Istri Big Boss

Istri Big Boss
Bab 179


__ADS_3

DERA


Dua hari setelah kepulangan si kembar perempuan, hari ini giliran jagoan kami yang pulang. Aku ikut menjemputnya ke rumah sakit, karena aku ingin menggendongnya sendiri sampai ke rumah.


Aku ditemani Kak Zayn dan juga baby sitter Leon, berjalan menuju ruang bayi tempat Leon dirawat. Di sana sudah ada perawat dan juga Dokter Gibran yang menjadi dokter anak yang memantau kesehatan bayi-bayiku sejak lahir.


Perawat menyerahkan Leon dalam gendonganku.


"Hallo Sayang, ini mommy, kita ketemu lagi jagoan mommy." Aku mencium kening Leonel yang sedang tertidur lelap.


"Dera, jangan lupa untuk rutin kontrol dan imunisasi, tetap jemur mereka setiap pagi." Dokter Gibran memberikan saran dan nasehatnya.


"Iya, terima kasih untuk semuanya," balasku.


"Semoga kamu dan keluargamu selalu bahagia, Dera."


"Terima kasih Dokter Gibran, saya pasti akan membahagiakan istri dan anak-anak saya." Kak Zayn membalas ucapan Gibran yang ditujukan padaku.


Perpisahanku dengan Gibran memang menyisakan banyak tanda tanya, tapi dia hanya masa lalu yang menyakitkan. Masa depanku hanya ada suami dan anak-anakku.


...****************...


Kelahiran si kembar membuat perubahan besar dalam kehidupanku. Sekarang, bayi-bayi kami sudah berusia tiga bulan lebih. Sudah terlihat gembul dan sehat-sehat. Leon bahkan sudah bisa tengkurap, sedangkan Valen dan Ellea baru bisa tidur miring.


"Selamat pagi keponakan Onty yang gemes-gemes," sapa Putri yang datang bersama Mama Marisa dn Asisten Kaisar serta istrinya.

__ADS_1


"Selamat pagi, Onty lama nggak ke sini ya," jawabku.


"Mama kok bisa datang sama Kai?" tanya Kak Zayn setelah menyalami mamanya.


"Iya, tadi pas mampir, terus mama ajak ke sini sekalian," jawab Mama. "Cucu Oma udah cantik-cantik dan ganteng, mau ke mana sih?" tanya Mama yang kemudian menggendong Leon.


"Oma nih, emangnya mereka kalau mau pergi aa ganteng sama cantiknya," protes Kak Zayn.


Dara menggendong baby Valen, sedangkan Ellea digendong Putri.


"Kakak, gimana rasanya punya bayi?" tanya Putri yang masih saja kaku saat menggendong Ellea.


"Kamu udah pengen punya anak, Put?" tanya Asisten Kaisar.


"Ya belum sih kak, kan cuma nanya aja."


"Ih, kalian ini, aku kan cuma nanya." Putri memanyunkan bibirnya


"Punya bayi itu, rasanya capek banget, aku nggak bisa bayangin kalau nggak ada baby sitter terus mereka nangis bareng, tapi ajaibnya, rasa capek itu langsung hilang loh pas lihat mereka senyum-senyum gitu," jawabku.


"Ih, pasti seru banget. Kakak bisa gitu nyusu*in tiga bayi sekaligus?" tanya Putri tanpa mengalihkan pandangan dari Ellea.


"Putri kamu ada-ada aja, kan payu*daranya cma dua, mana bisa tiga-tiganya langsung," jawab Dara.


"Ya aku kan nggak tahu, Kak Dara."

__ADS_1


"Ya nyusuinnya gantian Put, kan ada stok asi juga, makannya harus banyak tuh aku belum bisa diet," jawabku.


Setiap pagi dan malam memang aku selalu memompa ASI untuk persediaan si kembar kalau saja mereka lapar bersamaan dan membuat kami kewalahan.


"Punya adik kok pertanyaan suka aneh-aneh," sahut Asisten Kaisar.


"Ajaran kakaknya tuh." Kak Zayn melempar bantal sofa yang langsung ditangkap oleh asistennya.


"Ya engaklah, Bos. Pasti ajaran kakak iparnya," balas Asisten Kaisar.


"Dih, nggak mau ngaku, ngapain aku ngajarin Putri, aku tuh sibuk," bantah Kak Zayn.


"Kalau Tuan Bos sibuk, saya pasti lebih sibuk."


Dua lakilaki dewasa itu saling bertatapan.


"Oh iya Kak, kalau nyusuin bayi sama nyusuin suami rasanya sama nggak?"


"Hah?"


Semua orang melongo mendengar pertanyaan Putri, termasuk Mama dan para baby sitter triplet.


❀❀❀


Nah loh, pertinyiin yang hanya bisa dijawab oleh ibu-ibu πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

__ADS_1


1 bab lagi, nanti malam ya Insya Allah. Kalau barengan pasti like koment nya nggak imbang. Jangan lupa jempolnya 😍😍 Aku besok mau liburπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


__ADS_2