
Hari itu adalah hari dimana aisha harus bertemu dengan daris dan hari dimulainya rencana deva yg sudah dipercepat.
Tampak aisha sudah menunggu di restoran hotel tersebut yg berada di lantai 2. Tidak lama munculah pria yg sedang ditunggu aisha.
"Hallo,aisha apa kau sudah lama menunggu?" ucap daris sambil berjalan menghampiri aisha yg sedang duduk dengan wajah datarnya.
"Ya! waktuku terbuang sia-sia!" ketus aisha.
"eh,ma...maafkan aku aisha!" kata daris gugup karena ditatap dengan tajam oleh aisha.
"Cepatlah! ada apa tujuanmu bertemu denganku!" ketus aisha kembali.
"Aku hanya ingin bertemu denganmu dan menghabiskan waktu bersamamu,hehe" kata daris sambil tersenyum manis.
Daris tidak sadar bahwa aisha memakai earphone di telinganya yg membuat aisha mudah dalam melakukan rencananya tentunya dalam pengawasan deva.
Deva yg akan memberikan langkah-langkah dan apa saja yg harus aisha lakukan lewat earphone itu dan deva juga akan bisa mendengar pembicaraan aisha dengan daris lewat earphone itu.
Deva mulai mengarahkan aisha dalam memajukan rencananya."Aisha jangan ketus seperti itu nanti dia curiga. Lembutlah sedikit padanya tenang saja jika dia berbuat yg tidak-tidak ada pengawalku duduk di sebelahmu dan akan terus mengawasimu" ujar deva.
Aisha pun mengerti dan mulai bersandiwara bersikap baik pada daris.Tapi dalam hatinya aisha sangat muak melihat wajah pembunuh di hadapannya itu.
"Aisha bisakah kita berteman kembali seperti dulu?" ucap daris lembut sambil memegang tangan aisha.
Aisha pun menepis tangan daris"Ya baiklah tapi berhentilah mencoba menyentuhku,aku tidak suka!" ucap aisha masih dengan nada sedikit ketus dan tatapan mata yg tajam.
"Baiklah,eh kau mau makan apa?" ucap daris membuat aisha sontak tertawa."knp kau tertawa. tapi saat tertawa kau semakin cantik saja!" ucap daris sedikit gombal.
"Huft!kau menawariku makan di restoran hotelku sendiri?" ucap aisha membuat daris malu.
"Oh ya ampun aku lupa restoran ini milik laki-laki lemah itu" gumamnya pelan
__ADS_1
"Kau bicara sesuatu?" tanya aisha sambil masih berusaha menghentikan tawanya sampai air matanya keluar.
"Tidak aisha! eh hehehe tidak ada" ucap daris sedikit menunduk malu.
"Oh baiklah" ucap aisha tegas.
"Aisha kau sibuk hari ini?" ujar daris tiba-tiba bertanya.
"Tidak memangnya kenapa?" ucap aisha mulai bersandiwara lembut pada daris.
"Ayolah kita jalan-jalan!" rengek daris membuat aisha semakin sebal padanya tapi demi deva dia harus kuat dengan sandiwaranya ini.
"Baiklah ayo" jawab aisha sambil pura-pura senyum
"Kita naik mobilku saja" ajak daris.
"Maaf!aku tidak bisa jika naik mobilku aku akan ikut jika tidak maka silahkan kau pergi dari sini!" usir aisha membuat daris semakin menahan malu di restoran itu.
"Baiklah silahkan saja!" ucap aisha sambil tersenyum senang.
Tanpa berkata-kata lagi daris pergi meninggalkan aisha yg duduk disana sambil memandangnya jijik. Aisha pun pergi ke lift untuk menuju kamar deva sambil terkikik geli.
Sesampainya disana deva sedang tertawa ketika aisha membuka pintunya deva menoleh dan langsung beranjak menghampiri aisha. Deva pun menutup pintunya dan membuat aisha kaget. Deva terus berjalan menghampiri aisha sampai punggung aisha beradu dengan tembok membuat aisha hanya terdiam.
Deva pun langsung memeluk aisha dengan erat sambil sesekali mencium keningnya dan membawanya berputar-putar seperti anak kecil lalu menggendong aisha ala bridal style. Aisha makin terkejut dengan perlakuan deva padanya tapi dia tidak memikirkannya.
"Kau memang sangat pintar bersandiwara sayang!hahaha lihat ekspresi daris tadi dia sangat takut padamu!" puji deva lalu membawa aisha berputar-putar dalam gendongannya.
"Hei turunkan aku!aku takut jatuh"pekik aisha ketakutan.
"Tidak sayang kau tidak akan jatuh karena aku ada bersamamu" seru deva semakin lincah menggendong aisha dan kali ini membawa aisha naik ke atas ranjangnya.
__ADS_1
"Ya kau benar,saat bersamamu aku akan selalu merasa damai bahkan aman dan nyaman" jawab aisha membuat deva menghentikkan tawanya lalu menurunkan aisha dan menggenggam tangannya dengan sangat erat.
"Aisha,tetaplah bersamaku sampai maut memisahkan kita!" ujar deva
"Ya aku akan selalu bersamamu"jawab aisha lalu bersandar ke dadanya deva.
"Semua akan kita lalui bersama baik itu suka ataupun duka. Kita harus selalu bersama aisha! Kau adalah tujuanku untuk hidup,kau adalah alasanku untuk hidup bahkan kaulah kekuatanku untuk hidup saat ini! Aku akan melakukan segalanya untuk membuatmu bahagia bahkan aku akan mengorbankan nyawaku untuk kebahagiaan-" ucapan deva terpotong karena tangan aisha menutup mulut deva.
"Dengar kau tidak berhak berbicara seperti itu!kita akan bersama hingga maut memisahkan kita. Cinta kita akan saling melengkapi. Jika kau ada kekurangan maka aku juga ada dan Jika kau punya kelebihan maka aku juga ada. Kelebihan yg kita punya akan melengkapi kekurangan yg kita punya. Kau tau saat bersamamu aku merasa hidupku terjaga dan bahagia. Aku tau mengapa saat kecelekaan dulu aku tidak tiada alasannya karena dirimu yg menantiku. Maaf jika aku pernah menyakitimu saat aku kehilangan ingatanku" jelas aisha lalu kembali memeluk deva dengan erat.
"Ya sayang aku tau semua karena kecelakaan. Bahkan aku juga ingin minta maaf karena saat itu aku membentakmu hanya karena sebuah jam tangan yg mahal." ujar deva sambil membalas pelukan aisha.
Merekapun saling memeluk dengan mesranya,seperti ada lem yg menempel di tubuh mereka karena mereka enggan melepaskan pelukan tersebut sampai ada seseorang yg memencet bel kamar deva.
"Aku akan membukanya,kau tunggulah disini aku takut yg datang orang yg tidak dikenal" ujar aisha seraya berjalan menghampiri pintu.
"Siapa di luar?" tanya aisha setengah berteriak.
"Ini saya Reihan nona!" ucap orang di luar pintu yg ternyata adalah reihan.
Aisha pun membuka pintu dan ternyata yg datang memang reihan yg membawa 3 kantung plastik makanan pesanan deva.
"Masuklah pak Reihan" kata aisha sambil mempersilahkan reihan masuk
"Terima kasih nona"ujar Reihan sambil membungkukkan badannya tanda hormat pada aisha lalu diangguki aisha "Tuan ini pesananmu" lanjutnya beralih pada deva dan menyerahkan bungkusan plastik itu.
"Baiklah aisha,Reihan ayo kita makan bersama saja setelah ini kita akan membicarakan kembali rencana yg telah kita buat.
Mereka pun makan bersama termasuk dengan reihan yg sudah dianggap deva seperti saudaranya sendiri karena Reihan adalah teman deva sedari deva kuliah. Dan orang tua reihan juga adalah pekerja di perusahaan deva saat perusahaan masih dikendalikan oleh ayahnya deva. Setelah deva mengendalikan perusahaan ayahnya Reihan diangkat untuk menggantikan ayahnya yg bekerja sebagai asisten pribadi CEO perusahaan ayahnya deva.
Maaf ya kalo ceritanya sering tiba-tiba gk nyambung karena perlu banyak mikir buat bikin alur ceritanya nyambung dari awal... Sekian dulu up siang ini ntar malam di up lagi...
__ADS_1