
ZAYYAN
Dua minggu menjalin hubungan pura-pura dengan Putri, sepertinya aku lebih banyak diuntungkan. Putri gadis yang ceria dan tidak mudah dikalahkan. Semenjak Putri menjadi pacar pura-puraku, satu per satu gadis yang biasa menggangguku kini mundur perlahan.
Saat ini, aku sedang menunggu Putri selesai kuliah. Rencananya aku ingin mengajaknya ke mal karena ada film bagus yang ingin aku tonton.
Lama menunggu di parkiran, ternyata Putri keluar bersama laki-laki. Ia terlihat lebih cantik karena senyumannya, padahal tadi pagi masih biasa saja, tidak secantik ini.
"Jangan lupa angkat telfonku." Laki-laki itu melipat jemarinya, menyisakan kelingking dan jempol yang di dekatkan di telinga.
"Oke, Lan." Putri melambaikan tangan pada laki-laki yang kini masuk ke mobilnya.
Putri berjalan ke arahku sambil senyum-senyum. Entah mengapa aku tidak suka melihatnya tersenyum pada laki-laki lain, bukankah semua orang di kampus ini tahu, kalau Putri adalah pacarku. Ya, meskipun pacar pura-pura.
"Hai, Kak Za," sapanya masih ceria, tanpa merasa bersalah atau pun berdosa padaku.
"Siapa dia?" tanyaku malas, mengambil helm lalu menyerahkan padanya.
"Oh, itu Erlan, temen sekelas aku." Putri menerima helm yang kuberikan. "Jangan bilang siapa-siapa ya, dia calon pacarku," bisiknya yang membuatku semakin kesal.
"Jangan ngaco deh kamu itu pacarku." Aku memakaikan helm untuk Putri yang kini melotot menatapku.
__ADS_1
"Aku bisa pakai sendiri, lagian kita ini cuma pura-pura pacaran. Yang pacaran beneran aja bisa putus apalagi yang pura-pura." Putri menyingkirkan tanganku yang masih memegang tali helmnya.
Entah kenapa pernyataan Putri membuatku kesal. Hatiku terasa panas semenjak Putri mengatakan bahwa laki-laki itu calon pacarnya. Apalagi saat Putri menyinggung kata putus.
***
Aku memaksa Putri untuk menemaniku nonton. Film aksi yang sudah lama aku nanti penayangannya di Indonesia. Berbeda denganku, Putri terlihat sangat cuek, tidak seantusias aku yang memang suka dengan film-film laga.
Putri sibuk sekali dengan ponselnya. Aplikasi hijau itu sama sekali belum beralih dari layarnya.
Aku melirik sekilas, penasaran dengan siapa Putri berkirim pesan. Ada nama 'Kak Erlan' yang tertera di bagian atas chat room itu.
Aku melengos karena kesal diabaikan. Di saat ia sedang bersamaku, kenapa dia lancar sekali chatingan dengan cowok lain.
Setiap kali kami berpura-pura pacaran, ia akan meminta imbalan. Minta buku, minta boneka, minta dibelikan jajan, pernah juga minta dibelikan album original boy band Korea yang lagi digilainya.
"Nggak ada, aku belum kepikiran," jawabnya tanpa mengalihkan pandangan mata dari layar ponselnya.
"Kamu nggak pengen liburan ke mana gitu?"
"Nggak ah, kalau liburan ntar kita kayak pacaran beneran. Kecuali kalau Kakak emang pengen liburan, ya aku temenin," jawabnya masih tetap fokus dengan laki-laki itu, sesekali tersenyum dan tertawa seperti orang gila. Aku yang ada di sampingnya jadi seperti patung yang tidak ada harganya.
__ADS_1
Setelah menunggu, akhirnya kami dipersilakan masuk ke gedung bioskop. Setelah kami duduk, layar diputar dan lampu dimatikan, Putri masih sempat bermain ponsel. Dengan gerakan cepat, aku langsung merebutnya, lalu menyimpan ponsel Putri di saku celanaku.
"Kakak apaan sih?" protesnya saat aku merebut ponselnya.
"Mata kamu nggak sakit, mainan ponsel gelap-gelapan gini?" tanyaku yang semakin kesal.
"Nggak, kan masih bisa lihat jelas, siniin hp aku." Putri berusaha mengambil ponselnya dari saku celanaku.
"Nanti, kalau filmnya udah selesai," jawabku tanpa memberikan kesempatan Putri untuk bisa mengambil ponselnya.
"Aku nggak suka nonton film berantem-berantem gitu," ucapnya setelah menyerah karena tidak bisa mengambil ponselnya.
"Kamu maunya apa sih? Kan aku minta kamu temenin aku nonton."
"Aku mau pulang, Kak Za nyebelin," marahnya yang kini malah menutup mata, pura-pura tidur.
Dia yang asyik sendiri kenapa aku yang dibilang menyebalkan?
❤❤❤
...Au ah, aku nggak tau. Apa itu yang dinamakan cemburu?🙃🙃🙃...
__ADS_1
Jangan lupa kembang kopinya dikirim, pencet ikon Hadiah di bawah ini ya 😍😍
Makasih semuanya. 😘😘😘