Ikatan Cinta Masa Kecil

Ikatan Cinta Masa Kecil
Pulang Bertiga


__ADS_3

Mereka berdua atau lebih tepatnya bertiga dengan calon bayi mereka sudah bersiap untuk pulang.


"Sayang ayo semua sudah siap" ajak deva sambil menarik 2 buah koper dan menyelendangkan 1 buah tas yg lumayan besar membuat aisha ternganga menatapnya.


"Kau serius ingin membawa semua itu?" tanya aisha tak percaya.


"ya memangnya kenapa? aku tidak akan mengizinkanmu membawa barang-barang yg berat ataupun ringan!" tegas deva.


"Aku tau aku sedang hamil tapi tidak mungkin seharian aku hanya diam saja tidak berkegiatan apapun dan tidak boleh mengangkat hal kecil sedikitpun. Dan tidak mungkin juga aku membiarkanmu membawa semua barang-barang itu! pasti berat coba kemarikan tas yg menurutmu ringan!" pinta aisha dengan wajah meyakinkan.


"Tidak..! Tidak boleh!" larang deva tegas."Cepat sana jalan!" perintah deva dengan nada datar.


"Baiklah kalau begitu" ucap aisha dengan bibir cemberut.


"jangan cemberut seperti itu sayang! aku berjanji jika kandunganmu sudah mulai kuat aku tidak akan melarangmu lagi!" ujar deva membujuk aisha. Akhirnya aisha pun luluh dengan bujukan deva lalu tersenyum senang.


"Kau berjanji kan?" tanya aisha.


"Tentu saja tapi dengan syarat!" jawab deva.


"Syarat apa?" tanya aisha mulai malas lagi pada deva.


"Kau harus mau menuruti apa yg aku katakan demi kebaikan kehamilanmu! ingat jika kau membantah aku akan mengurungmu di kamar !" ancam deva dengan raut wajah serius"ini menyangkut nyawamu dan nyawa bayi kita jadi jangan seenaknya melakukan kegiatan apapun! aku tidak bisa jika melihat kalian menderita!" lanjut deva sambil mengelus kepala aisha.


"Baiklah,kalau begitu ayo!" ajak aisha sambil berjalan di samping deva.


"Hati-hati dan pelan-pelan berjalannya!" ingat deva pada aisha.


"Baiklah-baiklah!" angguk aisha. Aisha merasa sangat senang karena perhatian deva yg selalu ada untuknya bahkan selalu menuruti keinginannya ini sampai keinginan yg konyolpun pasti dituruti deva.


Mereka sudah tiba di bandara bandra-mumbai lalu mulai memasuki pesawatnya dan tak harus menunggu lama pesawat mereka sudah terbang.


Tak terasa pesawat akan segera mendarat selama perjalanan deva tidak berhenti bertanya pada aisha sambil mengelus-elus perut aisha yg masih rata.


"Sayang apa kamu lapar? atau ingin makan sesuatu? apakah tidak mual dan pusing lagi?" tanya nya cerewet.

__ADS_1


"Tidak aku hanya ingin minum jus jeruk saja" pinta aisha


"Baiklah sebentar aku akan memesannya pada pramugari" ujar deva lalu dianggukki aisha.


"Ren tolong buatkan 1 gelas jus jeruk untuk istriku!" perintah deva pada salah satu pramugari yg bernama reren itu.


"Baik tuan saya akan membuatkannya" patuh reren si pramugari itu sambil bergegas untuk membuatkan jusnya.


Tidak lama reren kembali membawa segelas jusnya dan memberikannya pada aisha.


"Silahkan nyonya ini jusnya" ucap reren sambil menyodorkan jusnya pada aisha.


"Terima kasih"ujar aisha sambil tersenyum pada reren


Reren pun mengangguk lalu undur diri dari hadapan keduanya.


"Cepat minum jusnya" perintah deva.


"Iya sebentar aku merasa...- hoeekkk" aisha hampir muntah di hadapan deva lalu segera berlari ke kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya. Deva segera mengejar aisha karena khawatir aisha kembali pingsan.


"Sayang pelan-pelan jangan berlari" ucap deva setengah berteriak.


Aisha sudah mulai merasa lebih baik setelah memuntahkan semua isi perutnya ia pun menoleh pada deva yg masih mengolesi punggungnya dengan minyak kayu putih. "Kau sudah merasa baikkan?"


"Ya hanya sedikit mual saja" jawab aisha dengan suara parau.


Deva pun sedih melihat aisha seperti itu lalu memeluk aisha dengan perasaan bersalah,seharusnya ia tak meminta anak dulu jika tau aisha akan menderita seperti ini.


"Maaf ya sayang" ujar deva dengan nada sedih.


"Maaf untuk apa?" tanya aisha bingung.


"Karena aku kau jadi seperti ini" balas deva merasa semakin bersalah.


"Hei tenang saja orang hamil memang seperti ini" jawab aisha menenangkan deva.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu kita ke kamar saja agar kau bisa istirahat" ajak deva tapi sebelum sempat berjalan ternyata pesawat sudah mulai mendarat ia pun menoleh pada aisha sambik tersenyum kikuk"ternyata sudah mendarat ya kita kembali duduk saja" ucapnya sambil salah tingkah.


"Iya baiklah" ucap aisha sambil menggandeng tangan deva.


Merekapun duduk kembali tak lama pesawat sudah mendarat di jakarta lalu mereka segera turun. Kali ini deva tidak membawa 2 koper dan 1 tas itu lagi karena sudah dibawakan oleh reihan si asisten pribadinya itu. Ternyata ibunya deva beserta susan dan suaminya sudah menyambut kepulangan mereka.


"Hmm kenapa kalian berdua lebih cepat pulangnya daripada perkiraan?" tanya ibu ratih heran karena seharusnya putranya pulang sekitar 1 minggu lagi.


"Berdua? kami tidak berdua!" ketus deva pada ibu ratih.


Bu ratih hanya bingung mereka jelas-jelas berdua tapi kenapa deva mengaku jadi bertiga? apa dia putranya membawa seseorang dari bulan madunya? batinnya bertanya-tanya. "Bertiga dengan siapa? jangan bilang ka-" sebelum ibu ratih selesai bertanya deva sudah menyelanya karena pasti ibunya itu akan berprasangka buruk padanya.


"Ibu aku bukan seorang playboy!" selanya.


"Lalu bagaimana bisa kalian bertiga?" tanya ibu ratih semakin bingung.


"Ya bertiga. Aku,Aisha dan calon bayi kami!" jelas deva membuat ibu ratih ternganga lalu tersenyum bahagia.


"Jadi aisha sedang hamil?" tanya nya tak percaya.


"Iya benar sekali" angguk deva.


"Wahhh akhirnya ibu akan memiliki cucu!" seru ibunya riang lalu memeluk aisha dan mengelus-ngelus perut aisha yg masih datar itu.


"Sudah mam nanti saja peluk-pelukkannya! aisha masih sangat kelelahan dan lemah dia harus segera istirahat!" jelas deva mengingatkan.


"Oh ya ampun baiklah ayo cepat kita pulang ke rumah mama juga punya kabar baik untuk kalian!" seru ibu ratih antusias"oh ya jangan lupa besok undang keluarga aisha untuk kerumah agar mereka tahu bahwa aisha akan memberi mereka seorang cucu. ah mama sudah tidak sabar." ujar bu ratih girang.


"Iya ma ayo" jawab aisha lemah.


Merekapun segera memasuki mobil masing-masing deva dan aisha serta reihan memasuki mobil deva sedangkan bu ratih memasuki mobil yg lain yg di setir oleh supir pribadi deva.


Di dalam mobil aisha terlelap mungkin karena kelelahan. Ia tertidur dengan posisi kepala di pangkuan paha deva dan deva tidak berhenti mengelus-ngelus kepala aisha agar merasa nyaman.


Merekapun sampai di rumah deva lalu bu ratih segera menyuruh keduanya istirahat.

__ADS_1


**Author mau kasih pengumuman dikit jangan lupa ya mampir di karya kedua author judulnya Cintai Aku dengan Caramu yg isinya kisah cinta Reihan si asisten Pribadi Deva dan Resha kakak perempuannya Aisha.


Segitu dulu ya upnya besok up lagi**!!!


__ADS_2