Istri Big Boss

Istri Big Boss
Bab 48


__ADS_3

“Honeymoon gimana maksud Kak Zayn?”


“Honeymoon seperti yang Arsen dan istrinya lakukan.” Kak Zayn semakin mendekatkan wajahnya di wajahku, sampai tiba-tiba seorang pramugari datang memberikan makanan kepada kami.


“Wah, cepat sekali, kebetulan aku lapar.” Aku langsung menyantap makanan yang disajikan pramugari padaku.


Aku mengikat rambutku supaya tidak menggangguku makan, tapi makhluk di sebelahku ini sepertinya keberatan. Ia tiba-tiba menarik ikat rambutku dan menyimpan di saku celananya.


“Kenapa sih?” tanyaku dengan nada kesal.


“Jangan memperlihatkan lehermu, atau aku akan berubah menjadi vampir yang akan menghisapnya!” kata Kak Zayn yang membuatku ngeri membayangkannya.


Apa dia benar-benar sejenis vampir? Tadi malam juga hampir menghisap leherku kan? Apa sekarang dia ingin menghisap darahku?


“Kenapa diam? Katanya lapar?” Kak Zayn mengambil potongan sosis di piringku. Lalu mengunyahnya kuat-kuat sambil memamerkan giginya yang membuatku semakin ciut. “Kamu mau aku makan?”


Suamiku vampir? Benar-benar vampir?


“Dera, buruan, sebelum aku yang memakannya!”


Tidak, dia manusia biasa, terkena matahari juga dia tidak terbakar. Eh, bukannya di film Twilight kalau terkena matahari akan berkilauan. Aku akan membuktikannya nanti, siapa tahu vampir itu benar-benar ada.


*


*


*


Kami mendarat saat matahari sudah tenggelam. Sayang sekali aku tidak bisa membuktikan kalau dia vampir atau bukan.


Kami dijemput dengan mobil dari bandara dan sampai di resort saat sudah selesai jam makan malam.


“Kita nginep di sini?” tanyaku saat mobil berhenti di resort milik keluargaku.

__ADS_1


“Iya, biar irit,” jawab Kak Zayn yang kemudian turun dari mobil.


“Ha ha, dasar nggak modal!” Aku tertawa tapi Kak Zayn terlihat sangat kesal.


“Aku salah satu pemegang saham terbesar di sini, Ra. Kamu mau aku beli resort ini.”


“Jangan ngaco ya, ini resort keluarga aku.”


Kami masuk ke resort dan menuju ruangan yang telah disiapkan untuk kami berdua.


“Aku mandi dulu,” kataku sambil mengeluarkan baju ganti dari koper. Kak Zayn tidak menjawab dan hanya merebahkan tubuh sambil memejamkan mata.


Kasihan juga melihatnya begitu, pasti dia sangat lelah. Demi mengajakku liburan, eh belum tentu juga sih, aku belum tahu tujuannya mengajakku liburan itu apa.


Aku meninggalkan Kak Zayn dan masuk ke kamar mandi, karena aku sendiri juga lelah dan ingin istirahat secepatnya.


*


*


*


Aku ikut duduk di hadapannya sambil mengeringkan rambutku yang basah.


“Kamu kenapa di situ sih, bikin nggak konsen aja,” kata Kak Zayn dengan tatapannya yang seakan ingin menelanku hidup-hidup.


“Emangnya aku harus di mana? Apa aku cari kamar lain?” tanyaku dengan kesal.


“Eh, jangan! Maksudku, kamu buruan tidur deh, udah malam. Aku mau mandi!” kata Kak Zayn yang kemudian meletakkan tabletnya dan berdiri meninggalkanku.


Dasar aneh! Katanya aku mengganggu, ditinggal tidak mau! Sebenarnya salahku apa kok bisa membuatnya tidak konsentrasi?


Setelah selesai mengeringkan rambut, aku bermain ponsel sebentar. Kimmora ternyata menginap di sini juga, besok aku akan menemuinya kalau begitu!

__ADS_1


Pintu kamar mandi terbuka, Kak Zayn pasti sudah selesai mandi saat ini. Cepat-cepat aku meletakkan ponsel di nakas, lalu pura-pura tidur.


“Ra,” panggil Kak Zayn.


“Dera!”


“Ra, Cepet banget tidurnya!” Kak Zayn lalu naik ke ranjang dan kembali memanggilku. “Ra, kamu beneran udah tidur?” tanyanya sambil menggoyangkan lenganku.


Aku penasaran, apa yang akan Kak Zayn lakukan saat aku tidur? Apa dia benar-benar ingin menghisap darahku? Malam ini aku akan membuktikannya.


“Ra, kamu kamu seneng kan kita udah di Bali, kita lagi honeymoon Ra.” Kak Zayn mengusap pundakku dengan pelan.


“Kalau aku minta hakku, apa kamu akan marah?” Kak Zayn menyingkirkan rambut di leherku, lalu ia menciumi area itu.


Rasa geli seketika menyeruak dan membuat bulu kuduk berdiri. Tangan Kak Zayn tidak tinggal diam, ia mere*mas benda kenyal yang dia bilang sebesar bola pingpong.


Kak zayn semakin merapatkan tubuhnya di punggungku. “Aku, cinta kamu, Ra,” bisiknya sambil terus melancarkan aksinya.


Aku tidak tahan lagi, karena perlakuan tangan nakal itu di bukitku.


“Kak Zayn ngapain sih?” Aku menoleh ke belakang dan membuatnya sangat terkejut.


♥️♥️♥️


...Nah, loh. Kak Zayn ngapain sih? Mau jawab apa coba? 😂😂😂...


Sabar Ra, tunggu beberapa hari dulu ya.


Si Juna masih kuat kok nunggu sebentar.


Nggak tau kalau yang baca ini gimana 🤣


Jangan lupa, ritual jejaknya, Like, Komen, Hadiah, Vote.

__ADS_1


Sampai ketemu lagi  😘😘😘


__ADS_2