Istri Big Boss

Istri Big Boss
Ekstra Bab 12


__ADS_3

DERA


Si kembar akan merayakan ulang tahun pertama mereka. Sebagai orang tua,aku dan Kak Zayn memang sengaja merayakan ulang tahun pertama mereka, sekaligus memperkenalkan triplet kami pada rekan bisnis Kak Zayn.


Saat ini, aku sedang menunggu Kak Zayn pulang kerja. Karena lembur, suamiku itu memang mengatakan akan pulang terlambat.


Setelah mendapat pesan dari Kak Zayn kalau dia sudah dalam perjalanan pulang, aku langsung merias diri. Sebagai istri apalagi memiliki suami yang terbilang sukses, aku sangat tidak ingin Kak Zayn berpaling, maka dari itu aku selalu menjaga penampilan. Urusan ranjang jangan diragukan, aku selalu tampil maksimal setiap kali kami bermain.


Aku masih menyelesaikan riasanku di depan cermin, saat pintu kamarku terbuka dan menampilkan sosok yang sedari tadi aku tunggu.


"Queen, kamu lagi apa?" Kak Zayn masuk ke kamar, lalu aku berdiri dan memeluknya. Aku suka sekali bermanja-manja di lengan dan pinggangnya.


"Lagi nungguin Kak Zayn," jawabku.


Kak Zayn mengecup keningku seperti biasa. "Nggak kerasa besok anak-anak udah setahun, tapi kamu makin cantik aja," katanya sembari melepaskan pelukanku.


"Cantiknya aku kan buat bahagiain Kakak. Kalau Kak Zayn sampai tergoda cewek lain, itu Kakak yang kebangetan," balasku sambil memanyunkan bibir.


"Nggaklah Sayang. Satu aja udah lebih dari cukup. Satu sampai mati," kata Kak Zayn yang kemudian mencium pipiku.


"Beneran?" tanyaku sembari menatap matanya. Lalu membantu melepaskan dasi dan jasnya.


"Beneranlah Queen, aku nggak mau macam-macam. Aku mau menua sama kamu aja, bukan sama yang lain."

__ADS_1


Aku melepaskan kancing kemejanya sambil senyum-senyum. Siapa sih yang tidak bahagia digombalin seperti itu?


"Mandiin ya," kata Kak Zayn saat aku masih sibuk melu*cuti pakaiannya.


"Mandi aja tapi."


"Main dikitlah, Juna kangen pengen disentuh-sentuh terus sama kamu."


Kak Zayn langsung menggendongku ke kamar mandi dengan tidak sabar.


*


*


*


"Gimana program kalian?" tanyaku pada Dara yang sibuk menggendong Valen sedangkan aku menggendong Ellea. Leonel sendiri lebih suka bersama daddynya.


"Belum ada hasil, kita sih cuma bisa usaha aja," jawab Dara.


"Udah cobain toge belum?"


"Udah sih, mungkin belum jodoh kali ya sama toge."

__ADS_1


Tiba-tiba Kak Zayn dan Asisten menghampiri kami, dengan muka Leonel yang penuh dengan es krim coklat.


"Baby sitternya Leon mana sih?" tanya Kak Zayn.


"Lagi makan mungkin, itu ada baby sitternya Ellea." Aku menunjuk pengasuh yang biasa menangani anak bungsu kami.


Asisten Kai lalu memanggil wanita dengan seragam suster itu. Kak Zayn langsung menyerahkan Leon untuk dibersihkan. Setelah itu mereka berdua ikut bergabung dengan obrolanku dan Dara.


"Valen deket banget sama Dara, mungkin emang kalian udah waktunya coba bayi tabung Kai," kata kak Zayn yang kini memangku Ellea.


"Nanti dulu Bos, kita masih coba lagi. Eh iya, ada yang mau aku tanyain sama kalian berdua," jawab Asisten Kai.


"Apa?"


"Kalian lebih sering pakai gaya apa sih, biar cepet jadi. Bisa kembar empat gitu, bagi rahasianya dong, biar aku sama Dara bisa tiruin gayanya."


Aku dan Kak Zayn saling pandang karena mendengar pertanyaan aneh dari asistennya itu.


❤❤❤


Kira-kira bakal dikasih tau rahasianya atau justru kena marah ya Asisten Kai.


Eh, masih ada yang nungguin novel ini nggak sih 🙈🙈

__ADS_1


__ADS_2