
Kilas balik.
Niko sangat kaget ketika dia menerima gugatan cerai dari Lita. Hubungan mereka satu tahun belakangan ini memang cenderung tidak baik. Namun, Niko yang berusaha bertahan, tak menduga kalau Lita akan mengambil langkah paling buruk ini.
Semenjak Lita menduduki posisi sebagai kepala sekretaris di XY Group, diam-diam Niko sering membantunya dalam banyak hal. Niko melihat banyak orang yang tidak menyukai Lita, yang cerdas dan tegas, menduduki posisi tinggi itu di usianya yang tergolong masih muda. Niko tak pernah luput memantau semua pergerakan di sekeliling istrinya. Posisinya sebagai asisten presiden direktur, yang saat itu diduduki oleh Komisaris Gusta, membuat Niko mudah mengambil langkah apapun untuk melindungi Lita. Jadi, pada masa itu, orang ketiga yang ditakuti sejagat XY Group setelah Komisaris Gusta dan Niko, adalah Lita.
Semakin bergeraknya waktu, Lita mengetahui bahwa Niko banyak melakukan hal-hal untuk dirinya dan bagi Lita, itu melukai harga dirinya. Niko pernah membuat salah satu direktur XY Group dilepas dari jabatannya karena dia pernah merusak reputasi Lita. Niko juga tidak jarang mengkonfrontasi pihak-pihak yang menentang Lita. Pada dasarnya, niat baik Niko adalah dia tidak ingin istrinya direndahkan.
Lita menjadi marah. Sejak itu, mereka sering bertengkar. Lita merasa Niko terlalu berlebihan dalam membantunya. Dia merasa dia bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Lita berpikir bahwa Niko selalu menganggapnya lemah dan itu tidak disukainya.
Niko memang sangat keras terhadap orang lain. Dia bukan tipe orang yang memberikan kesempatan kedua pada orang lain. Baginya, tidak ada satupun yang boleh menginjak harga dirinya. Menginjak harga diri istrinya, sama dengan menginjak harga dirinya. Niko tak pernah sedikit pun memberi celah pada orang lain untuk merendahkannya.
Kedua orang itu pada dasarnya sama-sama keras. Keduanya sama-sama merasa benar dan keduanya sama-sama ingin menang. Sifat keras keduanya inilah yang memicu keretakan hubungan mereka.
Dulu, Niko merasa sangat cocok dengan Lita karena Lita memiliki kecepatan berpikir dan prinsip yang mengagumkan. Wanita cerdas yang pertama kali dikenalnya sebagai asisten ibu Komisaris Gusta itu, adalah wanita pertama yang disukai Niko. Bagi Niko, dia seperti melihat dirinya sendiri di dalam diri Lita.
Bagi Lita, Niko adalah sosok kuat yang tak tertandingi orang lain. Orang yang bahkan menurutnya lebih berbahaya daripada Komisaris Gusta itu, membuat Lita jatuh hati. Namun, Lita cenderung merahasiakan perasaannya. Keduanya pun menikah tak lepas dari campur tangan ibu Komisaris Gusta.
__ADS_1
*****
"Nona, masalah pada rahim anda cukup serius. Aku rasa, ini sudah ada sejak lama, tetapi anda baru menyadarinya sekarang."
"Lalu, apa yang harus saya lakukan dokter?" Lita bertanya dengan hatinya yang berdebar. Entah dia siap atau tidak mendengar jawaban dari dokter di hadapannya ini.
"Untuk saat ini, anda bisa mulai mengonsumsi obat-obatan dulu. Kita akan lihat seberapa besar perkembangannya. Perlu anda ketahui bahwa penyakit anda mungkin saja sembuh meskipun tidak seratus persen kembali normal, tetapi kemungkinan besar anda akan sulit memiliki anak."
Hati Lita seperti tertembak ribuan kali. Seperti mimpi buruk, tetapi Lita tidak bisa bangun dari mimpi itu. Secara tidak sadar, setetes air mata Lita jatuh di pipinya. Dia tidak menangis, tetapi air matanya tak bisa tertahan jatuh begitu saja.
"Anda bisa melakukan cara lain untuk memiliki anak. Program bayi tabung rasanya akan sulit, mengingat kondisi rahim anda. Namun, kalau anda menggunakan ibu pengganti, rasanya itu cara yang peluangnya cukup besar bagi anda untuk memiliki anak." Dokter menjelaskan lagi.
Lita menjadi temperamen dalam menghadapi apapun di depannya. Dirinya menjadi sangat sensitif apalagi jika membicarakan perihal anak. Komunikasinya dengan Niko menjadi hancur berkeping-keping karena Lita bersikap aneh dan cenderung menghindari Niko. Ditambah lagi dengan kekesalannya pada Niko yang ternyata memegang peranan besar dibalik posisinya di perusahaan saat itu.
Lita tidak mau memberitahu Niko kejadian yang sebenarnya. Dia memilih menyimpannya sendiri. Tak ada satu pun yang tahu tentang penyakitnya. Tumpukan beban pikiran itulah yang membuat Lita memutuskan untuk bercerai dengan Niko. Lita tidak akan sanggup jika harus berbagi Niko dengan wanita lain. Lebih baik dia pergi daripada menyaksikan suaminya bahagia bersama wanita selain dirinya.
Niko berkali-kali meminta penjelasan pada Lita kenapa dia menceraikannya. Meskipun komunikasi mereka tidak baik, tapi Niko yakin kalau masalah itu bisa diselesaikan baik-baik. Namun, tak ada yang bisa menggempur kekuatan hati seorang Lita. Niko pun hanya bisa pasrah mengikuti keinginannya karena dia pun sudah lelah menghadapi Lita yang berkeras diri untuk bercerai.
__ADS_1
Pasca bercerai, keduanya menjalani hidup seperti biasa. Mereka cenderung menghindari pertemuan dalam satu acara sebisa mungkin. Jarak itulah yang semakin lama, semakin memisahkan mereka. Meskipun bekerja di satu kantor yang sama, keduanya bertingkah seperti orang asing. Bahkan satu patah kata pun, tidak pernah terucap dari mereka saat berpapasan.
Niko penasaran dengan alasan Lita menceraikannya. Dia sempat berpikir apakah Lita memiliki laki-laki lain. Apa benar Lita semarah itu karena dia banyak membantunya? Lita adalah seorang wanita yang logis dalam berpikir. Dia pasti punya alasan kuat dibalik itu semua. Perlahan, Niko mencari tahu semua tentang Lita, kegiatannya, orang-orang yang ditemuinya, tempat-tempat yang didatanginya, Niko menyelidiki itu semua. Sampai suatu hari, Niko menemukan sebuah fakta bahwa Lita memiliki sebuah penyakit yang membuatnya sulit mendapatkan anak.
*****
"Lita, aku tidak tahu apa yang ada di pikiranmu. Aku kecewa karena kau tidak memercayaiku sebagai laki-laki dan sebagai suamimu saat itu." Niko mengungkapkan apa yang ingin dikatakannya sejak dulu.
"Seberapa banyak kau tahu, Niko?"
"Apa ada lagi yang kau sembunyikan? Hatiku memang sakit saat mengetahuinya. Tapi, aku lebih sakit lagi ketika pengacaramu datang dan memberitahuku tentang rencana perceraianmu. Aku pikir, kau akan menyelesaikan masalah kita bersama. Tapi kau justru menganggap itu masalahmu sendiri."
Lita meletakkan sendok dan garpunya di sisi piring. "Niko, bisakah kita tidak membicarakan itu lagi? Kita pulang saja. Nyonya pasti sudah menungguku."
"Apa kau masih mencintaiku? Aku tidak akan membahasnya lagi, tapi jangan pernah hentikan aku untuk melakukan apapun yang aku mau di kemudian hari."
Tatapan mata Niko sangat dalam menatap Lita. Raut ketegasan di wajahnya, mengisyaratkan bahwa tidak ada satu hal pun yang dapat menghentikan Niko. Lita pun tidak bisa berkata apa-apa lagi. Jika Niko berbicara tentang cinta, maka diam akan lebih baik bagi Lita.
__ADS_1
*****
bersambung...