Ikatan Cinta Masa Kecil

Ikatan Cinta Masa Kecil
Lamaran dan Pertengkaran


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat tak terasa esok adalah hari dimana deva akan melamar aisha. Malam itu deva tidak bisa tidur karena memikirkan lamaran besok untuk aisha dia hanya berguling-guling di kasur.


"Heuh ada apa ini? knp aku malah tidak bisa tidur seperti ini" dengusnya kesal."Aisha karena demi dirimu aku menjadi seperti ini semoga kau tidak seperti diriku malam ini" ujarnya bergumam sendiri.


(lah kok malah nyalahin aisha sih,aisha tau apa coba?😂🤣)


Di kamar aisha


Sama halnya seperti deva,aisha juga sedang berguling-guling di kasur tidak bisa tidur.


"Ada apa ini knp aku seperti ini?"tanyanya pada diri sendiri dengan nada heran."ah mungkin lebih baik aku menghubungi deva saja" sambungnya sambil tersenyum


Ia pun mengambil ponsel nya yg berada diatas meja riasnya lalu menghubungi deva.


Di kamar deva


Deva masih tidak bisa tidur lalu ia memutuskan untuk pergi ke ruang kerjanya tapi sebelum ia beranjak ponselnya berdering tanda ada yg meneleponnya.


"Siapa yg menelepon malam-malam begini?" gumamnya lalu langsung mengambil ponselnya dan ketika melihat nama aisha yg tertera di layar ponselnya ia pun tersenyum girang.


"Ya sayang, ada apa malam-malam begini menelepon?"tanya deva setelah mengangkat telepon itu.


"Tidak sayang,aku hanya tidak bisa tidur apa kau juga sama?" tanya aisha di telepon itu.


"Ya sayang,entah apa yg menggangguku sampai aku tidak bisa tidur padahal esok hari yg sangat penting untuk kita berdua,aku sangat ingin melihat wajahmu yg memerah besok"canda deva dengan nada usilnya.


"A...aa..pa,kau ini sepertinya sangat senang menggodaku ya!" ketus aisha terbata-bata karena malu.


"Sayang!" panggil deva


"Ya,apa?" ketus aisha


"Aku ingin menceritakan sesuatu padamu,tapi kau harus berjanji!" ujar deva pada aisha kali ini dengan nada yg serius.

__ADS_1


"berjanji untuk apa?" tanya aisha tak kalah serius


"bahwa kau tidak akan marah dan menolak,ini semua demi masa depan kita Aisha" jelas deva


"Ya jika itu untuk kebaikan maka aku berjanji" ucap aisha seketika membuat deva merasa tenang


"Tapi sebelum itu aku ingin bertanya padamu! aku harap kau menjawabnya dengan jujur" ucap deva sambil menghela nafas panjang.


"Baiklah katakan saja. aku berjanji akan menjawabnya dengan jujur" angguk aisha


"Kau berteman dengan laki-laki yg bernama daris bukan?" tanya deva dengan nada yg terdengar sangat serius.


"Ya memangnya ada apa?" tanya aisha terkejut karena deva bisa mengetahui nama temannya itu


"Aisha kau tau? dia pernah ingin menjebakmu! jika saja aku tidak ada disana mungkin kau sudah habis olehnya! aku harap mulai sekarang kau menjauhinya!" jelas deva dengan nada tegas


"Apa maksudnya?! untuk apa dia berbuat seperti itu kau tau dia adalah temanku dari waktu aku menginjak bangku SMA jadi tidak mungkin dia akan berbuat sejahat itu padaku! jangan macam-macam deva! mana mungkin aku akan menjauhinya!" bentak aisha pada deva.


Mendengar ucapan itu sontak membuat aisha merasa kesal dan emosi "Aisha ! aku berkata jujur aku sendiri yg melihatnya dengan mataku! kau harus percaya padaku. Aku tegaskan sekali lagi kau tidak boleh bertemu dengannya lagi!" bentak deva di telepon itu


"Sayang! dia temanku kau harus percaya dia tidak akan melalukan hal sehina itu padaku! entah apa yg membuatmu menuduhnya tapi mungkin kau berkata seperti itu karena kau cemburu bukan padanya!" Jelas aisha dengan nada yg sedikit tenang beranggapan jika deva hanya cemburu pada daris.


"Terserah kau saja aisha tapi aku akan membuktikan bahwa dia tidak sebaik itu!" bentak deva lalu memutuskan sambungan teleponnya.


Deva pun memutuskan untuk tidur dan tidak lama akhirnya ia pun tertidur dengan kemarahan yg masih dipendamnya karena aisha lebih memilih mempercayai daris daripada dirinya.


Begitupun aisha ia juga memutuskan untuk tidur.


Tak terasa hari sudah pagi,hari ini adalah hari yg sangat penting untuk deva dan aisha. Kedua keluarga itu sedang sibuk bersiap-siap.


Di rumah deva


Deva sedang mempersiapkan dirinya serapih mungkin tapi hari ini wajahnya tampak datar dan masih kesal dengan aisha,namun semua itu tidak menghambat lamarannya.

__ADS_1


Ibu ratih,susan,dan rama pun sudah sangat rapih sekeluarga itu sudah menyiapkan segalanya dari jauh-jauh hari lamaran.


Setelah selesai bersiap-siap deva pun turun dengan penampilan yg sangat tampan memakai stelan tuxedo warna hitam seperti biasa pakaiannya sangat formal.


"Ayo kita berangkat sekarang!" ajak deva namun dengan wajah datar.


"Hei kakak ipar kau akan melamar pujaan hatimu tapi knp kau cemberut seperti itu" goda rama adik iparnya itu


"Heuh ayolah jika kita berbicara terus kita akan terlambat " ketus deva sambil melirik tajam adik iparnya itu.


Susan dan ibu ratih pun saling pandang merasa heran dengan sikap kakaknya yg malah galak di hari bahagianya itu. Merekapun tidak ingin ambil pusing lalu segera pergi menyusul deva ke dalam mobil.


Di rumah Aisha


Semua orang tampak sedang menunggu di depan pintu kecuali aisha ia sedang melihat dari kaca kamarnya di lantai atas.


Tak lama sebuah mobil yg tak asing bagi aisha sampai di pekarangan rumahnya lalu turunlah pangeran tampannya itu beserta 3 orang yg juga sudah di kenalnya. Dari bawah deva melirik ke atas yg terdapat kamar aisha dia pun melihat aisha di balik kaca kamarnya itu dengan pandangan dingin.


Aisha pun merasa heran melihat ekspresi deva"Sepertinya deva masih marah padaku" gumamnya sambil berjalan dan duduk di atas ranjangnya


Deva beserta keluarganya pun dipersilahkan masuk ke dalam rumah lalu duduk di ruang tamu.


Lamaran pun dimulai lalu ibunya aisha pun membawa aisha turun.Penampilannya hari ini tampak sangat cantik dengan kebaya warna hijau tua dan balutan kain batik sebagai roknya ia pun duduk di dekat deva.


"Sebelumnya saya berterima kasih karena telah disambut di rumah ini. dan maksud kedatangan saya kesini adalah untuk melamar aisha" ucap deva dengan kepala tertunduk dan nada seriusnya"Pak,bu bagaimana? apakah kalian menerima dan menyetujui lamaran ini?"tanya deva dengan nada serius


"Nak,deva kami mengenal baik dirimu dari kecil kami selalu menyayangimu layaknya putra kami sendiri. Akan tetapi,saya memang ayah dari aisha tapi keputusan nya ada pada aisha" ucap ayahnya aisha dengan nada lembut"Putriku aisha apa kau menerima lamaran dari deva?" tanyanya pada aisha.


Aisha pun mengangguk"ya ayah aku menerima lamaran ini" ucapnya.


Seketika keluarga deva dan aisha pun senang,terutama Ibu Ratih. setelah itu semuanya memutuskan untuk makan bersama.


Setelah selesai makan keluarga deva memutuskan untuk pulang,kecuali deva. Ia memutuskan untuk langsung pergi ke kantor. Tanpa pamit pada aisha deva pun pergi menaiki taksi. hal itu mem buat Aisha merasa bersalah dan gelisah ia pun memutuskan besok akan mengajak deva berbicara tentang masalah itu...

__ADS_1


Deva ternyata beneran marah ya sama aisha,,,kira-kira kapan ya mereka baikan kasian aisha sedih terus... ikuti terus ya kisah Aisha&Deva!!!😉😉😊


__ADS_2