Ikatan Cinta Masa Kecil

Ikatan Cinta Masa Kecil
Penculikan Aisha


__ADS_3

Aisha sudah menunggu lama akan tetapi deva masih belum pulang.


"Kemana dia ya? kenapa masih belum pulang?!" gumam aisha dengan wajah kesal.


Aisha pun duduk di tepi ranjangnya lalu mencoba berbaring dan memejamkan matanya. Akan tetapi masih belum bisa.


'Ting tong'


Tiba-tiba saja aisha mendengar bel apartemen berbunyi.


"Hah?! itu pasti dia!" seru aisha sambil segera keluar dari kamar lalu membuka pintunya.


Akan tetapi dugaan aisha salah,bukan deva yg datang melainkan orang asing.


"Selamat malam nona" sapa orang itu seraya membungkukkan badannya.


"Ya. Selamat malam. Anda siapa? ada perlu apa kemari?" tanya aisha dengan wajah curiga.


"Saya anak buah tuan deva. Saya diperintahkan tuan deva untuk menjemput anda" ucap orang itu.


"oh ya? benarkah?" tanya aisha menyelidik dan disertai curiga karena setahu aisha deva sangat sibuk di kantornya saat ini.


"Ya nona. Tuan deva sudah menunggu anda" angguk pelayan itu meyakinkan.


"Baiklah tunggu sebentar,aku akan mengganti bajuku dulu" ujar aisha segera berbalik dan tiba-tiba mulutnya di bekap oleh sapu tangan yg sudah disemprotkan obat bius.


Awalnya aisha masih bersuara,tapi akhirnya aisha pingsan. Orang yg membiusnya adalah orang yg baru saja berbicara sebagai aisha dengan mengaku sebagai anak buah deva. Akan tetapi ternyata orang itu datang berdua.


Mereka berdua menggendong tubuh aisha dan membawanya kebawah menuju parkiran. Saat itu apartemen dalam keadaan sepi karena sudah malam.


Mereka memasukkan aisha ke dalam mobil di jok belakangnya. Mereka juga mengikat tangan dan kaki aisha dengan tali.


Di dalam apartemen aisha


Bi asih tampak ketakutan dan tidak tahu harus melakukan apa. Ia melihat nonanya di culik oleh 2 orang pemuda kekar dan dibawa entah kemana.


Bi asih pun memutuskan untuk menelepon deva saja dengan ponsel aisha yg berada di kamar aisha.


"Hallo,bi? ada apa?" tanya deva dengan suara lelah di telepon itu.


"Tuan! nona aisha,tuan!" ucap bi asih gemetar dan khawatir.


"iya ada apa bi? mengapa bibi seperti orang ketakutan dan cemas? apa terjadi sesuatu pada aisha?" tanya deva panik.


"Em..anu ..tu..tuan!" ujar bi asih bingung harus berkata apa.

__ADS_1


"cepat katakan bi?! apa yg terjadi pada aisha?!" ucap deva semakin panik.


"nona diculik!" teriak bi asih membuat deva terkejut dan tak kalah panik.


"maksud bibi? dia diculik siapa? dan bagaimana bisa?" tanya deva tak percaya.


"Tu..tuan,tadi ada seorang pria yg datang kesini dan dia bilang pada nona bahwa ingin menjemput nona atas perintah tuan. Nona mempercayai itu dan ketila nona bilang ingin mengganti bajunya saat berbalik mereka membekap mulut nona hingga pingsan! Mereka juga membawa nona aisha dengan sebuah mobil berwarna putih!" jelas bi asih membuat deva tertegun


"Apa? kapan kejadiannya?" tanya deva.


"Baru saja tuan" jawab bi asih sudah menangis karena takut terjadi sesuatu pada aisha.


"Baiklah terima kasih bibi sudah memberitahuku. Bibi tunggu disana aku akan menjemput bibi untuk mencari aisha!" perintah deva.


"ba..baik tuan" ucap bi asih.


Deva memutus sambungan teleponnya lalu menelepon ridan.


"Hallo! cepat siapkan anak buah kita sekarang! kita mulai sekarang juga rencana itu! Aisha istriku sudah diculik!" perintah deva,lalu memutus sambungan teleponnya.


Reihan yg baru masuk ke ruangan deva terkejut melihat bosnya yg sedang panik.


"Ada apa tuan?" tanya reihan bingung.


"Aisha di culik! cepat kita pulang sekarang! aku sudah menyuruh reihan menyiapkan anak buahnya saat ini dan menjalankan rencananya." jelas deva.


Merekapun segera bergegas menuju apartemen aisha dimana bi asih masih berada disitu. Deva yakin bahwa yg menculik aisha adalah orang yg menelepon dan mengancamnya itu.


Sesampainya di parkiran,deva langsung menuju ke lantai dimana apartemen aisha berada. Tanpa permisi deva langsung membuka pintu apartemen.


"Tu..tuan!" seru bi asih seraya menghampiri deva sambil menangis.


"Ayo bi! kita cari aisha,apa bibi masih mengingat dan mengenali mobil yg membawa aisha?" tanya deva.


"Ya tuan,bibi masih ingat. Mobil itu berwarna putih dengan plat nomor BxxxxDXV!" jawab bi asih sambil mengingat-ingat mobil yg membawa nona nya pergi.


"Apa?! bibi tidak salah lihat kan?" tanya deva dengan wajah yg sudah sangat terkejut dan emosi.


"Ya tuan bibi sangat yakin,itu adalah nomor di platnya!" seru bi asih yakin.


"Reihan! kau tahu bukan itu mobil milik siapa?" tanya deva sambil menoleh pada reihan. Reihan pun mengangguk"Jika begitu,lacak mobil itu sekarang dan siapkan anak buah kita untuk melakukan olahraga kembali!" perintah deva.


Reihan pun mengangguk lalu segera melaksanakan perintah deva secepatnya.


"Bi! ayo bibi ikut denganku mencari aisha!" ajak deva.

__ADS_1


Bi asihpun mengangguk. Merekapun pergi mencari aisha.


Sepanjang perjalanan keduanya tampak tegang mencari keberadaan aisha.


Tiba-tiba saja mobil berhenti di sebuah jalanan sepi yg terdapat sebuah gudang besar. Disana sudah terdapat beberapa pria bertubuh kekar sudah tergeletak entah mati atau pingsan,seorang pria bertubuh kekar lainnya menghampiri mobil deva.


"Tuan,yg di luar sudah beres. Sisanya bagaimana? beberapa di dalam sedang mengawasi nona aisha" tanya pria itu.


"Kau panggil reihan dan ridan sekarang kemari. dan siapkan bereskan mereka semua!" perintah deva sambil menunjuk hampir sekitar 20 orang pria yg tergeletak di tanah.


"Baik tuan!" patuh pria itu lalu segera pergi melaksanakan perintah deva.


Deva pun mengajak bi asih turun dan masuk ke gudang yg sebenarnya sangat kotor dan menyeramkan itu.


Deva bisa melihat aisha diikat di sebuah kursi pada saat memasuki ruangan itu. Beberapa pria bertubuh kekar di dalam gudang itu menoleh melihat deva yg memasuki gudang itu.


"Siapa kau? beraninya masuk kesini? penjaga,keluarkan dia dari sini!" perintah pria paling besar disana yg sepertinya sangat kuat.


"anak buahmu itu sudah tidak ada yg bisa bangun lagi! dan aku siapa? kalian bodoh tidak tahu siapa diriku!" ketus deva sambil berjalan mendekat ke arah mereka.


Para pria itupun segera memasang kuda-kuda dan mengelilingin deva dan bi asih.


aisha masih dalam keadaan pingsan dalam ikatan itu.


sebelum mereka mulai menyerang deva,Ridan dan reihan datang membawa seorang pria yg sudah tua masuk ke gudang itu dengan tangan terikat dan wajah yg dipenuhi lebam.


"Sialan kau!" ucap pria itu dengan tatapan benci dan kemarahan yg sangat besar.


"Kau yg sialan! aku sudah bilang jangan pernah menyakiti keluargaku! tapi kau tidak mengerti! dan kalian,apa kalian akan diam saja? kenapa kalian tidak menyerangku saat ini?" tanya deva pada pria-pria bertubuh kekar yg akan menyerangnya tadi.


"masuklah!" teria deva ke arah pintu. Tak lama masuklah beberapa anak buah deva. Deva memberi isyarat pada mereka dan merekapun menangguk mengerti.


Anak buah deva menangkap satu-persatu pria bertubuh kekar yg akan menyerang deva.


"Bi,bawa aisha pergi dari sini! naiklah taksi,aku akan menyusul!" perintah deva sambil melepaskan tali yg mengikat aisha.


"Aisha! bangunlah" ucap deva sambil menepuk pipi aisha pelan. Aisha pun terbangun lalu memeluk deva sambil menangis.


"Suamiku!" seru aisha.


"Ya sayang,jangan takut! aku bersamamu. Cepat pergilah dari sini bersama bi asih!" perintah deva. Aisha pun mengangguk.


Bi asih pun menggandeng tangan aisha dan membawanya keluar dari gudang itu.


Bersambung...

__ADS_1


Selamat Membaca!!!


__ADS_2