Istri Big Boss

Istri Big Boss
Bab 36


__ADS_3

Ternyata Kakek bisa menerima kehadiran Kak Arsen, Kakek meminta maaf dan memeluk Kak Arsen. Aku pun ikut memeluk Kak Arsen, karena aku juga sangat senang memiliki kakak seperti Kak Arsen.


Kulihat Kak Zayn hanya duduk mengamati kami, wajahnya berubah kesal saat aku memeluk Kak Arsen tadi. Apa dia marah? Apakah dia sedang cemburu?


Lalu, kulihat Kimmora yang senyum-senyum memandang suaminya, aku pun menghampiri dan memeluknya.


"Kak Kimmora, aku senang mempunyai saudara perempuan sepertimu," ucapku jujur, karena aku memang dari dulu ingin punya saudara perempuan.


"Iya, aku juga senang memiliki saudara perempuan, tapi jangan panggil aku 'kak' ya, kita kan seumuran," kata Kimmora. Kami berdua pun sama-sama tersenyum. Kimmora sepertinya bisa menjadi ipar dan sahabat yang menyenangkan untukku.


*


*


*


Kak Arsen dan Kimmora ikut makan siang di sini karena permintaan kakek. Sedangkan Kak Zayn pamit ke kamar setelah makan bersama, mungkin dia masih merasa asing dengan para anggota keluargaku. Kemudian, aku pun ikut menyusulnya di kamar.


Saat aku membuka pintu, Kak Zayn tengah sibuk dengan laptop yang tadi dibawakan oleh asistennya, karena kami akan menginap malam ini.


"Kak Zayn minggu gini masih kerja aja." Aku duduk di hadapannya yang masih berkutat dengan pekerjaannya.

__ADS_1


"Mau ngapain lagi, aku sedang menghasilkan uang untuk perusahaan, buatmu juga kan nantinya." Kak Zayn tetap fokus dengan layar komputer jinjingnya.


"Hemm, biasanya pengantin baru itu menghasilkan keringat, bukan malah menghasilkan uang," sindir ku lalu beranjak meninggalkannya.


Tidak ada gunanya menemani Kak Zayn yang ternyata malah sibuk sendiri. Lebih baik aku turun lagi, ngobrol sama Kimmora saja.


Saat aku hampir menyentuh gagang pintu, tiba-tiba tubuhku ditarik ke belakang, membuatku berada dalam pelukan Kak Zayn.


"Kamu mau berkeringat kan? Oke aku akan membuatmu berkeringat!" Kata Kak Zayn yang kemudian menciumku dengan sangat lembut.


Bibir Kak Zayn melu*mat bibir bawahku, lalu Kak Zayn memasukkan lidahnya. Tangannya menahan tengkukku sambil terus menciumku. Hingga tanpa sadar, Kak Zayn sudah menuntunku merapat ke pintu kamar.


Ciuman Kak Zayn benar-benar membuatku melayang, otakku seakan tidak bisa bekerja. Seharusnya aku marah kan? Untuk apa Kak Zayn menciumku seperti ini?


Aku merasa tangan Kak Zayn bergerak menyusup ke dalam kaus yang kupakai. Semakin bergerak naik lalu berhenti dan kemudian mere*mas benda kenyal yang kata Kak Zayn sebesar bola pingpong.


Aku berusaha mendorong tangan Kak Zayn agar menyingkir dari dadaku, tapi dia benar-benar kuat sehingga aku kalah dan dia terus mere*mas aset berharga itu.


Entah mengapa aku mulai merasakan nikmat karena gerakan tangan suamiku itu. Lalu, ciuman Kak Zayn turun ke leherku, menciptakan rasa geli yang menjalar di sekujur tubuhku. Ia menghisap leherku seakan dia seorang vampir yang haus akan darah.


"Kamu suka? Lihatlah kamu mulai berkeringat!" kata Kak Zayn yang masih mere*mas dadaku 

__ADS_1


"Lepasin Kak!" ucapku yang malah membuat Kak Zayn semakin menjadi, bahkan kedua tangannya kini terus mere*mas benda kenyal itu, membuatku tidak sanggup berpikir apapun dan akhirnya terbesit untuk menggigitnya.


Lalu, aku benar-benar menggigit lehernya yang membuat Kak Zayn berteriak dan melepaskan kedua tangannya dari dadaku.


"Dasar Vampir!" kesalnya sambil memegang lehernya yang tadi kugigit.


"Biarin, lagian kamu juga jahat, ngapain cium-cium? Ngapain rem*es rem*es dada aku? Kamu pengen per*ko*sa aku kan?" tanyaku dengan nada tinggi.


"Kamu kan mau berkeringat, dasar Vampir!"


❤❤❤


...🙈🙈🙈 pengantin baru ini, gagal nyoblos kan jadinya 🙈🙈🙈...


Aku udah up 2 bab ya gaes 🥰🥰


Jangan lupa ritualnya.


Like, Komen, Kembang Kopi, Vote.


Sampai ketemu lagi 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2