
Aisha dan Bi Asih sampai di sebuah taman yg merupakan tempat yg sangat disukai aisha sebelum ia bertemu kembali dengan deva di jakarta.
"Non kenapa jalan-jalan kesini? bukankah non sudah sering berjalan-jalan ke tempat ini?" tanya bi Asih merasa heran.
"Dulu saat aku bersedih aku sering menghabiskan waktu disini,maka dari itu hari ini aku juga akan menghabiskan waktu disini" ucap aisha sambil duduk dan menengadahkan pandangannya ke langit yg mulai mendung.
"Apa saja yg non lakukan untuk menghabiskan waktu disini ?" tanya bi Asih penasaran.
"Memainkan gitar dan bernyanyi" ucap aisha masih dengan pandangan ke langit yg mulai menurunkan rintikan air hujannya seolah ikut menangisi kesedihan yg sedang Aisha rasakan saat ini. Rintikan air hujan itu mulai lebat jatuh membasahi bumi.
"Non ayo kita pulang saja,hujan sudah mulai turun" ajak bi asih sambil berdiri.
"Bibi duluan saja nanti aku menyusul dengan taxi,aku ada keperluan sebentar" ucap aisha meyakinkan bi asih.
"Tidak non, nona Aisha saja yg bersama supir biar bibi naik angkot" ucap Bi Asih tidak yakin dengan perkataan nona nya itu.
"Bi,saya mohon bibi pulang saja.Jangan membantah atau saya akan mengadukan bibi pada deva karena tidak mau menuruti perintah saya!" ancam aisha.
"Eh tidak non,jangan! Baiklah bibi pulang. Non hati-hati ya jika ada apa-apa telepon ke rumah,biar supir menjemput non" ucap bi asih.
"Baik bi" angguk aisha. Bi asih pun segera pulang meninggalkan aisha sendirian duduk di kursi taman itu.
Hujan mulai sangat lebat,tapi aisha tak bergeming ia masih tetap duduk di bangku taman itu dibawah guyuran hujan dengan air mata yg terus keluar.
"Bahkan langitpun ikut menangisi nasibku dan kekecewaanku ini." gumam aisha sambil menggigil kedinginan.
Aisha pun menunduk lalu melihat perutnya yg sudah mulai besar,ia pun mengelus perutnya.
"Sayang,apa kau kedinginan nak?" tanya aisha pada perutnya sendiri sambil mengelus-elusnya. Tiba-tiba saja tendangan halus menendang kulit perutnya merespon pertanyaan aisha.
"Baiklah ayo kita pergi,bunda tidak akan membiarkanmu kedinginan lagi" ucap aisha lalu berdiri dan berjalan entah kemana tak tentu arahnya.
__ADS_1
Aisha duduk di sebuah halte lalu melihat taxi lewat dan menghentikannya. Taxi itu pun berhenti dan aisha masuk kedalamnya.
"Mau kemana bu?" tanya supir taxi itu sambil meringis melihat aisha yg sudah basah kuyup.
"Ke jalan Xx di depan sebuah apartemen" ucap aisha.
Supir taxi itupun segera melajukan taxi nya. Tak lama taxi pun sampai di apartemen yg dituju aisha. Aisha pun turun lalu memberikan uang pembayaran taxi nya.
Aisha sudah memasuki apartemen itu. Ia naik lift menuju lantai 12 apartemen itu.
"Nak kita sudah sampai di tempat tinggal bunda yg lama,apa kau suka?" ucap aisha pada perutnya itu.
Ya,Aisha mengunjungi apartemen lamanya sewaktu ia masih kuliah. Karena jarak tempuh dari apartemen ke kampusnya lumayan dekat.
Aisha memasuki ruangan itu,Masih tetap sama seperti waktu ia tinggalkan untuk pulang ke rumahnya lalu menikah dengan deva dan tinggal di rumah deva.
Di apartemen itu terdapat 1 kamar tidur,2 kamar mandi 1 kamar mandi di kamar tidur aisha dan yg lainnya berada di dekat dapur,sebuah dapur kecil dan sebuah ruang tamu. cukup mewah untu aisha,apartemen itu dibelikan kakak sulungnya Aryan pada saat ulang tahun aisha dan hari pertama aisha kuliah. Di apartemen itu aisha meninggalkan beberapa pakaiannya di sebuah lemari.
Aisha berjalan menuju dapur setelah mengganti pakaiannya. Ia membuka kulkas ternyata kosong lalu ia membuka lemari dapur terdapat minyak dan beras disana. Aisha pun mengambil beras itu lalu mencucinya dan memasaknya. Kemudian ia berencana untuk membeli bahan makanan. Ia berjalan menuju sebuah meja yg terdapat lacinya. Ia membuka laci itu lalu mengambil sebuah dompet warna merah. Kemudian Aisha membuka dompet itu terdapat 20 lembar uang kertas senilai seratus ribuan didalamnya.
Ia mengurungkan niatnya untuk mengambil uang itu,lalu mengambil dompet yg tadi masukannya kedalam saku bajunya yg basah. Aisha membuka dompet itu terdapat ponselnya,kartu kredit,dan kartu atm milik deva yg diberikan deva untuk aisha. Iapun juga menemukan 7 lembar uang dengan nilai seratus ribuan juga.
Aisha pun mengambil uang itu dan bergegas keluar lalu turun dengan lift. Setelah berada diluar apartemen aisha berjalan menuju sebuah minimarket terdekat.
"Apa saja yg harus kubeli ya?" gumam aisha sambil memasuki minimarket itu.
Setelah berada di dalam minimarket itu aisha mengambil beberapa bahan makanan lalu membayarnya dan kembali ke apartemennya.
Sesampainya di apartemennya aisha mulai menyimpan bahan makanan yg dibelinya ke dalam kulkas lalu memasak beberapa sayuran dan memakannya. Setelah itu iapun merebahkan dirinya di kasur yg sudah lama tidak ditempatinya hingga tanpa sadar ia tertidur di apartemennya itu.
Di rumah deva
__ADS_1
Bi Asih terlihat sangat gelisah,ia berjalan keluar lalu ke dapur.
"Ya ampun mengapa non aisha belum pulang juga,jika tuan pulang dan mencarinya aku harus bilang apa?" gumam bi asih.
Tak lama deva muncul dari pintu dan bi asih terkejut serta panik melihat kedatangan tuannya itu.
"Emm... Tuan sudah pulang" ucap bi asih dengan tergagap-gagap.
Deva yg merasa aneh dengan tingkah laku bi asih mulai bertanya.
"kenapa bibi terlihat panik? apa bibi sakit?" Tanya deva sambil memandang bi asih.
"Ti..tidak tuan,ah bibi memasak dulu" pamit bi asih lalu pergi ke dapur tanpa menunggu jawaban dari deva semakin membuat deva curiga.
"Ada apa dengan bi asih,ah sudahlah mungkin dia sedang ada masalah pribadi. Lebih baik aku melihat aisha di kamar" gumam deva sambil berlalu ke kamarnya yg sudah pindah di lantai bawah sesuai permintaan aisha saat kehamilannya masih kecil.
Sesampainya di kamar deva tidak melihat sosok yg di carinya. Ia pun mengira aisha sedang mandi karena pintu kamar mandinya tertutup.
"mungkin dia sedang mandi,lebih baik aku menunggunya saja disini" gumam deva sambil duduk di tepi ranjang. 1 jam berlalu aisha tak kunjung muncul deva pun mulai gelisah lalu membuka pintu kamar mandi ternyata kosong. Dengan perasaan antara gelisah dan marah deva pun keluar dari kamar lalu pergi menuju ke dapur dan bertanya pada bi asih tentang keberadaan aisha.
"Bi,dimana aisha? apa dia pergi keluar?" tanya deva dengan menahan emosi.
"Em..a..anu tuan,tadi non aisha pergi bersama bibi ke taman xx" ucap bi asih sambil menunduk ketakutan.
"Lalu mana dia sekarang? kenapa dia tidak di rumah jika bibi sudah pulang?" tanya deva dengan sedikit membentak.
"Ta..tadi saat hujan mulai turun non aisha menyuruh bibi pulang terlebih dahulu,karena non aisha bilang dia ada sedikit kepentingan. Bibi sudah memaksa non aisha diantar supir tapi non aisha tetap memaksa akan naik taxi,mungkin sebentar lagi non aisha pulang" jelas bi asih semakin ketakutan.
Deva pun kembali menunggu sampai hari mulai gelap tapi aisha tak kunjung muncul.
Ia pun pergi keluar dengan perasaan marah lalu memasuki mobilnya dan melajukannya untuk mencari aisha.
__ADS_1
Selamat Membaca !!!