Istri Big Boss

Istri Big Boss
Bab 192


__ADS_3

DERA


Si kembar sudah bisa diajak jalan-jalan ke mal, dan tentu saja itu sangat menyenangkan buatku yang memang suka sekali berbelanja. Setelah sekian lama hanya di rumah bersama triplet, akhirnya hari ini aku bisa bebas berburu diskon.


Leon, Valen dan Ellea diasuh oleh masing-masing pengasuhnya, sedangkan Mang Ujang ikut mengawasi ketiga bayiku itu. Aku masih menunggu kedatangan Nadya sahabatku, karena kami sudah berjanji untuk bertemu di mal ini.


Dari kejauhan, kulihat gadis yang kini berambut pendek itu melambaikan tangan.


"Dera," teriaknya sambil terus melambaikan tangan.


Cukup lama kami tidak bertemu, karena kesibukan kami masing-masing.


"Nad, kangen banget tau nggak." Aku memeluk Nadya karena saking kangennya dengan teman baikku itu.


"Aku juga Ra, oh iya mereka anak-anak kamu ya," kata Nadya setelah melepaskan pelukan kami.


"Iya, Leon Valen sama Ellea mereka udah mulai bisa diajak keluar makanya aku bawa."


"Suami kamu nggak ikut?" tanya Nadya.


"Kamu kan tau sendiri dia orangnya sibuk," jawabku.


"Iya juga sih, wajarlah dia kan pengusaha sukses."


"Aamiin, udah yuk kita shoping, keburu habis nanti." Aku menarik lengan Nadya, setelah berpamitan dengan para pengasuh dan juga anak-anakku tentunya.

__ADS_1


Aku dan Nadya sibuk memilah dan memilih baju dan sepatu yang sedang diskon besar-besaran. Berdesak-desakan dengan pengunjung lain, sampai tanpa terasa dua jam sudah kami berjibaku dengan tumpukan obralan.


"Kamu dapat apa aja?" tanya Nadya dengan napas tersengal-sengal. Lelah memang, tapi ini sangat menyenangkan.


"Banyak, buat pengasuhnya si kembar, buat Bi Sari, Mang Ujang, banyak lah," jawabku sambil memperlihatkan tumpukan baju yang kudapat.


"Buat kamu sendiri?"


"Ada nih, tas."


"Astaga Dera, emang niat banget ya kamu tuh."


Aku dan Nadya tertawa, yang penting hari ini hobiku tersalurkan.


Saat masih mengantre untuk membayar belanjaan kami, tiba-tiba Asisten Kaisar datang menghampiriku yang masih berada dalam barisan.


"Ah, Asisten Kai nih ganggu aja, untung aku udah selesai belanjanya." Aku menggerutu pada asisten suamiku yang entah kenapa bisa berada di tempat ini.


"Kalau Tuan Bos tau Nyonya masih suka belanja diskonan, bisa kenak semua kita yang di sini," kata Asisten Kaisar.


Memang sih, semenjak hamil, Kak Zayn sudah melarangku untuk membeli barang-barang diskonan. Katanya, aku ini istri pemilik mal, tapi masih suka belanja obralan yang menjatuhkan harga dirinya.


"Jangan bilang-bilang makanya, kalau kamu nggak nyamperin ke sini juga nggak akan ada yang tahu, palingan cuma karyawan aja kan yang ngenalin muka aku," dalihku. Lalu, aku dan Nadya meninggalkan antrean karena barang-barang kami sudah diangkut.


Aku dan Nadya menghampiri si kembar yang memang menunggu di ruang tunggu, biar saja belanjaanku dibayar asisten menyebalkan itu.

__ADS_1


Saat aku menghampiri ketiga anakku, aku dibuat terkejut saat melihat Kak Zayn sedang memangku Leonel. Dengan langkah cepat, aku menghampiri mereka.


"Mommy dari mana?" tanya Kak Zayn sambil menggerakkan tangan Leon.


"Em, kok Kak Zayn ada di sini? Katanya ada kerjaan di Puncak." Aku duduk di samping Kak Zayn yang masih menampakkan ekspresi biasa saja.


"Iya, aku batalin karena macet parah bisa pulang malam nanti, eh aku dapat laporan kamu ada di sini, ngapain?"


Nadya yang sepertinya paham situasi, berpamitan untuk meninggalkan kami.


"Em, aku kan cuma shoping, emang salah ya? Aku juga nggak boros, 'kan?"


"Kai, ajak anak-anak ke restoran." Kak Zayn lalu menyerahkan Leon pada pengasuhnya. Setelah itu mereka meninggalkan kami berdua. Di ruangan ini hanya tersisa aku dan Kak Zayn.


"Kamu tau nggak sih Ra, belanja rame-rame gitu bahaya, kalau kamu jatuh, terus kamu kenapa-kenapa gimana?" tanya Kak Zayn dengan mimik yang bisa dibilang menyeramkan.


"Aku nggak kenapa-kenapa ih, lagian aku tuh belanja buat banyak orang bukan buat aku sendiri," jawabku.


"Kamu tu kebiasaan, Ra."


"Udah ah, kalau Kak Zayn nggak ngizinin aku belanja, aku juga nggak ngizinin Juna pulang ke rumahnya." Aku berdiri dan meninggalkan Kak Zayn.


Meskipun dia orang kaya, tapi apa iya dia berhak ngelarang aku buat nyalurin hobi aku. Bukannya bagus kalau aku belanja pas ada diskonan?


❤❤❤

__ADS_1


Jangan lupa jempolnya 😘😘😘


__ADS_2