Istri Big Boss

Istri Big Boss
Bab 169


__ADS_3

"Tenang, Sayang tenang, jangan nangis. Kalau kamu nangis, mereka juga akan sedih." Kak Zayn merangkulku.


"Kak, anak-anak kita."


"Dera, anak kamu pasti bisa sembuh kok, paru-parunya belum berkembang karena dia memang belum cukup umur saat dilahirkan. Kalau bayi kedua, dia mengalami kelainan jantung, dan itu sangat sulit disembuhkan, kalau pun dia selamat, dia akan butuh perawatan intens, alat-alat akan terus terpasang di tubuhnya, bisa tiga bulan, bahkan mungkin setahun, dan itu pasti menyiksanya. Tuhan memanggilnya karena Tuhan lebih menyayangi dia, dan menyelamatkan bayi kedua kamu dari rasa tersiksa Dera. Lihat dua bayi perempuan kamu, mereka sehat, semangatlah untuk mereka." Gibran mengatakannya dengan panjang lebar.


"Kamu dengar 'kan? Dokter bilang anak pertama kita bisa sembuh kok, kita akan usahakan semuanya sampai dia sembuh total." Kak Zayn menatap mataku.


Ada keyakinan yang tumbuh di hatiku setelah menatap matanya.


"Iya, anak-anakku pasti sehat."


Kak Zayn tersenyum.


Beberapa saat setelahnya, aku dibawa ke ruangan khusus untuk belajar menyusui bayi-bayiku.


Bidan menjelaskan cara menyusui yang baik dan benar. Lalu, bayiku diletakkan di tanganku. Saat bayiku disentuhkan langsung dengan kulitku, ada sesuatu yang menghangatkan perasaanku.


"Pu*tingnya kurang menonjol ya, coba ditarik dengan dijepit ibu jari dan jari telunjuk pelan-pelan," kata bidan yang mengintruksiku untuk menarik pu*ting yang memang kurang menonjol.


Padahal biasanya saat aku dan Kak Zayn melakukan pemanasan sebelum bercinta, sepertinya pu*tingku baik-baik saja.


Aku sudah berusaha mengikuti instruksi dari bidan, tapi tetap saja sulit. Bahkan dari tadi malam aku sudah berusaha memompa asi, tetap juga tidak mau keluar.


"Kalau kesulitan, mungkin ayahnya bisa membantu," kata bidan.


Aku dan Kak Zayn saling pandang.

__ADS_1


"Awas ya jangan pengen," ancamku.


Kak Zayn tersenyum, "Kamu juga, jangan terang*sang ya." Ia mengusap kepalaku.


"Saya permisi dulu, kalau ada kesulitan, panggil saya." Bidan itu membawa bayiku sedikit menjauh dari tempat kami.


"Padahal biasanya nggak gini loh." Kak Zayn menarik pu*tingku dengan kedua jarinya, lalu melahapnya dengan mulut. Ia mulai menghisap pelan, lalu hisapannya semakin kuat. Tangan kirinya mulai menarik pu*ting sebelahnya sementara mulutnya menghisap sisi lainnya.


"Keluar nggak sih, Kak?" tanyaku.


Kak Zayn melepaskan mulutnya. "Iya, ini kan masih diusahakan, Ratuku."


"Ih mulai lebai deh."


Setelah beberapa saat, mulut Kak Zayn berpindah ke sisi lainnya. Hasil kerjanya ternyata sangat bagus, ASI mulai keluar dan pu*tingnya sudah terlihat menonjol.


Setelah pu*tingku disterilisasi, bayi yang sangat kecil itu akhirnya bisa menyentuh pu*tingku. Aku bisa merasakan dia yang mulai menghisap sumber makananya. Rasa hangat kembali menyelimuti perasaanku.


Kak Zayn mengusap punggungku dan ikut memperhatikan wajah putri kami.


"Bener kata mama, anak-anakku cantik seperti ibunya." Kak Zayn menyentuh tangan bayi kami, yang kulitnya masih rapuh.


"Cepet sehat ya sayangnya mommie."


"Mau kasih nama siapa?" tanya Kak Zayn.


"Anak ketiga berarti V kan? Kakak mau kasih nama siapa?"

__ADS_1


Kak Zayn mengangguk. "Valencia? Gimana?"


"Valencia?"


"Valencia artinya kuat dan sehat, aku berharap dia akan menjadi anak yang sehat dan kuat."


Aku mengangguk karena setuju dengan nama yang diberikan Kak Zayn.


Anak ketigakuβ€”Valencia sudah selesai menyusu. Sekarang giliran anak keempat yang ternyata juga identik dengan Valencia. Ia juga mulai bisa menghisap pu*tingku.


"Kalau yang paling bontot ini, aku kasih nama Elleana, artinya cahaya yang terang. Aku berharap dia akan menjadi cahaya yang menghangatkan hati kita," kata Kak Zayn.


Aku menatap wajah cantik bayiku.


"Nama yang cantik, aku juga suka," balasku. Kak Zayn mencium kepalaku.


"Anak pertama kita, aku kasih nama Leonel, artinya singa kecil. Singa itu kuat, dia pasti juga akan kuat dan menjadi raja dunia. Kamu suka nggak?"


Anak laki-lakiku. Aku berharap dia akan sekuat doa yang Kak Zayn selipkan di balik namanya, Leonel.


Leonel, Oase, Valencia, dan Elleana. Kalian anak-anak Mommie, buah cinta yang Mommie nantikan selama ini. My LOVE.


❀❀❀


Ah, bagus kan namanya?? Iya dong, jangan protes. Suka-suka aku, aku yang nulis πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Terinspirasi dari bayi kembar 4 LOVE. cek google aja πŸ˜‚πŸ˜‚

__ADS_1


Yang nungguin Zayyan, besok ya. Aku mau nengokin dulu, pacarku yang seumuran sama aku, Lin Yi, iya Lin Yi. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Nanti aku kasih tahu kalian kok 😍😍😍😍


__ADS_2