Istri Big Boss

Istri Big Boss
Bab 105


__ADS_3

Maldives, atau dikenal juga dengan nama Maladewa. Suatu negara kepulauan di samudra Hindia yang letaknya di selatan-barat daya India, sekitar 700 Km barat daya Sri Lanka. Negara ini memiliki pemandangan laut dan pantai yang sangat indah, tidak heran jika tempat ini dijadikan tempat berbulan madu yang sangat pas.


Pesawat kami berangkat saat hari masih sangat pagi karena pesawat kami akan terbang pukul 05.30. Dalam waktu yang sangat mendadak itu, aku berhasil menyiapkan kebutuhan kami selama empat hari di sana.


Ada untungnya juga sih, Dara ikut dalam perjalanan ini, aku jadi ada teman ngobrol saat Kak Zayn dan asistennya sibuk membahas bisnis. Setelah transit di Singapura, akhirnya kami sampai di Maldives.


Setelah menyebrang dengan kapal kecil, kami sampai di lobi resort dengan disambut oleh pegawai resort saat turun dari kapal. Setelah dari lobi, kami diantar ke kamar resort dengan kendaraan milik hotel, dan kami pun segera beristirahat.


"Keren banget ya tempatnya." Aku membuka pintu kamar, berjalan mendekat ke kasur yang dilapisi sprei putih dan juga taburan mawar. Romantis sekali.


"Iya dong, untuk orang spesial, tempat menginapnya juga spesial," kata Kak Zayn yang kemudian memelukku.


"Makasih ya udah bawa aku ke sini, ini luar biasa banget buatku." Aku mengecup pipi Kak Zayn yang kemudian menyandarkan kepalanya di bahuku.


"Kamu tau? Rasanya aku ingin selalu membuatmu bahagia, jangan memikirkan apapun yang membuat senyummu pudar! Aku selalu mencintaimu, istriku." Kak Zayn mencium bibirku dengan lembut. "Mau coba empuknya kasur Maldives?" Kak Zayn menaik turunkan alisnya, membuatku terkekeh geli karena tau apa yang dia inginkan.


Malam baru saja dimulai, seharusnya kami keluar menikmati keindahan malam di sini, tapi karena perasaan luar biasa itu, kami berakhir di ranjang mencoba menghangatkan ranjang kamar kami yang dipenuhi kelopak bunga mawar.


*

__ADS_1


*


*


Pagi harinya, setelah sarapan kami berempat bersepeda mengelilingi resort sebelum melakukan aktifitas air. Dara dan Asisten Kaisar juga ikut bersepeda bersama kami.


"Wah, emang di sini cocok banget ya buat honeymoon, kasihan mereka yang belum sah itu Kak," ucapku pada Kak Zayn yang memboncengku dengan sepeda.


"Biarin ajalah, siapa tahu mereka jadi termotivasi untuk cepat nikah," jawab Kak Zayn.


Benar juga sih, tapi tetap saja ada perasaan takut kalau mereka kebablasan dan bernasib seperti Kak Dion dan Kak Yumna. Semoga saja tidak, jangan sampailah.


"Bos, nanti kalau aku sama Dara nikah, sering-sering honeymoon ya," kata Asisten Kaisar yang membuat Kak Zayn melemparinya dengan batu kecil.


"Kamu maunya gratisan terus," jawab Kak Zayn. "Yuk, Ra. Kita siap-siap snorkeling." Kak Zayn berdiri lalu mengulurkan tangannya untuk membantuku berdiri juga.


"Ikut, Bos, tapi bayarin tagihannya ya," kata Asisten Kaisar.


"Ogah, bayar sendiri! Kamar sama pesawat aja yang aku bayarin, lainnya pakai duit kamu sendiri! Potong gaji!" kata Kak Zayn.

__ADS_1


"Ya ampun, Bos. Di sini kan mahal, makanannya aja nggak ada yang murah."


"Nanti aku bayar sendiri Mas," kata Dara yang entah sejak kapan mulai memanggil Asisten kaisar dengan sebutan 'Mas'.


"Jangan! Biar aku bayarin nanti, Sayang," balas Asisten Kaisar.


"Iya, Dara. Duitnya si Kai itu banyak, jangn mau ngeluarin duit pas sama dia!" Kak Zayn mulai mengayuh sepeda, memboncengku dan meninggalkan pasangan kekasih itu.


"Kak Zayn serius, nggak bayarin mereka?" tanyaku sambil melingkarkan tangan di pinggangnya.


"Aku cuma pengen isengin si Kai aja, Ra."


"Kenapa sih, Kak Zayn nggak mau manggil aku sayang kayak Asisten Kaisar ke Dara?" Aku mengurai pelukanku di perut Kak Zayn karena merasa kecewa.


"Iya, Beiby, maafin aku ya."


"Coba ulangi lagi!"


"Iya, Dera My Beiby."

__ADS_1


♥️♥️♥️


__ADS_2