
Setelah berhasil melepaskan satu per satu kain yang menghalangi kulit kami. Akhirnya kini giliranku untuk mencoba melakukan hal yang selamaini membuatku penasaran.
Aku kembali mencium bibir Dara yang sudah terbaring pasrah di atas kasur. Saru-satunya yang menutupi tubuh kami berdua hanyalah sebuah selimut hotel.
Perlahan aku mencoba memasukkan raja ke dalam bagian inti dari tubuh Dara. Ternyata tidak semudah yang aku bayangkan. Aku harus mencoba beberapa kali sampai akhirnya berhasil menembus pintu luarnya. Aku terpaksa berhenti bergerak saat aku menabrak sesuatu yang menghalangi jalanku.
"Sakit, Mas." Dara menggigit bibir bawahnya. Keringat sudah bercucuran menghiasi keningnya.
"Kamu boleh pukul aku, jambak atau lukukan apapun yang kamu mau, tapi please, tahan sebentar ya," bisikku di telinganya. Dara mengangguk patuh, matanya terpejat dengan gigitan yang tidak lepas dari bibir bawahnya.
Aku kembali menggerakkan pinggul dan mengerahkan tenagaku untuk mendorong lebih dalam.
Tepat saat aku berhasil menyingkirkan selaput penghalang itu, Dara mencakar kuat punggungku. Rasa perih yang menjalar tidak sebanding dengan rasa nikmat saat Raja berhasil membuka segel perawan yang selama ini dijaga dengan baik oleh istriku.
Ada rasa bangga, bahagia, dan juga haru saat aku berhasil memerawaninya. Dara gadisku, sekarang menjadi wanita seutuhnya, dan aku sudah tidak perjaka lagi.
"Masih sakit?" tanyaku sambil menciumi leher Dara, lalu turun ke benda kenyal yang sangat menggoda itu. Menghisapnya seperti bayi sepertinya akan menjadi kegemaran baruku.
"Udah nggak terlalu sih, Mas."
Aku menatap wajahnya yang masih menahan sakit. "Aku gerakin pelan-pelan ya."
Dara mengangguk, lalu aku melanjutkan lagi olahraga ranjang di atas tubuh Dara. Semakin cepat aku bergerak semakin nikmat pula yang aku rasakan.
Tiba-tiba aku merasa otot-otot Dara menjepit kuat Rajaku yang membuatku tidak bisa bertahan lebih lama. Aku semakin bergerak cepat sampai akhirnya tidak berapa lama Dara mende*sah dan aku merasakan ada yang membasahi Raja. Aku pun tidak tahan lagi dan melepaskan semua cairan kental itu ke dalam rahim Dara.
"Gila ini nikmat sekali, Sayang." Aku memeluk Dara yang masih tersengal-sengal. "Pantesan aja Bos Zayn kalau pergi selalu bawa istrinya, pasti dia tidak mau melewatkan satu malam pun tapa merasakan kenikmatan ini."
__ADS_1
Dara terkekeh dan memukul punggungku sebelum akhirnya memeluk dengan erat.
"Bisa-bisanya Mas Kai ngomongin hubungan orang lain," ucapnya yang semakin mendekapku.
"Karena dulu aku suka risih sama kemesrahan mereka, Sayang. Kita ulangi lagi ya."
...****************...
Pagi-pagi sekali aku sudah bangun. Rasanya sedikit aneh saat melihat tubuh Dara yang masih polos hanya tertutup selimut sedang memunggungi tubuhku.
Pagi ini kami harus bersiap untuk pernikahan Putri dengan Tuan Muda Zayyan.
Sebenarnya aku tidak tega membangunkan Dara yang baru beberapa jam terlelap, tapi dering ponselku ternyata mengganggu tidurnya. Sial! Aku lupa mematikan nada deringnya.
Aku meraih ponsel dan melihat satu nama yang membuatku geleng-geleng kepala. Mau apa lagi bos sinting itu menelepon. Kalau aku tidak menjawab pasti ia akan sangat marah, tapi dia sudah mengganggu sekali.
"Kai, kamu udah bangun?"
"Ada apa Bos?"
"Kado dariku udah kamu coba? Gimana?"
"Ya gitu Bos. Pagi-pagi begini nelfon cuma nanya itu, Bos?"
"Kamu udah cek belum isinya, hadiah rumah kamu ada di sana juga loh. Jangan-jangan kamu buang."
Aku menarik kotak berisi macam-macam pengaman dan tisu menjijikkan itu. Tidak ada surat apa pun di sana.
__ADS_1
"Nggak ada Bos,"
"Tuh kan, berarti istri kamu semalam nggak pakai gaun yang dipilihkan Dera ya."
Dara terbangun dan menatapku.
"Siapa Mas?"
"Si Bos Rese," jawabku.
"Apa? Kamu ngatain aku? Oke hari ini kamu lembur."
"Bos bos nggak gitu Bos. Makusu aku, ini nggak ada apa-apa isinya cuma kon*dom sama tisu ajaib."
"Cari di dalam celana sek*si itu bo*doh!"
Telepon langsung dimatikan begitu saja.
Penasaran, aku pun membuka satu set pakaian sek*si yang terpisah itu. Ternyata benar, sebuah kunci disembunyikan di balik celana *da*lam seksi berwarna hitam itu.
❤❤❤
Mas Kai, cie cie yang udah nggak perjaka. Bos Zayn mah emang somplak banget. Terniat pokoknya.
Aku juga niat banget loh, sampai bikin 3 bab sehari ini. Kimmora sama Arsen sampai nggak keurus 🙈🙈 Kasih kembang kopi ya jangan lupa vote nya juga.
Sampai ketemu tahun depan. Nikahnya Zayyan aku skip 🤣🤣🤣🤣
__ADS_1