Istri Big Boss

Istri Big Boss
Bab 89


__ADS_3

Bocil boleh skip, langsung baca penutupan aja 🤭🤭


Kak Zayn langsung menarikku ke dalam pelukannya. Dengan bibir yang terus-terusan mencuri cium dariku, terutama bagian leher.


Sampai di kamar, Kak Zayn langsung menutup pintu dan menguncinya. Ia memelukku dan menciumku penuh kehangatan. Kak Zayn memang pintar membuatku melayang, sentuhan-sentuhannya benar-benar memabukkan.


"Em, Kak aku pengen pipis dulu." Aku sedikit mendorong tubuh Kak Zayn yang sedang mencum*buku.


"Cepet banget, Ra? Aku belum apa-apain," kata Kak Zayn yang tersenyum aneh.


"Ih, aku beneran pengen pipis, Kak." Aku langsung meninggalkan Kak Zayn dan berlari ke kamar mandi.


Setelah itu, aku keluar kamar mandi sambil mengikat rambut. Tidak kusangka, Kak Zayn berdiri di samping pintu dan menarik tanganku. Ia menatapku dalam-dalam lalu menciumku. Secara perlahan Kak Zayn mulai melepaskan ikatan rambutku.


"Ra, kamu siap?"tanya Kak Zayn yang membuatku merasa tertantang.


Entah dorongan dari mana, aku melepaskan kancing kemeja yang dipakai Kak Zayn. Lalu melepaskan celana kain yang dipakainya setelah membuka ikat pinggangnya.


Sekarang, Kak Zayn hanya mengenakan pakaian dalam berbentuk bokser yang menutupi seluruh bagian Juna. Lalu, dengan gemas aku mere*mas Juna yang masih terbungkus rapat itu.


Aku mendorong tubuh Kak Zayn agar duduk di ranjang. Lalu, aku segera membuka pakaianku, menyisakan bra dan juga CD berwarna senada.


Kulihat Kak Zayn menelan ludah, membuat jakunnya bergerak naik turun.

__ADS_1


"Ra, kamu sek*si banget." Kak Zayn berusaha menyentuhku yang masih berdiri di depannya, sementara Kak Zayn duduk di tepi ranjang.


"Mau ini?" tanyaku sambil menunjuk bukit kenyal yang masih terbungkus itu.


Kak Zayn mengangguk dengan cepat. "Mau, banget," katanya sambil berusaha menyentuh dua bagian sensitif itu.


"Ada syaratnya." Aku sedikit mundur saat Kak Zayn hampir berhasil menyentuhku.


"Apa? Kamu mau apa, Ra? Mobil? Rumah? Berlian? Apa sebutin?"


"Aku mau dipanggil Sayang."


Kak Zayn langsung berdiri dan memelukku. Mengelus punggungku dan juga meraih kait dari tubuhku lalu melepasnya.


Saat ini, kami sama-sama hanya memakai kain bagian bawah, dan aku bisa melihat jelas tonjolan besar yang tercetak jelas dari balik celana abu-abu itu.


Kak Zayn mendorongku sampai akhirnya aku terbaring di tepi ranjang, dan Kak Zayn langsung melepas satu-satunya kain yang tersisa di tubuhku.


"Sayang, aku pengen coba, boleh ya?" Kak Zayn sudah memposisikan kepalanya diantara kedua pahaku.


Apa yang akan dia lakukan?


Tiba-tiba Kak Zayn mencium lembah sensitifku, membuatku mende*sah dan juga menggeliat karena geli. Akan tetapi, Kak Zayn tidak menghentikan permainannya, malah sekarang lidah ya menjilati area itu. Rasanya benar-benar membuatku tidak berdaya, enak dan nikmat. Untung aku sudah membersihkan bagian itu.

__ADS_1


Setelah Kak Zayn puas ia berdiri dan Aku langsung menarik Juna untuk membebaskannya.


"Mau aku apa kamu aja yang masukin?" tanya Kak Zayn yang membuatku tersenyum.


Aku menarik tengkuk Kak Zayn agar ia diam, lalu mencium bibirnya kenyal dan menggoda itu. Perlahan, kami sama-sama tiduran dengan posisi Kak Zayn berada di atasku.


"I love you," bisikku setelah ciuman kami terlepas.


"Love you more." Kak Zayn langsung mengarahkan Juna yang sudah berdiri tegak ke dalam rumahnya. Perlahan melesat dan akhirnya tenggelam.


Setelahnya, Kak Zayn mulai bergerak dan membuatku gila. Berkali-kali aku dibiarkan meneriakkan namanya. Kami berdua menggapai surga cinta bersama-sama.


Sampai pada akhirnya, Kak Zayn ambruk di sambil menciumi leherku. Ia menembakkan banyak sekali benihnya di rahimku.


♥️♥️♥️


Hai hai, aku menyapa, maunya up tengah malam. Tapi berhubung kumat, ya molor deh 🤭


Oh ya gaess, ada yang mau gabung grup wa nggak? Khusus pembaca aja ya, inbox nomor kalian di akun fb atau ig aku. Nanti kita bisa seru-seruan ngobrol bareng.


Jangan lupa ritualnya 😘😘😘


Sampai ketemu lagi 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2