
Hari ini adalah hari pertemuan pejabat tinggi XY Group. Pada momen inilah Komisaris Gusta akan memperkenalkan Shasa sebagai calon menantunya kepada para pejabat XY Group. Bersamaan itu pula, pernyataan resmi tentang pertunangan pewaris XY Group diumumkan ke publik.
Pertemuan hari ini diawali dengan rapat para petinggi XY Group beserta jajaran anak perusahaan dan diakhiri dengan jamuan makan siang bersama. Sejak pagi, Leo dan Komisaris Gusta sudah ada di lokasi pertemuan yang berada di sebuah hotel mewah milik XY Group. Sedangkan, Nyonya Sofia dan Shasa masih bersiap di rumah.
Nyonya Sofia begitu sibuk mengatur para pelayan yang membantu Shasa bersiap. Sebuah pakaian formal yang elegan dan sopan telah dipersiapkan untuk Shasa. Tas dan sepatu yang senada dengan pakaiannya juga telah disiapkan. Leo berkali-kali mengingatkan Nyonya Sofia unyuk memastikan Shasa menggunakan riasan wajah yang alami, tidak perlu berlebihan. Bagi Nyonya Sofia, baru kali ini Leo peduli dengan penampilan orang. Lagipula, siapa juga yang berniat mendandani Shasa dengan berlebihan, Nyonya Sofia sangat berpengalaman dalam hal penampilan seperti ini, dia pasti menyesuaikannya dengan tipe acara yang akan didatangi.
Shasa begitu gugup menjalani hari ini. Semakin dekat jamnya, semakin gugupnya bertambah. Terlebih lagi, Leo sudah berangkat lebih dulu bersama Komisaris Gusta sehingga tidak ada yang membantu menenangkan Shasa.
Setelah selesai bersiap, Shasa dan Nyonya Sofia berangkat bersama menuju hotel tempat pertemuan diadakan.
Rapat mengenai bisnis XY Group berjalan dengan lancar, meskipun beberapa kali Leo mengeluarkan peluru-peluru tajamnya ke beberapa orang. Menyangkut bisnis dan pekerjaan, Leo memang sangat keras, disiplin, dan profesional. Jika dia melihat ada orang-orang yang justru merugikan perusahaan, baik dari segi finansial ataupun reputasi perusahaan, Leo tidak segan-segan melemparnya keluar.
Waktu jamuan makan bersama sudah semakin dekat. Nyonya Sofia dan Shasa sudah sampai di hotel. Keduanya masuk beriringan dengan asistennya masing-masing menuju ke ruang pertemuan. Mereka bertemu Niko dan asisten Haris di depan pintu ruang pertemuan. Setelah memberi hormat pada Nyonya Sofia dan Shasa, Niko masuk ke dalam ruangan dan memberitahu Komisaris Gusta bahwa Nyonya Sofia dan Shasa sudah sampai.
"Hari ini, saya akan mengumumkan sesuatu yang penting tentang Keluarga Saya. Pewaris XY Group, yang juga Presiden Direktur saat ini, Leo, akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat." Komisaris Gusta berbicara dengan cukup lantang, membuat para pejabat XY Group tak bisa melepaskan perhatiannya dari Komisaris Gusta. Para pejabat itu juga terkejut dan menebak-nebak siapa calon pengantin wanita yang beruntung itu.
"Saya akan memperkenalkan kalian semua pada calon menantu saya, calon istri dari Leo yang beberapa hari lalu telah resmi bertunangan." Komisaris Gusta memberikan isyarat pada Niko untuk membawa Shasa masuk.
Shasa begitu gugup ketika Niko mempersilahkannya untuk masuk. Dia merapikan rambutnya beberapa kali dan berjalan pelan sambil menunduk. Tiba-tiba, Lita menyentuh punggungnya.
"Nona, tegakkan kepala anda. Seorang anggota Keluarga Gusta tidak pernah menundukkan kepalanya kepada orang lain." Lita berbisik di telinga Shasa. Shasa pun sontak menegakkan kepalanya.
Shasa masuk ditemani dengan Nyonya Sofia ke dalam ruangan. Semua orang di ruangan itu berdiri menghormati Nyonya Sofia yang berjalan masuk ke ruangan, kecuali dua orang yaitu Komisaris Gusta dan Leo. Leo menoleh ke arah Shasa dan menatapnya. Kemudian, dia berdiri dan mengambil posisi di samping Shasa.
"Perkenalkan, ini adalah calon istri saya, Shafira. Sebentar lagi, dia akan menjadi wanita berikutnya di Keluarga Gusta." Leo berbicara dengan lantang sambil menggenggam tangan Shasa.
Para pejabat di ruangan itu menatap Shasa sejenak dan memberikan hormat padanya. Mereka bergantian mengucapkan selamat atas pertunangan Shasa dan Leo. Shasa tersenyum kepada mereka yang masih terus menebak-nebak asal-usul Shasa serta bisnis apa yang dijalankan keluarganya.
"Kalian semua akan diundang dalam pesta pernikahan Leo nanti. Niko akan mengirimkan undangannya pada kalian." Tutup Komisaris Gusta mengakhiri perkenalan itu. Kemudian Komisaris Gusta bangkit dari kursi dan beranjak keluar ruangan diikuti keluarganya, termasuk Shasa. Leo tidak berhenti menggenggam tangan Shasa yang cukup gemetar sejak memasuki ruangan tadi. Mereka menuju ke ruang makan untuk jamuan makan siang.
Di dalam ruang pertemuan, para pejabat tinggi masih saling berbisik membeicarakan siapa Shasa.
"Kau pernah lihat dia tidak? Sepertinya dia tidak populer."
"Aku pikir dia seorang artis atau model ya, seperti Nyonya Sofia."
__ADS_1
"Aku penasaran bisnis apa yang dijalankan keluarga gadis itu."
"Dia terlihat sederhana, biasa saja."
"Apa dia putri pejabat pemerintahan?"
"Bukannya kau ingin menikahkan anak gadismu pada putra komisaris?"
Masing-masing orang berbicara satu sama lain. Masih belum terpuaskan rasa penasarannya. Tapi karena mengingat Komisaris Gusta sudah meninggalkan ruangan, para pejabat itu satu per satu keluar menuju ruang makan.
*****
Ruang makan sudah penuh. Meja-meja telah terisi dengan lengkap. Komisaris Gusta, Nyonya Sofia, Leo, dan Shasa duduk melingkar bersama. Mereka menikmati hidangan di meja mereka dengan begitu tenang.
Selesai makan, semua orang di ruangan itu bercengkerama satu sama lain sambil menikmati hidangan ringan yang ada di sekeliling ruangan itu. Shasa juga ikut mengeskplorasi makanan-makanan yang ada di sana, tidak ketinggalan Lita mengikutinya kemana-mana.
Saat Shasa sedang mengambil sepiring makanan, tiba-tiba ada seorang pria mendekatinya.
"Halo, Nona." Pria itu menyapa Shasa dengan sopan. Dia bahkan menyodorkan kartu namanya.
"Sekali lagi saya ucapkan selamat atas pertunangan anda." Pria itu tak henti-hentinya tersenyum pada Shasa.
"Ah, terima kasih banyak."
"Sejujurnya saya belum pernah melihat anda dimana-mana. Kalau boleh tahu, anda berasal dari keluarga mana?"
"Keluarga? Maksudnya bagaimana ya?" Tanya balik Shasa dengan sopan tapi masih bingung dengan pertanyaan orang itu.
"Maksudnya keluarga anda menjalani bisnis apa?"
"Maaf, Tuan. Saya akan membawa Nona. Jika masih ada yang ingin ditanyakan, anda bisa menanyakannya saat ada kesempatan lain." Tiba-tiba Lita hadir di antara mereka menyela pembicaraan pria itu.
"Ah, sekretaris Lita!" Pria itu terkejut melihat Lita. Sepertinya dia cukup mengenalnya. "Apa kau sekarang jadi asisten Nona Shafira?"
Lita tersenyum tipis. "Betul, Tuan. Jika tidak ada yang ingin dibicarakan lagi, saya akan membawa Nona." Lita kemudian menggiring Shasa ke tempat lain.
__ADS_1
"Lita, ternyata kau cukup populer." Goda Shasa.
"Nona, jika ada yang bertanya tentang kehidupan pribadi anda, anda tidak perlu menjawabnya. Orang itu bisa menatap anda saja, itu sudah beruntung."
'Hah? Apa sih maksud Lita?' batin Shasa.
Di tengah jalan, ada seorang pria lagi menyapa Shasa.
"Halo, Nona Shafira." Dia menebarkan senyumnya dan memberikan sebuah kartu nama pada Shasa.
Lagi-lagi seorang direktur. Shasa membalas dengan sebuah senyum.
"Nona, pasti nanti anda akan menjadi pengurus yayasan kan? Istriku juga salah satu pengurus yayasan saat ini. Dia selalu memiliki ide-ide brilian untuk yayasan." Pria ini membanggakan istrinya di depan Shasa.
"Begitukah? Aku jadi penasaran ingin bertemu istri brilian anda, Pak." Shasa tersenyum geli.
"Saya akan pastikan istri saya yang akan menyambut anda pertama kali di yayasan. Anda bisa mengandalkannya dalam banyak hal."
Shasa hanya tersenyum melihat kehebohan pria ini.
"Tuan, sudah selesai bicaranya? Saya harus membawa Nona kembali."
"Ah, silahkan Lita."
Shasa dan Lita pun melanjutkan jalannya. Shasa berpikir bahwa Lita ini populer di kalangan pejabat tinggi XY Group.
"Lita, apa banyak orang aneh seperti lelaki tadi?" Shasa berbisik pada Lita.
"Tentu saja, Nona. Anda cukup mengabaikannya."
"Ish... Kau ini. Selalu saja menyuruhku mengabaikan orang-orang. Lalu siapa yang harus ku dengar?"
Lita berhenti dan menatap Shasa. "Anda hanya perlu mendengarkan pembicaraan dari dua pria. Komisaris Gusta dan Presdir Leo. Sisanya, anda hanya perlu mengabaikannya."
*****
__ADS_1
bersambung...