Istri Big Boss

Istri Big Boss
Bab 77


__ADS_3

Bocil jangan baca dulu ya!!!


Kamar sudah terkunci, Kak Zayn sudah merebahkan tubuhku di ranjang. Saat ini ia berjalan mendekatiku sambil melepaskan kausnya. Tatapan matanya sudah diselimuti oleh kabut gai*rah. Ia seolah bukan suamiku yang menyebalkan seperti biasanya.


Aku duduk di ranjang saat Kak Zayn semakin mendekat.


"Aku ingin mendengar jeritanmu yang sek*si malam ini." Kak Zayn membelai wajahku. Lalu ia mencium bibirku dengan lembut, dan memaksaku untuk berbaring di ranjang.


Bibir indah Kak Zayn mengecap bibirku, membuatnya basah dan mataku terpejam untuk menikmatinya. Seperti biasa, tangannya bergerak cepat membuka kancing bajuku. Lalu, ia melepaskan ciumannya.


Perhatiannya kini tertuju pada dua benda kenyal yang masih tertutup bra warna coklat susu polos yang sebenarnya kancingnya ada di depan.


Namun, suamiku itu sepertinya tidak menyadari letak kancingnya, dan akhirnya ia lebih memilih untuk melepaskan bajuku dan mencari pengait di punggungku.


"Ra, ini gimana lepasinnya sih?" Kak Zayn masih meraba punggungku.


Aku hanya tersenyum tanpa menjawabnya. Biarkan saja dia berusaha.


"Kamu mau ngerjain aku ya?" tanya Kak Zayn yang kemudian menghisap leherku kuat-kuat, membuatku mende*sah karenanya.

__ADS_1


Kak Zayn tidak pernah menghisap di satu titik, hampir seluruh dadaku penuh dengan tanda-tanda cintanya.


Lalu, Kak Zayn menurunkan celanaku dan mengusap area inti yang masih tertutup kain tipis dengan hiasan kupu-kupu juga.


"Kamu suka kupu-kupu?" bisiknya sambil menjilat telingaku.


"Ahh, kenapa?" tanyaku sambil menahan gejolak kenikmatan.


Kak Zayn memang tidak pernah terburu-buru, ia selalu melakukan semuanya dengan perlahan dan penuh perasaan.


"Aku akan membawamu terbang bebas seperti kupu-kupu." Kak Zayn lalu bangkit dan melepaskan celana da*lamku dengan sekali tarikan.


Kini aku hanya mengenakan bra, dan Kak Zayn masih memakai celana lengkap.


"Aku sengaja ingin kamu sendiri yang membukanya." Kak Zayn kembali meraba punggungku.


Aku jadi cekikikan karena Kak Zayn masih gagal membuka kain penutup si kembar itu.


"Ra, kamu mau kasih tau cara bukanya atau mau aku robek?" tanya Kak Zayn yang sambil menarik tali di pundakku.

__ADS_1


"Aku mau lihat usahanya Juna dulu," jawabku lalu menarik kain yang masih membungkus Juna. Hingga akhirnya Juna yang sudah sekeras kayu, mengacung dengan tegak dan menantang.


"Jadi kamu mau main-main sama aku, Ra. Oke!" Tiba-tiba Kak Zayn meraih pipiku dan membuatku membuka mulut. Satu tangan Kak Zayn mengarahkan Juna untuk masuk ke dalam mulutku.


Sumpah demi apapun, Juna benar-benar penuh di mulutku, bahkan ujungnya sampai menyentuh kerongkonganku, membuatku merasa ingin muntah. Lalu, Kak Zayn mengikat rambutku dengan tangannya dan memaksa untuk  memaju-mundurkan wajahku.


Juna keluar-masuk dengan cepat seiring dengan gerakan Kak Zayn yang memaju-mundurkan kepalaku.


"Ouh, Ra. Enak banget," racaunya sambil memejamkan mata.


Juna mengeluarkan cairan asin yang memaksaku untuk menelannya. Ini bukanlah ****** ***** yang kental itu, tapi cairan bening yang kadang Juna keluarkan sebelum masuk ke rumahnya.


"Ah, ini belum saatnya," kata Kak Zayn yang kemudian melepaskan Juna dari mulutku. "Lebih baik aku robek saja, Ra." Kak Zayn sudah hampir menyentuh tali penyangga bra di pundakku, tapi aku langsung mencegahnya, dan membuka kancing yang ada di tengah-tengah antara cup-nya.


"Sabar dong, makanya lihat yang teliti, masa sih seorang bos besar buka kancing bra aja nggak bisa," ocehku lalu melepaskan bra dari tubuhku, dan kini, kami sama-sama tak memakai apapun.


♥️♥️♥️


Cut dulu, ke bab selanjutnya.🤭🤭🤭

__ADS_1


Jangan lupa ritualnya.


Kalau nggak dikasih jempol nggak aku up 🤣🤣🤣


__ADS_2