
Keluarga Gusta adalah keluarga konglomerat terpandang di seluruh negeri. Tidak hanya dihormati dan disegani oleh kalangan konglomerat, tetapi juga oleh kalangan pejabat tinggi pemerintahan. Banyak hal berada dibawa pengaruh bisnis-bisnis besar milik keluarga Gusta.
Betul yang dikatakan Nyonya Sofia, yang merupakan Nyonya besar Keluarga Gusta saat ini. Dengan siapa mereka bertemu, dengan siapa mereka menyantap makanan, atau dengan siapa mereka berolahraga, itu bisa jadi bukan kegiatan sederhana seperti kelihatannya. Di dalam kegiatan-kegiatan itulah, mereka menjalin koneksi agar dapat membangun bisnis-bisnis baru ataupun memperluas bisnis yang telah dimiliki.
Nama besar dan reputasi Keluarga Gusta, juga tidak terlepas dari peran wanita-wanita di keluarga itu. Mereka berkontribusi membangun yayasan ternama yang berperan dalam kegiatan-kegiatan sosial. Tidak hanya skala nasional, tetapi juga skala internasional. Yayasan ini didirikan jauh sebelum Leo lahir, bahkan jauh sebelum orang tuanya menikah. Turun temurun, yayasan ini diurus oleh istri-istri pejabat tinggi XY Group. Termasuk Nyonya Sofia yang merupakan istri Komisaris Gusta.
Semenjak menikah dengan Komisaris Gusta, yang saat itu menjabat sebagai presdir XY Group, secara otomatis Nyonya Sofia menjadi bagian dari pengurus inti yayasan. Kala itu, Nyonya Sofia benar-benar memiliki hidup yang berkebalikan dari sebelumnya. Sebelum menikah, Nyonya Sofia adalah seorang model yang memiliki bakat untuk menjadi desainer pakaian. Menikah dengan Komisaris Gusta, membuat dia harus meninggalkan mimpinya untuk jadi desainer.
Mertua Nyonya Sofia, yang juga adalah nenek Leo, mengajarinya banyak hal untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan yayasan ataupun mampu bergaul dengan partner bisnis dan kolega Komisaris Gusta. Semenjak saat itu, Nyonya Gusta harus mendapat perlakuan protokoler yang membuatnya tidak bebas bergerak. Pengawalan dan pengawasan semua gerak-geriknya, kemana dia pergi, siapa yang dia temui, tak bisa dihindari karena dia telah menjadi sorotan perhatian publik.
Saat Leo berumur 9 tahun, neneknya meninggal dan saat itu Nyonya Sofia tentu saja menjadi Nyonya besar Keluarga Gusta. Banyak yang ingin mendapat perhatiannya, mulai dari istri sepupu-sepupu Komisaris Gusta, istri para pejabat perusahaan, ataupun istri para kolega bisnis suaminya.
Satu tahun kemudian, Nyonya Sofia memutuskan untuk pindah keluar negeri meneruskan impiannya menjadi desainer. Meskipun perlu berdebat panjang dengan suaminya, akhirnya dia pun diijinkan pergi. Berkat posisi tinggi Komisaris Gusta saat itu, Nyonya Sofia tetap menjadi ketua yayasan meskipun tidak terlibat aktif secara langsung. Nyonya Sofia pindah keluar negeri membawa Leo yang saat itu berusia 10 tahun. Dua sampai 3 kali dalam setahun, Komisaris Gusta berkunjung bertemu istri dan anaknya di luar negeri. Lagi-lagi karena kekuasan Komisaris Gusta, dengan cepat Nyonya Sofia dapat membuka butik pertamanya dan beberapa kali melakukan pameran di luar negeri.
Meskipun bertahun-tahun hidup berjauhan dengan Komisaris Gusta, Nyonya Sofia tetaplah Nyonya di Keluarga Gusta. Tidak ada yang dapat merubahnya hingga hari ini. Walaupun bisa sedikit bebas bergerak dengan pengawalan yang agak longgar, Nyonya Sofia tetap mempertahankan nama baiknya dimana pun karena reputasi Nyonya Sofia juga merupakan reputasi Keluarga Gusta.
*****
"Sofia, apa kau sudah tahu? Komisaris Gusta berbicara di telepon dengan istrinya, Nyonya Sofia.
"Tahu apa?" Nyonya Sofia sedang di butiknya melihat katalog desain yang ada di mejanya.
"Anakmu sudah menikah."
__ADS_1
"Apa? Anakku? Yang mana?" Kaget tak karuan, Nyonya Sofia sudah tidak selera melihat katalog tadi.
"Memang kau punya anak berapa?" Komisaris Gusta menyindir karena jelas-jelas mereka hanya punya satu anak.
"Leo? Menikah? Dengan siapa? Apa kau yang menikahkannya?" Nyonya Sofia sedikit memaki.
"Hei, dengar dulu. Aku pun tidak tahu kalau Leo telah menikah. Aku sama kagetnya sepertimu." Komisaris Gusta melanjutkan cerita kronologi dari mana dia mengetahui tentang pernikahan Leo.
"Aku tidak heran denganmu. Selalu saja mengirim mata-mata untuk mengawasi ku dan Leo." Nyonya Sofia masih sedikit memaki.
"Kenapa aku jadi sedih begini ya?" Tiba-tiba suasana hati Nyonya Sofia berubah drastis. "Kau yakin anakmu sudah menikah? Kenapa dia tidak memberitahuku? Apa dia marah denganku karena telah mengirimnya kesana?"
"Aku sudah mengatakannya untuk segera mengumumkan pernikahan. Aku tidak mau pernikahan sembunyi-sembunyinya itu sampai diketahui publik. Kau cepatlah kesini. Dia hanya akan membawa gadis itu, jika kau sudah kembali."
"Menurutmu?" Komisaris Gusta malah bertanya balik.
"Ah, iya. Kau pasti tidak hanya menemuinya. Kau pasti sudah menyelidiki kehidupannya kan?" Nyonya Sofia bertanya curiga.
"Semua anggota Keluarga Gusta, sudah pasti di bawah pengawasanku. Aku tidak akan melewatinya setitik pun. Begitu juga dengan gadis itu. Kalau dia adalah istri sah Leo, artinya dia juga bagian Keluarga Gusta kan?"
"Apa dia gadis baik-baik?"
"Apa kau tidak yakin dengan pilihan putramu?"
__ADS_1
"Gusta, jawab saja pertanyaanku." Nyonya Sofia sudah tidak sabar.
"Pertama kalinya dia bertemu denganku, dia sudah berbicara tentang harga diri. Bahkan dia berani menantangku."
"Apa yang kau lakukan padanya?"
"Aku menyodorkan kartu khusus milik keluarga kita. Kau tahu kan betapa saktinya kartu itu. Dia menolaknya mentah-mentah bahkan sebelum aku menjelaskannya."
"Kau pasti menyodorkannya dengan wajahmu yang dingin itu. Sudah jelas dia berpikir kalau kau sedang menyogoknya."
"Dia bahkan menantangku untuk menyampaikan langsung ke Leo jika ingin memisahkan mereka."
"Hahahaha... Dia orang pertama yang berani bernegosiasi denganmu, Gusta."
"Buatku, tidak penting seperti apa kehidupan masa lalu gadis itu. Yang terpenting buatku adalah, berapa besar peran dia sebagai bagian Keluarga Gusta." Komisaris Gusta berbicara sambil memikirkan sesuatu. "Sofia, sambutlah menantumu dengan benar. Kau adalah Nyonya besar di keluarga ini. Jadikan dia Nyonya muda yang tepat untuk Leo."
"Aku akan mengajarkannya hal-hal yang menurutku perlu saja. Jika anakku menyayanginya, begitu pun denganku. Aku tidak ingin gadis itu terbebani dengan segala gaya kehidupan barunya nanti."
"Aku tidak ingin dia menjadi celah ataupun sisi lemah bagi Leo dan bagi keluarga kita. Pastikan itu untukku, Sofia."
Nyonya Sofia sangat memahami kekuatan Keluarga Gusta yang sudah terjalin berpuluh-puluh tahun dari generasi ke generasi. Tidak ada satupun yang boleh merusak nama baik dan reputasinya. Karena, tidak sedikit juga yang mencoba menjatuhkan kekuatan keluarga Gusta.
*****
__ADS_1
bersambung...