
DERA
Aku tidak menyangka akan mendapatkan pertanyaan yang sangat vulgar dari Putri. Ya, memang beda sih saat menyusui bayi dan laki-laki dewasa, tapi bagaimana aku menjelaskan hal pribadi begitu.
"Kakak, sama nggak sih, kok nggak dijawab?" ulang Putri yang kembali menanyakan hal yang sama.
"Em." Aku baru saja mau menjawab, tapi tiba-tiba Zayyan muncul dan memberi instruksi untukku diam.
Aku melirik Kak Zayn dan Mama yang ada di samping kananku. Mama mengalihkan perhatiannya pada Leon, sedangkan Kak Zayn malah memainkan rambutku.
Zayyan terus berjalan sampai akhirnya berhenti tepat di belakang Putri.
"Kak Dera, jawab. Sama nggak rasanya?"
"Em, nanti kalau kamu udah punya anak juga tahu sendiri kok Put." Aku hanya tersenyum kikuk.
"Ih, nggak seru, aku aja belum ngerasain bikin anak, gimana tau rasanya nyusuin anak," celetuknya lalu mengalihkan perhatian pada Ellea yang ada di pangkuannya.
"Gimana kalau nanti kita bikin?" tanya Zayyan.
"Kakak." Putri berteriak histeris, mungkin karena kaget, tapi justru itu membuat Ellea ikut kaget dan menangis.
"Ya ampun Putri, jangan teriak, Ellea kan ikutan kaget." Aku menggendong Ellea untuk menenangkannya sebelum Valen dan Leon ikut menangis.
__ADS_1
Lalu, Kak Zayn mengambil apron menyusui untuk menutup payu*daraku saat menyusui Ellea.
"Kakak sih ngagetin aja, kok bisa tiba-tiba di sini?" tanya Putri.
"Sengaja, tadi udah telfon Mama biar nggak kasih tau kamu," balas Zayyan.
"Eh, bentar deh, kalian berdua belum pernah ...." Asisten Kaisar tidak lagi melanjutkan kalimatnya, setelah matanya tertuju pada Mama.
"Belum Kak, aku masih bersegel emp—"
Zayyan tiba-tiba menutup mulut Putri.
"Kakak ipar, ada makanan nggak? Aku laper nih," kata Zayyan.
"Ayo Put, temenin aku makan." Zayyan menarik Putri, lalu mereka menuju dapur.
"Kenapa sih tu anak? Emangnya udah selesai Ma kuliahnya yg di London?" tanya Kak Zayn.
"Udah, dia itu mau bikin kejutan buat Putri, taunya Putri ikut ke sini," jawab Mama.
"Tapi Bos, kenapa mereka kayak aneh gitu ya?" tanya Asisten Kaisar.
"Ya mana aku tahu," jawab Kak Zayn dengan cueknya, dia malah mengganggu Ellea yang masih asik menyusu. "Kaki mereka tuh masih kecil banget ya, apa mereka akan kuat jalan dengan kaki kecil ini?"
__ADS_1
"Kalau udah waktunya jalan pasti mereka jalan kok," jawabku.
"Oh iya Bu Bos. Kalian dulu nikah berapa lama sampai punya anak?" tanya Dara yang sedari tadi asik dengan Valen.
"Em, setahun lebih aku belum hamil, terus dikasih tahu Kimmora Kak Zayn suruh makan toge, terus aku banyak makan sayuran, kalian coba aja," jawabku.
"Kalau toge aku sih doyan banget," sahut Asisten Kaisar.
"Zayn makan toge? Kamu doyan Zayn?" tanya Mama Marisa.
"Doyan nggak doyan terpaksa makan Ma, tapi syukurlah, bayi-bayi toge udah lahir," jawab Kak Zayn.
"Kakak ih, kok bayi toge sih," protesku.
"Kalau nggak ada toge, belum tentu ada mereka Sayang," balas Kak Zayn.
"Nanti kita coba," kata Dara.
Kami kembali berbincang hangat, terkecuali dua orang pasangan yang baru bertemu, Zayyan dan Putri. Sampai akhirnya, tiba-tiba mereka pamit.
"Kak Zayn, Kakak Ipar. Aku sama Putri pulang dulu ya, mau ada urusan," pamitnya.
"Ya hati-hati, nanti Mama biar aku yang antar," kata Kak Zayn.
__ADS_1
❤❤❤