
Cahaya terang memasuki kamar resort yang aku dan Kak Zayn tempati. Sepertinya pagi telah menyapa dengan keramahannya. Satu tangan kekar melingkar di perutku dari balik selimut hotel yang hangat ini.
Dengkuran halus terdengar merdu di telingaku. Kulihat sang pemilik tangan itu sedang tengkurap dengan punggung polos yang terpampang nyata di hadapanku.
Aku kembali teringat betapa gagahnya Kak Zayn tadi malam. Seakan tanpa lelah, ia berkali-kali menyiramkan benihnya di rahimku. Aku dan Kak Zayn benar-benar sudah melakukannya tadi malam.
Aku berbalik badan dan memindahkan tangan kekar itu dengan hati-hati, tak ingin pemiliknya terusik dan malah terjaga. Niatku ingin memandangi wajah yang tenang dalam tidurnya ini. Wajah menyebalkan yang selalu membuatku kesal, kini terlihat sangat tampan dan mengagumkan.
Aku kembali teringat dengan rasa cintaku sebelum kami bertemu. Saat di mana hati ini selalu berdebar setiap melihatnya dari sosial media. Kini, laki-laki itu ada di hadapanku, dan telah menyatu dengan cintaku.
Dengkuran halus masih terdengar, sepertinya Kak Zayn sangat terlelap dalam mimpinya. Aku memutuskan untuk bangun dari ranjang untuk bersih-bersih, tapi baru saja bergerak Kak Zayn sudah menarik tubuhku ke dalam pelukannya.
"Mau ke mana?" tanya Kak Zayn dengan suara parau.
"Aku mau mandi, Kak." Aku menoleh padanya yang kemudian menghadiahkan ciuman di pipiku.
“Nanti aja, barengan,” kata Kak Zayn yang semakin mengeratkan pelukannya,
“Sekarang aja, kita belum sarapan loh.” Aku menyingkirkan tangan Kak Zayn dari tubuhku.
“Alah, kalau soal itu gampang, nanti tinggal suruh anter kan bisa. Kamu di sini aja dulu," kata Kak Zayn yang semakin merapatkan punggungku ke dalam dadanya.
“Kak Zayn mau apa?”
“Nggak mau apa-apa cuma pengen peluk aja, atau kamu mau kita mengulang yang semalam?” Laki-laki itu mulai menggesekkan hidungnya di leherku, dan menjilati belakang telingaku.
__ADS_1
“Ih, Kak Zayn apa-apaan sih, geli tau." Tanganku meraih rambut Kak Zayn dan mere*masnya.
“Ayolah, Ra. Sekali lagi ya?” Kak Zayn langsung menyerbuku dengan ciuman di leher. Tangannya mulai mere*mas bukit kembarku dengan satu tangan.
"Ah, Kak." Suara yang keluar dari mulutku malah membuat Kak Zayn bangkit dan memposisikan dirinya di atasku.
"Lagi, Ra. Mende*sah lagi, Sayang. Aku suka dengar desa*han kamu." Kak Zayn melahap ujung bukit merah muda yang menjulang di atas bukitku.
Satu tangan Kak Zayn mulai menuntun Juna dan menggesekkannya di lembah sempit yang masih terasa perih.
"Jangan, Kak. Sakit," mohonku. Namun, aku merasa celah sempit itu terasa semakin basah seiring dengan gerakan Juna yang menggesek-gesek terus di bawah sana, apalagi mulut dan lidah Kak Zayn juga terus bermain di bukitku.
"Tapi ini udah basah, Ra. Pelan-pelan aja, aku janji, ya."
Aku tidak bisa menolak mata indah yang tengah diselimuti kabut ga*i*rah itu, dan akhirnya aku mengalah untuk membiarkan Juna kembali memasuki rumahnya, surga duniawi yang baru saja Juna rasakan.
"I love you, Ra." Kak Zayn mendorong Juna masuk dengan hati-hati.
Rasa perih kembali menjalar di bagian inti tubuhku, saat Juna semakin melesat masuk dan memenuhi lubang kecil itu. Juna yang besar dan keras membuat celah sempit itu benar-benar terasa penuh dan sesak.
Di pagi yang sangat cerah ini, Kak Zayn kembali memompa di atasku. Membawaku kembali terbang menuju langit tertinggi untuk mencapai nirwana.
*
*
__ADS_1
*
Rasa lapar dan bunyi keroncongan memaksaku untuk bangun dari tidur. Seluruh tubuhku terasa sakit dan pegal, apalagi bagian bawahku rasanya sangat perih dan sakit.
Aku menjerit kesakitan saat aku bangun dari ranjang untuk memungut pakaianku yang sudah berserakan di lantai.
"Kamu kenapa, Ra?" Kak Zayn yang juga tidak memakai apapun langsung bangun dengan mata yang dipaksa terjaga.
"Sakit banget, perih."
Kak Zayn hanya cengar-cengir, sambil menggaruk kepalanya.
"Maaf, Ra. Soalnya enak."
"Udah tau enak aja nggak mau berhenti, kemarin-kemarin ke mana aja Bang?"
"Kemarin masih khilaf, Ra. Sekarang udah sadar, kau ternyata rasanya enak. Lagi yuk!"
♥️♥️♥️
...Kasihan kamu, Ra. Tenang habis ini udah nggak kok, kita jalan-jalan ya nanti 😅😅😅...
Maap ye, up nya masih bahas begituan, kan ceritanya baru pertama kali, ya nggak mungkin kalau besoknya nggak nambah lagi 😅😅😅😅
Ritualnya jangan lupa,
__ADS_1
Sampai ketemu lagi 😘😘😘