
Pagi pertama di rumah baru. Aku berkeliling rumah masih memakai piyama. Aku tidak heran kalau Kak Zayn memperkerjakan banyak orang di rumah ini, karena memang rumah ini sangat besar dan luas.
Rumah dengan tiga bangunan besar yang saling terhubung, mengelilingi kolam renang yang juga luas dan panjang. Di seberang rumah, melewati kolam renang, ada dua gazebo besar yang terlihat kokoh. Benar-benar rumah seorang sultan.
Ada jogging track juga di belakang air mancur yang jatuh ke kolam. Jogging track itu juga menjadi jalan menuju gazebo di seberang rumah yang terhalang air kolam.
Masih terkagum-kagum menikmati kemewahan eksterior rumah, aku dikejutkan dengan nyanyian 'Happy Birthday' dari beberapa orang di belakangku. Ada Kak Zayn yang membawa buket bunga besar, ada Mama, Mama Marisa, dan juga Nadya yang masing-masing membawa kue ulang tahun. Papaku, Papa Elvan, Dara, Asisten Kaisar, Kak Zea dan pacarnya, juga ada Zayyan yang semuanya membawa balon. Mereka semua menyanyikan lagu ulang tahun itu untukku.
"Happy birthday to you. Happy birthday to you. Happy birthday, happy birthday. Happy birthday to you."
"Happy birthday, my Queen." Kak Zayn menyodorkan buket bunga padaku, lalu mengecup keningku cukup lama.
"Makasih, Hubby. I love you," jawabku yang membuat Kak Zayn tersenyum malu-malu.
"Ayo Sayang, berdoa dulu terus tiup lilin," kata Mama yang membawa kue ulang tahun dengan lilin angka 22 sesuai dengan umurku.
Aku mengangguk, lalu berdoa dalam hati sambil memejamkan mata.
Terima kasih Tuhan, telah memberiku kesempatan untuk bernapas sampai detik ini. Terima kasih telah memberiku kebahagiaan yang sangat berlimpah. Kalau boleh aku meminta satu hal lagi, izinkan aku melahirkan dan menjadi seorang wanita seutuhnya. Aku ingin membalas semua kebahagiaan yang telah diberikan suamiku. Kabulkanlah do'aku Tuhan. Aamiin.
Aku segera meniup lilin di atas tiga kue itu secara begantian. Lalu, aku memotong kue yang aku berikan pada Kak Zayn.
__ADS_1
Setelah itu, kami semua sarapan bersama untuk pertama kalinya di rumah ini. Rumah ini memiliki dua meja makan, yang satunya meja makan dengan dua belas kursi untuk makan keluarga besar, sedangkan yang satu lagi memiliki empat kursi yang cocok untuk makan sehari-hari berdua.
"Gila, rumah kamu gede banget, Ra. Benar-benar sultan ya suami kamu," kata Nadya saat kami selesai sarapan bersama.
"Aku juga baru tau ini loh, aku baru pulang dari Maldives kemarin," balasku.
Nadya geleng-geleng kepala, sepertinya ia terkagum-kagum dengan kemegahan rumah ini. Jangankan Nadya, aku sendiri masih tidak percaya kalau tinggal di rumah mewah ini.
Akhirnya, kami membongkar satu koper yang isinya buah tangan dari Maldives.
*
*
*
"Bi, makan siang buat Kak Zayn udah siap?" Aku menghampiri Bi Sari yang sedang menyiapkan kotak bekal pesananku.
"Sudah Non, ini tinggal dibawa, semuanya sesuai permintaan Non Dera." Bi Sari memberikan tas bekal bergambar panda itu padaku.
"Makasih Bi, kalau gitu aku pergi dulu."
__ADS_1
Aku meninggalkan rumah diantar oleh sopir yang bernama Mang Ujang, katanya dia asli Bandung. Mang Ujang mengantarku sampai ke kantor dengan selamat, ia memarkirkan mobil dan aku menyuruhnya untuk menunggu, karena setelah ini aku ingin melihat baby Xavier yang menggemaskan itu.
Memasuki ruangan Kak Zayn, kebetulan dia sedang bertelepon entah dengan siapa. Aku duduk di sofa menunggunya selesai menelepon, yang tak lama ia akhiri dan menghampiriku di sofa.
"Kamu tau banget aku lagi laper," katanya lalu mengecup pipiku.
"Ya jelas laperlah, ini jam makan siang." Aku membuka tas bekal yang tadi disiapkan Bi Sari.
"Hehe, aku nggak lihat jam."
"Makanya jangan terlalu sibuk, aku udah suruh Bi Sari masakin spesial buat Kakak." Aku membuka kotak bekal yang dari aromanya saja sudah menggugah selera.
"Apa ini?" tanya Kak Zayn saat aku menyodorkan sekotak tumis toge lengkap dengan tahu dan bakso.
"Ini bagus buat kesuburan, aku juga makan ini." Aku menunjuk kotak milikku yang isinya tumis brokoli dan sayuran hijau.
"Aku nggak doyan toge, Queen. Mending kita beli sate," kata Kak Zayn sambil menutup kotak bekalnya.
"Nggak boleh, pokoknya ini harus dimakan dan harus habis."
"Kok maksa."
__ADS_1
"Iya, biar kita cepet punya anak."
❤❤❤