
Kami akhirnya sampai di rumah baru Kimmora dan Kak Arsen. Rumah dua lantai ini terlihat sangat keren dengan gaya modern yang menonjolkan kesan alam yang tenang dan asri, sangat sesuai dengan pasangan muda yang selalu membuatku iri karena keromantisannya itu.
Satu hal yang membuatku semakin kagum dengan pasangan ini, mereka juga mengundang anak-anak yatim pada acara syukuran rumah mereka.
"Selamat ya, rumahnya bagus banget, Kim," ucapku pada kakak iparku itu.
Sementara itu, Kak Zayn sedang berbaur bersama Kak Arsen, Asisten Kaisar dan para tamu laki-laki.
"Makasih ya, Ra." Kimmora tersenyum, dia terlihat semakin cantik dengan balutan jilbab yang menutupi kepalanya.
Namun, aku melihat seseorang yang sepertinya tidak asing di acara ini. Bukankah itu kekasihnya Asisten Kai, kenapa ada di sini juga?
"Kim, kamu undang Asisten Kai sama pacarnya?" tanyaku sambil memandang wanita muda yang tengah menikmati hidangan di antara keluarga Kimmora.
"Oh, Dara, iya dia sahabatku. Kayaknya sih belum pacaran sama Kak Kaisar, tapi nggak tau juga sih," jawab Kimmora.
"Oh. Jadi, Dara itu teman kamu?" tanyaku.
"Iya, kamu kenal dia? Namanya mirip ya sama kamu." Kimmora memandang Dara, lalu kembali melihatku.
Aku tidak menyangka bahwa orang yang dekat dengan Asisten Kai adalah sahabat Kimmora.
"Iya, cuma tau aja sih, nggak terlalu kenal juga, dia satu kampus sama aku cuma beda fakultas," balasku.
__ADS_1
Berarti, Asisten Kaisar ikut datang ke sini karena Dara. Mereka dekat sekali sepertinya, kasihan Nadya.
*
*
*
Sepulang dari acara syukuran di rumah baru Kak Arsen, aku dan Kak Zayn kembali ke apartemen. Kak Zayn pasti lelah karena belum beristirahat sejak tadi malam, dan saat ini, kami sedang dalam perjalanan pulang ke apartemen.
"Kak, ternyata Asisten Kaisar udah punya gebetan ya," ucapku memecah keheningan, karena sedari tadi Kak Zayn hanya diam saja.
"Emang kenapa? Jangan bilang kalau kamu cemburu!" Kak Zayn menoleh padaku lalu memasang wajah datarnya yang menyebalkan.
"Kalau si Kai suka sama temennya Kimmora sih masih bagus, daripada suka sama Kimmora, bisa babak belur lagi dia dihajar Arsen."
"Emang kalau cuma suka kenapa? Kan nggak dicolek nggak diapa-apain juga."
"Sebagai suami, ada rasa sakit di sini Ra, kalau ada orang yang suka sama istri kita," kata Kak Zayn sambil menunjuk dadanya.
"Yang penting kan, kita sebagai istri cintanya cuma sama suami, Sayang." Aku mengusap lengan Kak Zayn dengan manja.
"Apa Ra? Kamu panggil apa tadi?"
__ADS_1
"Sayang?"
"Lagi Ra!"
"Iya, Sayang," jawabku dengan nada menggoda.
"Aduh Ra, gemesin banget sih. Ini mobil kenapa lama sekali sih jalannya?" kata Kak Zayn sambil memukul stir mobilnya.
"Sabar dong, Kak. Mau ngapain sih buru-buru?"
"Mau ini." Kak Zayn mengelus pahaku yang masih terbalut celana, lalu perlahan bergerak mendekati rumah Juna dan kembali mengusapnya.
"Tadi malam kan udah." Aku menahan rasa geli yang menjalar di sekujur tubuhku.
"Udah apa?" Kak Zayn malah menggodaku.
"Udah itu, jangan mulai deh," rengekku.
"Semakin sering kita membuatnya, semakin cepat kita bisa lihat hasil karya kita, jangan mau kalah sama Arsen Kimmora," kata Kak Zayn yang masih mengusap bagian sensitif milikku itu.
♥️♥️♥️
Aku up 1 bab lagi, jangan lupa bab ini juga di like ya 🤗🤗🤗
__ADS_1
Sampai ketemu lagi 😘😘😘