Istri Big Boss

Istri Big Boss
Bab 68


__ADS_3

"Ini bukan lomba tau Kak, lagian kita baru menikah, mereka udah nikah tiga tahun lebih, kita baru baru satu bulanan," kataku saat Kak Zayn mengatakan bahwa ia tidak mau kalah dengan Arsen yang sudah berhasil membuat Kimmora hamil.


"Iya juga sih, tapi aku menang satu poin dari Arsen." Kak Zayn tersenyum bangga.


"Apa?"


"Dia jadi suami perjaka empat bulan, aku nggak sampai satu bulan udah berhasil cetak gol."


"Dasar laki-laki! Malah disamain sama sepak bola."


"Yang penting udah cetak gol, Ra."


"Nyebelin."


*


*


*


Kami sudah sampai di apartemen saat matahari sudah terbenam. Karena sangat gerah, aku memutuskan untuk mandi terlebih dahulu, sementara Kak Zayn kembali terpaku di sofa sambil menatap ponselnya setelah mendapat telepon dari seseorang.


Sampai aku selesai mandi pun Kak Zayn masih sibuk dengan laptop dan ponselnya.


Tadi aja, bilangnya udah nggak sabar, buru-buru pengen cepat sampai apartemen, sekarang malah sibuk dengan dunianya lagi.


Bosan menunggu, aku memilih untuk berdandan saja, sambil mencoba beberapa lipstik yang tadi kubeli saat mampir membeli peralatan masak untuk Kimmora.


Tidak lupa aku mengambil beberapa foto, untuk postingan di sosial media.

__ADS_1


"Cantiknya istriku," kata Zayn yang tiba-tiba memelukku dari belakang saat aku mengambil gambar.


"Kak Zayn ganggu aja deh."


"Kamu sengaja dandan biar aku nggak konsen kerja, kan? Kamu pikir dari tadi aku nggak perhatiin kamu."


"Ih, apa sih Kak, aku tuh lagi coba lipstik baru aku."


"Sini aku cicipi." Kak Zayn hampir mencium bibirku, tapi berhasil aku tahan.


"Stop! Jangan rusak make up aku, kalau nggak, besok-besok aku nggak mau dandan buat Kak Zayn lagi."


"Iya deh, yang lain masih bisa aku nikmati kok." Kak Zayn mulai menciumi leherku, tangannya merayap masuk ke dalam rompi yang kupakai, dan melepaskan kancing hem yang ada di balik rompi itu.


Setelah semua kancing terlepas, Kak Zayn menggendong dan membawaku ke ranjang yang belum pernah kami gunakan untuk ber*cinta. Lalu Kak Zayn melepaskan semua pakaian atasku, dan ia juga melepaskan pakaian atas yang ia pakai.


Tubuh atas kami sama-sama terekspos, lalu Kak Zayn kembali menciumi leher dan terakhir dua bukit kenyal yang menggantung indah, melahapnya dengan rakus sambil menyingkap ke atas rok yang kupakai.


Tangan Kak Zayn lalu mengusap lembah tersembunyi yang kini menjadi rumah untuk Juna. Kemudian ia bangkit dan melepaskan kain segitiga milikku dan juga melepas celananya sendiri.


Hingga akhirnya, aku bisa melihat jelas wujud asli Juna yang menjulang tegak dengan sombongnya. Kak Zayn melebarkan kedua pahaku dan bersiap menuntun Juna masuk ke rumahnya.


Bersamaan dengan Juna yang berusaha masuk, aku dibuat terkejut dengan dering ponselku. Kak Zayn yang sudah hampir berhasil membuat Juna masuk tiba-tiba ikut mengomel karena suara berisik ponselku.


"Matiin aja deh, ganggu banget, Ra." Kak Zayn kembali berusaha menuntun Juna.


Lalu, aku meraih ponselku untuk mematikan dayanya, tapi nama penelepon yang muncul membuatku mengurungkan niat, dan memilih untuk menjawabnya.


"Ya halo, Ma."

__ADS_1


Kak Zayn yang sepertinya kesal, malah memaksa Juna masuk dengan kasar, dan sekali hentakan, Juna berhasil mendobrak pintu rumahnya.


Secara refleks, aku menutup mulut dan hidungku dengan tangan agar tidak bersuara karena kelakuan Juna.


Aku jadi tidak berkonsentrasi karena yang aku dengar suara Mama menangis, dan yang aku lihat ekspresi kesal Kak Zayn yang kini berhasil membuat Juna masuk ke tubuhku, lalu menggerakkan pinggulnya maju mundur.


"Tenang, Ma. Bicara pelan-pelan jangan nangis, aku nggak dengar," ucapku setelah berhasil merilekskan tubuhku.


Kak Zayn yang tadinya kesal, kini malah berhenti mendorong Juna keluar masuk.


"Kakek masuk rumah sakit, dan sekarang kritis, Ra," kata Mama yang membuatku sangat terkejut.


"Apa?"


Bukankah tadi Kakek baik-baik saja, dan sedang menginap di rumah baru Kak Arsen. Kenapa tiba-tiba kritis?


♥️♥️♥️


Selamat siang, hari ini aku udah up 3 bab,


Sambil ngejar Babang Arsen ya.


Babang Arsen memang belum aku up, karena belum aku ketik juga.


Kalau sore nggak up mungkin besok ya 🙈🙈


Tunggu notifikasi aja gaes 🙏🙏🙏


Aku mau lanjutkan tugas negara dulu 🤗🤗

__ADS_1


Sampai ketemu lagi 😘😘😘


__ADS_2