Istri Big Boss

Istri Big Boss
Bab 75


__ADS_3

Jam pulang masih tersisa dua jam lagi, aku sudah selesai mandi dan berdandan tipis karena hanya membawa bedak dan lipstik saja.


"Aku suka kamu tanpa make up, Ra, cantik!" kata Kak Zayn yang membuatku tersipu malu.


Entah kenapa setiap kali Kak Zayn memujiku, aku merasa berkali-kali lebih bahagia. Apalagi saat Kak Zayn terus menatapku seperti saat ini.


"Kak Zayn udah deh, jangan mulai lagi. Aku mau balik."


"Emang mau mulai apa?"


"Apa saja yang Kak Zayn suka, udah ya aku mau kerja."


"Emang kamu kerja apa sih?"


"Nggak kerja, cuma gangguin Dara aja."


"Dara siapa?"


"Itu, gebetannya Asisten Kai."


"Namanya Dara, kok bisa mirip gitu sama kamu."


"Nggak tau."


"Tapi aku nggak peduli sama yang lain. Karena yang aku pedulikan cuma kamu."


Lagi-lagi membual, Kak Zayn semakin membuat pipiku panas saja.


"Udah ya, aku mau kerja." Aku meraih tasku lalu mencium pipi Kak Zayn.


"Nanti kita pulang ke rumah mama ya." Kak Zayn balas mencium keningku.


Yang Kak Zayn maksud itu rumah mertuaku, karena dia akan menyebut 'rumahmu' saat kami membicarakan rumah orang tuaku.

__ADS_1


Aku hanya mengangguk lalu berjalan keluar meninggalkan ruangan Kak Zayn.


*


*


*


Aku sudah kembali ke ruangan tempatku bekerja. Pak Riko memberiku beberapa pekerjaan ringan. Dia tidak bertanya aku dari mana, mungkin dia sudah mendapat informasi dari anak buah Kak Zayn bahwa pimpinan mereka sudah menjadikanku tawanannya.


"Ra, enak ya jadi kamu, nggak perlu capek-capek kerja, capek-capek mikir, nilaimu pasti tetep bagus," kata Dara yang berdiri di mejanya, saat Pak Riko tidak ada di mejanya.


"Kata siapa? Kamu nggak tau aja, aku juga kerja keras, ini baru saja selesai mandi saking capeknya," balasku.


"Emang kamu kerja apa di ruangan Pak Bos?"


"Em, ada deh, rahasia. Pokoknya pekerjaan ini khusus buat aku."


Tiba-tiba Pak Riko kembali masuk ke ruangan, dan Dara kembali duduk.


"Saya nggak ngerti yang ini, Pak." Aku menunjuk pada layar komputer, lalu Pak Riko mengajariku dan menjelaskannya secara detail.


"Kalian ngapain?" Aku menoleh pada seseorang yang kuyakini adalah Kak Zayn.


"Tuan Bos."


"Pak Riko, sedang apa sama istri saya?" Kak Zayn menghampiriku, sementara Pak Riko berdiri dengan sigap.


"Kamu apaan sih Kak, Pak Riko cuma ngajarin aku, jangan salah paham," ucapku sambil berdiri dan merangkul tangannya.


"Kenapa nggak tanya aku, aku lebih ngerti kok dibanding dia."


Ya Tuhan, kenapa sih suamiku menyebalkan sekali?

__ADS_1


"Kak Zayn, dia itu pembimbing aku, kamu salah paham aja." Aku masih mengusap tangan Kak Zayn pelan, supaya dia merasa lebih tenang. "Jangan bikin malu di sini, kalau nggak mau Juna puasa tiga bulan," bisikku yang membuatnya menyipitkan mata.


Kak Zayn diam sejenak, sepertinya ia sedang berpikir.


"Benar begitu?" Nada bicara Kak Zayn mendadak berubah, terdengar lebih santai kali ini.


"Iya Tuan Bos, maafkan saya," jawab Pak Riko.


"Ya udah, ayo pulang!" kata Kak Zayn yang kemudian mengambil tasku di meja.


"Kerjaanku gimana?"


"Nanti biar dikerjakan yang lain Nona," sahut Pak Riko.


"Maaf ya Pak Riko. Saya pulang dulu."


Kak Zayn lalu menarik tanganku dan berjalan keluar ruangan, sedangkan tasku dibawa dengan tangan kanannya.


"Sayang kamu cemburuan banget sih, Pak Riko kan nggak ngapa-ngapain," kataku saat kami berada di lift.


"Tapi jarak dia terlalu dekat sama kamu, Ra. Aku yakin dia bisa mencium aroma rambut kamu."


"Kak Zayn lebai deh. Udah jangan gitu lagi, aku nggak suka."


"Tapi kamu masih suka Juna kan, Ra?"


"Jangan ditanya kalau soal itu."


♥️♥️♥️


Pasti suka banget, iya kan Ra?


Jangan lupa jempolnya, cek lagi 🤭🤭

__ADS_1


Sampai ketemu lagi 😘😘😘


__ADS_2