan percepatan rapat anggota perusahaan kita juga" ucap reihan
__ADS_1
"baiklah aku akan menunggu di aula rapat" angguk deva.
Hari itu rapat perusahaan deva berjalan dengan lancar dan pada jam 12 tepat deva kembali pulang untuk membicarakan persoalan rencana lamarannya untuk aisha.
Tak butuh waktu lama bagi deva untuk sampai di rumahnya. deva dan ibu ratih serta susan dan juga suaminya pun berkumpul di ruang keluarga.
"Jadi kau sudah punya rencana melamar aisha atau belum?" tanya ibu ratih dengan nada serius
"Ya rencananya aku akan melamarnya minggu depan karena jika kami berpacaran terlalu lama aku takut ada yg mencoba merebutnya dariku lagi."jelas deva dengan wajah tak kalah serius dari ibunya.
"maksudmu apa pernah ada yg mengganggu hubungan kalian?" tanya ibu ratih merasa heran
"Banyak sekali yg mengganggu hubungan kami dan salah satunya rebecca" ujar deva dengan nada tidak suka mengucapkan nama rebecca" dan salah seorang teman kampusnya yg bernama daris juga dia mencintai aisha dan sangat terobsesi oleh aisha. mam aku selalu mengawasi gerak-gerik temannya yg bernama daris itu dan pada suatu kesempatan aku melihat dia sedang mencampurkan sesuatu di makanan aisha pada saat wisuda. Begitu aku tau itu adalah obat bius dan dia sudah pergi akupun mengganti makanan aisha dengan yg baru. aku takut saat ini daris masih mengejar aisha dan sewaktu-waktu dia akan menjebak aisha lagi tanpa sepengetahuanku maka dari ini aku akan secepatnya melamar aisha agar daris tidak mencoba lagi menjebak aisha." jelas deva
"Kau benar nak,jika dia masih sendiri pasti keselamatannya akan terancam tapi jika dia bersamamu,mama yakin dia akan selalu aman" ujar ibu ratih setuju dengan perkataan deva " kalau begitu minggu depan kita akan melamar aisha dan mama akan mempersiapkan segalanya untuk lamaran itu!" seru ibu ratih bersemangat.
"Baiklah mam,terima kasih atas dukungannya" seru deva lalu memeluk ibunya itu.
"iya anakku sayang. maafkan mama ya tidak bisa membantumu melindungi aisha dan menemani aisha karena susan belum selesai pendidikan dan tidak ada yg mengurus butik mama jadi mama harus tinggal di london sampai pendidikan susan selesai. mama berjanji akan tinggal disini setelah pendidikan susan selesai dan suaminya susan akan membantumu mengurus perusahaan kita. Untuk saat ini mama hanya bisa berdoa agar tuhan selalu menyertai hidupmu dengan kebahagiaan" ucap ibu ratih sambil menitikkan air matanya dan membuat deva terharu lalu deva pun tidur di pangkuan ibunya itu.
"Mam,semoga mama diberikan kesehatan selalu agar mama bisa melihatku berbahagia dengan aisha dan anak-anak kami suatu saat nanti" ucap deva mendoakan ibunya
"Ya nak,doakanlah selalu mama agar bisa melihat kalian berbahagia.!" balas ibu ratih sambil mengelus-ngelus kepala deva hingga deva tertidur di pangkuannya. lalu ibu ratih pun menidurkan deva di atas sofa dan beranjak pergi mengambil sebuah selimut,ia pun kembali lalu menyelimuti deva lalu mencium kening putra semata wayangnya itu"Anakku sayang semoga kebahagiaan selalu menyertaimu. Semoga cintamu itu akan selalu bersamamu sampai akhir nafasmu. Maafkan mama yg selalu egois dan banyak mengatur-ngatur kehidupanmu. Mama sekarang sadar bahwa kebahagiaanmu hanya akan ditentukan olehmu sendiri. kini mama hanya akan selalu mendukung kebahagiaanmu itu" ucap ibu ratih sambil kembali mengelus-elu kepalanya deva yg sudah tertidur nyenyak.
__ADS_1
Dari kejauhan susan memperhatikan ibunya itu sambil menangis terharu,"maafkan aku juga kak yg selalu mengajakmu bertengkar dan berdebat denganmu. aku tidak pernah bisa mengerti lelahnya dirimu yg aku tau hanya permintaanku harus selalu diwujudkan. kali ini kau harus bahagia dengan cintamu,dan aku akan selalu melawan orang yg mencoba memisahkan kalian berdua!" gumam susan sambil menangis terharu.
wah wah wah keluarga deva ternyata harmonis juga ya...hehehe sayangnya ayahnya deva sudah tiada tapi walaupun seperti itu mereka tetap harmonis dibalik deva yg selalu sebal terhadap mamanya dan dibalik pertengkaran deva dan adiknya susan ternyata mereka keluarga yg sangat harmonis.. segitu dulu ya up hari ini jangan lupa votenya!! 😄😄😊😊😉😉