Istri Big Boss

Istri Big Boss
Bab 101


__ADS_3

Kata-kata yang diucapkan Kak Zayn, seolah mampu membuatku merasa tenang. Sedalam itukah perasaan Kak Zayn untukku?


"Ra, kamu berani nggak ciuman di sini?" tanya Kak Zayn dengan wajah serius.


Aku melihat sekeliling, banyak orang yang duduk di belakang kami. Anak-anak kecil tertawa riang saat ombak datang. Lalu, Kak Zayn ingin kami berciuman di tempat seperti ini? Yang benar saja!


"Ogah, aku mau ke sana aja, beli jajan." Aku menunjuk sebuah warung yang hanya ada satu-satunya di pantai ini.


Setelah itu, aku berjalan dengan cepat meninggalkan Kak Zayn yang masih berdiri di tempatnya.


"Ra, kalau kamu nggak mau cium aku, nanti kalau ada yang nyium aku, kamu jangan marah ya!" kata Kak Zayn setengah berteriak.


Aku menoleh sebentar ke belakang, Kak Zayn tersenyum. Mungkin ia pikir aku akan kembali, tapi aku kembali berjalan menjauhinya.


"Ra, tolong aku! Ra, tolong Ra, lepas!"


Suara Kak Zayn yang minta tolong membuatku ingin tertawa, tapi aku tetap mengabaikan. Kak Zayn pasti ngerjain aku lagi seperti waktu di kebun teh.


"Ra, tolongin aku! Dera, aku nggak mau dicium mereka Ra!"


Kenapa aneh sekali, memang siapa yang mau menciumnya?


Aku sudah sampai di warung, karena penasaran, aku pun menoleh ke belakang. Ternyata, Kak Zayn sedang dikerubungi dua nenek-nenek dan beberapa ibu-ibu yang memegangi tangannya.


Mereka kenapa?


"Ra, Demi Tuhan, tolongin aku!" teriaknya lagi.


"Mbak, pacarnya kenapa tuh?" tanya bapak-bapak yang sedang minum kopi di warung ini.

__ADS_1


"Dia suami saya," jawabku lalu berbalik dan berjalan mendekat pada Kak Zayn yang berusaha menutup wajahnya dengan tangan meski lengannya dipegang oleh ibu-ibu.


Ya Tuhan, masa mau ngerjain seniat ini sih?


Setelah aku mendekat, yang aku lakukan hanya diam dan menonton, sambil melipat dua tangan di dada.


"Ra, tolongin dong!" pintanya yang masih berusaha menutup wajahnya.


Dua nenek-nenek itu berusaha untuk mencium suamiku, padahal dipikir secara logika saja tidak akan bisa mencium Kak Zayn yang tingginya tidak seimbang dengan mereka.


"Kak Zayn kenapa sih? Ngerjain aku lagi?"


"Nggak Ra, beneran, aku nggak ngerjain kamu, tolongin Ra!"


Aku hanya diam dan kembali memperhatikan Kak Zayn.


"Neng, pacarnya ganteng. Tadi kan bilangnya mau dicium, Neng nya jangan marah!" kata salah seorang dari nenek itu.


"Ra, ampun, Ra. Aku nggak mau dicium oma-oma gini!"


"Ibu-ibu nggak dimarahi suaminya, itu bapak-bapak yang di sana suaminya bukan?" Aku menunjuk beberapa orang laki-laki yang berdiri di belakang kerumunan.


Lalu, mereka bubar dan berjalan menjauh. Bukan ke arah suami mereka, tapi ke arah lain. Sedangkan dua nenek yang masih ingin mencium Kak Zayn itu tetap berada di posisinya.


Tiba-tiba Kak Zayn berhasil melepaskan diri dari dua nenek itu, dan langsung bersembunyi di belakang tubuhku.


"Mau ke mana ganteng? Sini dulu, nenek kan pengen cium!"


"Iya, tadi katanya mau dicium, biar nenek aja yang nyium."

__ADS_1


"Ra, aku nggak mau Ra. Mendingan dicium kamu daripada dicium nenek-nenek," kata Kak Zayn yang masih sembunyi di belakangku.


"Loh kok gitu ganteng, dulu waktu muda nenek juga secantik Neng-nya loh, nanti si Neng juga sama kayak nenek kalau udah tua," sahut salah seorang nenek.


"Nenek pengen cium suami saya?" tanyaku yang membuat Kak Zayn protes.


Sebenarnya bukan karena kasihan, tapi pasti lucu melihat ekspresi Kak Zayn saat dicium oleh nenek-nenek itu.


"Aku nggak mau, Ra."


"Ya mau lah Neng," jawab kedua nenek itu dengan kompak.


"Ya udah, tapi cium pipi sekali aja ya!" usulku untuk menengahi keduanya.


"Iya, mau!" jawab keduanya, lagi-lagi dengan kompak.


"Ra, aku nggak mau!"


"Kak, nyenengin orang tua itu pahalanya besar loh!"


"Tapi, Ra …."


"Udah, nanti aku balas ciuman sebanyak yang Kak Zayn mau." Aku menoleh lalu mencium pipi Kak Zayn sekilas. "Janji ya, sekali aja Nek!" Aku mendorong Kak Zayn dan memintanya untuk menurunkan tinggi badannya.


"Iya, janji."


"Ayo, Kak! Kalau nggak mau, nanti aku cuekin si Juna loh, mau?"


"Kamu mainnya ngancem, Ra!" Kak Zayn terlihat pasrah dan menurut.

__ADS_1


♥️♥️♥️


__ADS_2