
Deva dan aisha pun sudah sampai di sebuah apartemen besar pada tengah malam. Deva berencana membawa aisha menginap di apartemennya itu agar tak membuat orang tuanya khawatir.
"Sayang kita menginap disini dulu ya? besok sore aku akan mengantarmu pulang agar orang tuamu tidak khawatir dengan kejadian ini. tidak apa-apa kan?" tanya deva pada aisha yg sedang melamun melihat ke arah apartemen itu.
Aisha pun menoleh pada deva lalu hanya membalas pertanyaan deva dengan anggukkan kecil sambil tersenyum.
Merekapun segera turun dan masuk ke dalam apartemen itu.
"Sayang masuklah,lalu istirahat aku akan keluar sebentar membeli makanan untuk kita" ucap deva lembut
"Tapi ini sudah tengah malam! darimana kita akan mendapatkan makanan tengah malam begini?" tanya aisha sambil memutar bola matanya malas.
"Oh.. ii..ya.. Aku lupa. lalu bagaimana ? kau pasti lapar!" tanya deva sambil menggaruk kepalanya yg tidak gatal.
"Apa disini tidak ada bahan makanan?" aisha bertanya balik pada deva.
"Aku tidak tahu sudah lama apartemen ini tidak ku tempati.Coba kita lihat di Kulkas yg ada di dapur" ujar deva sambil berjalan menuju kulkas berukuran besar di dapur.
Ia pun segera membuka kulkas itu dan terkejut melihat isinya yg hanya ada 2 butir telur dan 3 bungkus mie instant kuah.
Aisha pun sontak tertawa melihatnya.
"Kenapa kau tertawa sayang?" tanya deva dengan raut wajah heran.
"Lucu sekali dalam kulkas sebesar itu hanya ada 2 butir telur dan 3 bungkus mie instant saja!" ujar aisha lalu tertawa kembali. "Baiklah duduk sana di sofa aku akan memasak mie untuk kita makan!" perintah aisha sambil berusaha menghentikan tawanya.
Deva pun pergi dari dapur lalu duduk di sofa menunggu aisha selesai memasak. Tanpa sadar dia mulai mengantuk lalu terpejam dengan kepala menyender ke sofa.
Aisha sudah selesai memasak lalu ia pun menyajikannya di meja makan dan berencana memberitahu deva. Alangkah terkejutnya aisha saat ia mendapati deva yg sedang tertidur di sofa. Aisha pun mengambil sebuah selimut dan mulai menyelimuti deva. Dia pun mengelus-elus kepala deva dan tidak sengaja membangunkan deva.
"eh maaf kau jadi terbangun" ucap aisha sambil menundukkan kepalanya malu.
"Tidak apa-apa tadi aku hanya ketiduran saja,oh ya apa kau sudah selesai memasak ?" tanya deva
__ADS_1
"Ya ayo kita makan dulu" ajak aisha sambil memegang tangan deva dan berjalan menuju ke dapur.
"Tunggu sebentar aku akan mengambil mangkuk dan sendoknya dulu" ujar aisha sambil beranjak berdiri deva pun menarik tangan aisha dan membawa aisha duduk di pangkuannya.
(aaa...cie-cie... so sweet terus nih deva&Aisha author jadi malu nulisnya wkwkwk 😂🤣🤣🤣)
Posisi duduk itu membuat mereka saling bertatapan dalam jarak yg mungkin hanya sekitar 5cm. Deva tidak melewatkan kesempatan ini ia pun kembali menarik aisha dan memeluknya sambil membisikkan sesuatu ke telinga aisha.
"Aku mencintaimu,jangan pernah pergi dari hidupku lagi"bisik deva.
Aisha pun tersenyum lalu membalas pelukan yg entah knp selalu membuatnya begitu tidak ingin lepas dari pelukan deva.
Tiba-tiba dalam kehangatan itu terdengar bunyi 'kruukk' dari perut deva dan membuat aisha tertawa terbahak-bahak dan mengajak deva untuk makan.
"Sayang ayo kita makan dulu lihat makannya sebentar lagi akan menjadi dingin jika kita tidak segera memakannya,tunggu aku akan ambilkan mangkuk dulu" ujar aisha
"tidak usah kita makan seperti ini saja 1 mangkuk berdua"ujar deva menghentikan aisha yg akan melangkah ke dapur"kita lihat siapa yg lebih lapar" ujar deva kembali dengan senyum jahilnya.
Merekapun mulai makan dengan lahap sesekali mereka saling menyuapi sampai makanan itu habis dan akhirnya merekapun kekenyangan sampai hampir tidak bisa bangun dari kursi yg didudukinya.
"Aku tidak bisa bangun"ucap aisha sambil terkekeh
"Sayang kau rakus sekali makannya itulah akibatnya sekarang kau tidak bisa bangun! sini biar aku gendong" balas deva sambil menggendong aisha.
Merekapun duduk di sofa sambil menonton tv tak terasa kantuk mulai menyerang aisha,tak lama aisha pun tertidur di pelukan deva,deva pun mulai merasa mengantuk dan akhirnya matanya mulai terpejam lalu menyusul aisha yg tertidur.
Malam itu mereka lewatkan dengan tidur saling berpelukan. Keduanya tampak saling merasakan kenyamanan di dalam pelukan tersebut,membuat pemandangan yg sangat romantis bagi siapapun yg bisa melihatnya.
Tak terasa matahari mulai terbit membuat kedua insan yg masih tertidur itu terkena pancaran sinarnya,tapi tak membuat mereka membuka matanya sedikitpun. Tepat jam 12 siang mereka baru bangun lebih tepatnya aisha yg lebih dulu bangun.
"hah?apa semalaman aku tertidur seperti ini dengannya?" gumam aisha terkejut. Ia pun tak mempermasalahkannya selama tidak melebihi batas. Saat hendak bangun dari sofa itu tiba-tiba saja tangannya ditahan deva.
"Sayang!jangan dulu bangun tetaplah seperti ini beberapa menit lagi,lagipula ini hari minggu!" ujar deva dengan mata yg masih terpejam.
__ADS_1
"Hmm,,aku ingin mandi"jawab aisha dengan malu-malu.
"Hmm baiklah kalau begitu aku tidur lagi nanti bangunkan aku jika kau sudah selesai mandi" ingat deva pada aisha.
"baiklah" angguk aisha lalu segera pergi ke kamar mandi meninggalkan deva.
Selesai mandi aisha pun membangunkan deva.
"Sayang,ayo bangun aku sudah selesai mandi" ucap aisha
Deva pun terbangun lalu mulai mengambil handuknya dan melangkah ke kamar mandi.
Selesai mandi deva pun keluar hanya dengan memakai handuk di pinggangnya saja,sontak hal itu membuat aisha terkejut dan segera menutup kedua matanya dengan kedua tangannya.
"Hei kau ini sangat tidak sopan ya" teriak aisha
"Apa maksudmu aisha?" tanya deva dengan nada heran dan memperhatikan seluruh tubuhnya dan dia sendiripun terkejut karena sadar dia hanya memakai handuk. "Maaf hehehe" ujar deva sambil berlari mengambil bajunya dan masuk ke ruang ganti pakaian.
Sore harinya ia pun mengantarkan aisha pulang ke rumahnya setelah mengantar aisha pulang deva pergi ke sebuah gudang kosong dan masuk kedalamnya.
"Bagaimana?apa dia sudah meminta untuk mati?" tanya deva dengan wajah yg sangat menyeramkan kepada 2 orang pria berbadan besar dan menyeramkan.
"Tidak bos! mungkin dia masih ingin disiksa" ujar salah seorang pria berbadan besar itu
"baiklah teruskan pekerjaan kalian seperti yg aku perintahkan itu!" ujar deva dengan tatapan membunuh.
"Baik bos" patuh kedua pria itu
......**Pengumuman......
Author mau buat pengumuman dikit ya !
maaf kalo dalam pengetikkan banyak banget yg salah gk jarang juga mungkin salah nyebut nama yg berdialog. Maaf juga kalo ceritanya kadang boring dan gk ada unsur panas-panasnya seperti novel lain karena biar novel ini bisa memenuhi syarat kontrak. dan kalo ada kesalahan tolong koreksi ya di komentar biar author tau..
__ADS_1
Terima kasih untuk para pembaca yg setia baca novel ini.
Jangan lupa vote ya. 🤣🤣😉😊😊**