
Deva sudah bersiap untuk mengantar aisha pergi ke rumah sakit mengecek kandungannya.
"Aisha,ayo apa kau sudah siap?" tanya deva pada aisha yg masih duduk di dekat meja riasnya sambil terus memulas wajahnya dengan make up hinggal tebal. Deva yg masih berada di ambang pintu terkejut melihat wajah aisha.
"Aisha! kau ini mau kemana sebenarnya? kenapa memakai make up setebal itu?" tanya deva sambil berjalan menghampiri aisha yg masih sibuk memulas wajahnya dengan make up.
"Tentu saja hari ini kita akan ke dokter untuk mengecek kandungan" jawab aisha sambil masih sibuk mematutkan dirinya di cermin dan berhenti memulas wajahnya dengan make up.
"Aku tau,tapi..." ucap deva sambil bergidik ngeri sebelum menyelesaikan kata-katanya.
"Tapi apa?" tanya aisha dengan wajah malas.
"Untuk apa memakai make up setebal itu?" tanya deva dengan ekspresi yg masih terkejut.
"Apa? memangnya salah ya jika aku memakai make up ?" tanya aisha dengan bibir cemberut.
"Tidak salah,tapi aku mohon jangan setebal itu!" pinta deva sambil mengambil tissue basah dan mulai mengelap wajah aisha.
"Baiklah" ucap aisha pasrah dengan deva yg sudah mulai membersihkan make up di wajahnya.
"Ayo! lihatlah di cermin tanpa make up pun kau tetap terlihat sangat cantik" puji deva lalu mengecup pipi aisha.
"Baiklah,kalau begitu ayo kita segera pergi!" ajak aisha.
Mereka berdua pun turun dari apartemen lalu masuk ke mobil yg sudah terparkir.
Sepanjang perjalanan Aisha tidak berhenti berbicara membuat deva menggelengkan kepalanya.
"Ya ampun kenapa sekarang dia cerewet sekali?" gumam deva sangat pelan yg tidak dapat didengar oleh aisha.
"Aisha" ucap deva pelan.
"Ya apa?" tanya aisha sambil menoleh pada deva.
"Pemeriksaan apa saja yg hari ini akan dilakukan di rumah sakit padamu?" tanya deva penasaran.
__ADS_1
"Ah iya aku sampai lupa memberitahumu!" seru aisha sambil menepuk jidatnya. "Kau tahu? hari ini kita akan bisa tahu jenis kelamin bayi kita! Maksudku dokter akan melakukan usg padaku!" Seru aisha bersemangat. Deva tak kalah bersemangat dan senang setelah mendengar apa yg dikatakan aisha bahwa mereka akan tahu jenis kelamin bayinya hari ini.
"Wow! bagus sekali! jadi kita tinggal memberi nama pada bayi kita saat itu juga setelah tahu jenis kelamin bayi kita!" seru deva dengan sangat bersemangat.
"Tentu saja suamiku!" angguk aisha.
Tak lama mereka telah sampai di rumah sakit yg dituju. Mereka segera turun dari mobil dan masuk ke rumah sakit itu dan segera mendaftarkan diri di resepsionist rumah sakit itu.
"Permisi,kami ingin menemui dokter Niken untuk melakukan pemeriksaan kehamilan. Sebelumnya kami sudah membuat janji bahwa hari ini kami akan datang menemuinya" kata aisha.
"Baik bu,sebentar kami akan memberitahu dokter niken dulu" ucap salah satu suster yg bertugas sebagai resepsionit lalu berlalu menemui dokter yg dimaksud.
Tak lama suster itu sudah kembali.
"Bu Aisha Adeva Rafandi benarkah itu nama anda?" tanya suster itu.
"Ya suster" angguk aisha.
"Baiklah anda sudah ditunggu di ruangan dokter niken silahkan anda menemuinya di ruangannya" kata suster itu ramah sambil menunjukkan ruangan dokter niken.
Deva dan Aisha pun berjalan menuju ruangan dokter niken.
Sesampainya di ruangan dokter niken,mereka segera masuk dan disambut oleh dokter niken yg sedang duduk.
"Selamat datang Bu Aisha dan..." ucapan dokter niken terpotong karena belum mengenali deva yg berdiri di samping aisha.
"Pak Adeva suamiku,dokter" kata aisha memberitahu dokter itu.
"Oh ya pak Adeva" ucap dokter itu sambil memangut-mangutkan kepalanya. "Baik bu Aisha sesuai dengan janji yg kita buat kemarin bahwa hari ini saya akan melakukan usg pada bu Aisha untuk melihat bayinya serta melihat jenis kelaminnya. Ayo kita lakukan sekarang!" kata dokter niken sambil berdiri dan mempersilahkan aisha berbaring di blankar.
"Ayo bu Aisha silahkan berbaring" perintah dokter itu.
Aisha berbaring lalu dokter niken mengusapkan sebuah gel di perut aisha dan menempelkan alat usg di perut aisha.
Mula-mula monitor usg samar-samar menunjukkan bayi di kandungan lalu tak lama bayinya terlihat jelas.
__ADS_1
"Bu aisha bayi anda sangat sehat dan jenis kelaminnya... Laki-laki!" seru dokter niken membuat deva dan aisha sangat senang.
"Benarkah dokter?" tanya deva tak percaya.
"Ya pak Adeva,jenis kelamin bayi anda adalah laki-laki. Selamat ya Pak Adeva dan Bu Aisha!" jawab dokter niken membuat deva semakin senang.
"Lihat itu istriku! Bayi kita laki-laki!" seru deva sambil menggenggam tangan aisha dan menciumnya penuh kesenangan dan kasih sayang.
"Iya suamiku" ucap aisha sambil tersenyum penuh haru.
Setelah selesai melakukan pemeriksaan kehamilan deva dan aisha langsung pulang karena deva harus langsung pergi ke kantor untuk mengurus beberapa berkas dan laporan keuangan.
Tidak butuh waktu lama bagi deva dan aisha untuk sampai di apartemen aisha. Deva mengantar aisha ke apartemennya terlebih dahulu untuk memastikan bahwa di apartemennya sudah ada bi asih yg tadi diperintahkan untuk menemani aisha saat deva bekerja.
Ternyata bi asih sudah berada di dalam apartemen dan menyambut kedatangan tuan dan nona nya itu.
"Bi,aku titip aisha pada bibi. Aku pergi ke kantor dulu" pamit deva pada bi asih.
"Aisha istriku sayang,jika kau membutuhkan sesuatu dan menginginkan sesuatu jangan segan minta pada bi asih atau kau telepon aku dan reihan,kami akan segera memberikan yg kau minta. Aku juga sudah menyuruh pengawal di bawah untuk menjagamu. Kemanapun kau pergi mereka akan mengawalmu agar tidak ada yg akan berbuat jahat padamu. Aku pergi dulu,jaga dirimu dan bayi kiya baik-baik" pamit deva pada aisha sambil mencium kening aisha dan perut aisha.
"Kau juga hati-hati di jalan" kata aisha sambil mencium punggung tangan deva untuk pertama kalinya.
"ya sayang" angguk deva sambil segera masuk ke dalam lift dan melambaikan tangannya lalu memberi isyarat pada bi asih untuk membawa aisha masuk. Bi asih pun mengangguk dan membawa aisha masuk.
"Non,bibi sudah menghangatkan masakan yg non aisha masak tadi. Ayo non makan dulu setelah itu istirahat" ucap bi asih sambil menyajikan makanan.
"Iya bi" kata aisha lalu segera duduk di kursi dan mulai memakan makanan yg disajikan bi asih dengan lahap.
"Bi,ayo bibi makan juga. sayang makanannya jika terbuang. "ajak aisha pada bi asih yg hendak menyapu ruangan.
"Tidak non,itu untuk malam saja untuk tuan deva" tolak bi asih segan jika harus makan bersama aisha.
"Tidak bi,ayo cepat makan jangan menolak. Deva akan pulang larut malam jadi kita akan memasak lagi nanti malam untuk deva. Ayo bibi duduk disini lalu makan" ujar aisha sambil berdiri lalu menarik bi asih untuk duduk dan makan.
Mereka berduapun akhirnya makan bersama. Bagi aisha bi asih adalah orang tuanya juga karena selama dia tinggal di rumah deva dan menjadi istri deva,Bi asih lah yg selalu membantunya.
__ADS_1
Selamat Membaca !!!