Istri Big Boss

Istri Big Boss
Bab 113


__ADS_3

"Maaf ya, Dok. Suami saya memang sedikit berlebihan." Aku merasa tidak enak karena perlakuan Kak Zayn yang memang di luar batas kewajaran.


Hanya karena aku tidak suka dengan bau rumah sakit, Kak Zayn malah berpikiran membangun rumah sakit di dalam rumah. Iya sih, dia seorang bos besar, apapun yang dia inginkan bisa terwujud semudah membalik telapak tangan. Namun, bukankah itu satu hal yang sangat berlebihan. Apa mungkin kalau aku ingin belanja, dia akan mendatangkan toko ke rumah? Itu kan tidak masuk akal, memangnya aku ini tawanan?


"Tidak apa-apa kok. Bu Dera kenapa tidak mau ke rumah sakit?" tanya Dokter Nayla yang mulai memeriksa keadaanku lewat stetoskopnya.


Aku menghela napas berat. Membayangkan rumah sakit saja sudah membuatku mual. "Sebenarnya, saya tidak suka bau rumah sakit, aroma lantai, dan juga obat-obatan. Yang paling saya takuti dari rumah sakit itu, ruang operasi."


"Waktu kemarin ke rumah sakit bagaimana?" tanya Dokter Nayla.


Beberapa hari yang lalu saat aku demam, Kak Zayn memang membawaku ke rumah sakit. Mungkin karena tegang becampur bahagia, aku tidak merasakan apa-apa.


"Em, kemarin sih tidak apa-apa Dok, biasa aja."


"Coba periksa bulan depan ke klinik pribadi saya." Dokter Nayla memberikan obat pereda mual beserta kartu namanya. Kemudian, ia meninggalkan rumah kami bersama Asisten Kaisar.


"Kak Zayn nggak ngantor?" tanyaku saat Kak Zayn tidak bersiap-siap.


"Nggak, aku mau temenin kamu aja di rumah. Nanti Kai bawa kerjaan ke rumah." Kak Zayn memilih duduk di tepi ranjang setelah menyelimuti tubuhku dengan selimut.

__ADS_1


***


Setelah minum obat yang diberikan Dokter Nayla, aku sudah tidak terlalu mual, dan tidak muntah lagi. Akan tetapi, Kak Zayn tetap menemaniku di rumah.


"Queen, mau nonton nggak?" tanya Kak Zayn.


"Aku masih lemes gini, males ke mal Kak, " jawabku saat menikmati potongan buah apel di tepi kolam. Tentu saja Kak Zayn ada di sebelahku.


"Nggak usah ke mal, di rumah aja. Kan ada mini-bioskop di rumah, Queen," kata Kak Zayn yang kini meletakkan laptopnya di meja.


Ah, benar juga. Kak Zayn memang melengkapi rumah ini dengan fasilitas lengkap. Tanpa banyak berpikir lagi, aku dan Kak Zayn akhirnya nonton di ruangan khusus di lantai dua. Semenjak hamil, lift di rumah ini akhirnya berfungsi.


"Kamu mau nonton film apa?" tanya Kak Zayn seraya mencari judul film di layar sedangkan aku memilih duduk sambil mengamati seluruh ruangan bernuansa gelapini.


"Terserah Kakak aja," jawabku masih mengamati sekeliling.


"Aku nggak tau ini bagus apa nggak, tapi kayaknya ini romantis." Kak Zayn menjatuhkan tubuhnya duduk tepat di sampingku. Tersenyum, lalu mencium pipiku.


Aku hanya mengangguk, lalu menyuap buah jeruk yang telah dikupas ke dalam mulutku.

__ADS_1


Film mulai diputar, suaranya menggelegar mirip di bioskop sungguhan. Adegan demi adegan diputar, film yang dipilih Kak Zayn ini merupakan film Hollywood, dan tidak heran jika banyak adegan yang membuat sensasi 'pengen' menjalar ke otak. Bulu kuduk mulai berdiri saat layar besar itu menampilkan dengan jelas adegan laki-laki yang membangkitkan gai*rah wanitanya.


Tanganku masih terus bergerak memasukkan potongan buah ke dalam mulut. Sedangkan mataku tetap fokus pada layar di depanku. Tiba-tiba, Kak Zayn sudah mendaratkan kepalanya ke pundakku. Lalu, bibirnya mulai menyapu leherku, membuatku menoleh padanya yang masih terus mengusel-usel leherku.


"Queen, aku jadi pengen," kata Kak Zayn dengan suara serak. Ia menatapku seakan memohon pertolongan, matanya sdah mulai berkabut. Mungkin kalau aku sedang 'baik-baik saja' dalam artian tidak hamil, ia akan langsung menyerangku saat ini juga.


"Di sini?" tanyaku seraya mengamati sekeliling.


Kak Zayn mengangguk, lalu perlahan mendekatkan wajahnya. Ia menciumku dengan lembut, tapi belum lama berciuman aku sudah tidak tahan.


Aku memukul bahunya dengan kuat lalu Kak Zayn melepaskan ciuman kami.


Aku langsung berlari ke luar ruangan, karena tiba-tiba mual itu datang lagi. Entah mengapa, saat aku mencium aroma tubuh Kak Zayn, perutku terasa semakin bergejolak, seperti diaduk-aduk rasanya.


❤❤❤


...Dera, mungkin bayi toge nggak mau deket-deket sama bapaknya 🤣🤣🤣 Yang sabar ya Kak, sini sama aku aja, aku siap jadi pelakor 🤭🤭...


Tadinya mau kasih visual gambar bioskopnya, eh sinyalku mengganggu sekali, jadi bayangin sendiri ya 🤭🤭🤭

__ADS_1


Kembang kopinya yang banyak ya, sama like komennya juga banyakin, biar aku up lagi nanti 😘😘😘


__ADS_2