
DERA
"Selamat ulang tahun, my queen." Suara berat yang sangat aku hapal itu membuatku terpaksa membuka mata. Ada pelukan hangat yang aku rasakan, diiringi dengan ciuman bertubi-tubi di pipi dan leherku. "Selamat ulang tahun, selamat ulang tahun."
"Kak Zayn, aku baru aja tidur," protesku setelah tatapan mata kami saling bertemu.
"Aku nggak mau melewatkan hari spesial kamu, Ra." Kak Zayn mendaratkan bibirnya di bibirku. Aku tahu dia ingin bermesraan karena kami memang sudah sangat jarang melakukannya, apalagi semenjak kelahiran si kembar. "Selamat ulang tahun, istriku."
Kak Zayn membantuku bangun dari kasur, ternyata ia sudah menyiapan kue ulang tahun di meja.
"Kakak, dari kapan beli ginian?" tanyaku saat melihat kue ulang tahun berbentuk hati, lengkap dengan lilin dan tulisan selamat ulang tahun disertai panggilan sayang dari Kak Zayn.
"Si Kai baru pulang, aku titipin di rumahnya biar nggak ketahun kamu," jawab Kak Zayn dengan santainya. Ia menyalakan korek api, lalu lilin berbentuk angka dua dan empat di atas kue itu pun menyala.
Astaga! Ternyata lagi-lagi asisten malang itu menjadi korban bosnya. Tidak bisa aku bayangkan reaksi Dara saat suaminya masih harus keluyuran di tengah malam begini hanya demi ulang tahunku.
__ADS_1
"Kakak jahat banget sama Asisten Kaisar," komentarku atas apa yang suakmiku itu perbuat pada asistennya.
Kak Zayn memposisikan diri menghadap ku, lalu menggenggam tanganku sebelum akhirnya menciuminya.
"Demi menjadi orang pertama yang merayakan ulang tahunmu, aku sampai rela kasih Kai libur dua hari dan bayarin paket honeymoonnya dia ke Bali," kata Kak Zayn. "Yuk, berdoa baru tiup lilinnya!" Kak Zayn merapatkan duduknya, lalu merangkul pundakku.
Ya Tuhan. Terima kasih sudah mengabulkan doa-doaku di tahun lalu. Aku bahagia memiliki suami yang sangat menyayangiku, juga anak-anak yang sehat yang melengkapi hidupku. Tuhan, aku titipkan Oase padaMu, sampaikan sayang dan rinduku padanya. Terima kasih untuk semuanya, semoga aku bisa melalui kehidupan dengan lebih baik lagi.
Setelah mengucapkan doa dan harapan, aku meniup lilin itu sampai padam.
"Thank you so much, my husband."
Ciuman hangat kembali terjadi di antara kami. Entah siapa yang memulai lebih dulu, aku dan Kak Zayn sudah saling mera*ba, lalu saling melepaskan pakaian. Hingga akhirnya, kami berakhir dengan pergulatan hangat di kasur sebagai hadiah pertama yang aku terima di hari spesial ini.
...****************...
__ADS_1
Pagi terindah di hari ulang tahunku. Seharusnya aku dan Kak Zayn masih bermesraan di kasur saat ini, atau bahkan melanjutkan lagi ronde ronde yang semalam terpaksa harus kami akhiri karena rasa lelah. Sayangnya, tidak semudah itu. Ketuka di pintu diiringi suara panggilan dari Mama Marisa membuatku terpaksa membangunkan Kak Zayn di pagi ini.
"Kamu masih mau lagi? Sebentar ya, aku masih ngantuk," kata Kak Zayn saat aku membangunkannya dari tidur.
"Ih, nggak gitu Kak, itu Mama manggil kita, Kak." Aku kembali menggoyangkan tubuh Kak Zayn agar cepat bangun.
Dengan malas, Kak Zayn pun bangun dari tidurnya, lalu kami memakai pakaian kami yang berserakan di mana-mana.
Setelah itu, aku membuka pintu dan Mama masih berdiri di tempatnya.
"Selamat ulang tahun, anak mama yang cantik," ucap Mama Marisa yang sudah membawa kue ulang tahun di belakangnya ada tiga bayiku yang digendong oleh pengasuhnya.
"Ah, Mama. Masih jam berapa sih? Harusnya nanti agak siang aja," balas Kak Zayn yang masih mengancingkan piyamanya.
❤❤❤
__ADS_1