
DERA
Sepulang dari membeli roti, kami mendapat kabar bahwa Kak Arsen mengalami kecelakaan, dan sekarang kondisinya kritis di rumah sakit. Papa bilang, Kak Arsen ditabrak oleh mobil saat sedang menemani Papa dalam sebuah pertemuan bisnis.
Kak Zayn langsung mengajakku mampir ke rumah sakit untuk menjenguk Kak Arsen. Kami belum tahu pasti separah apa keadaan, karena Papa hanya bilang kalau Kak Arsen tidak sadarkan diri.
"Kamu tunggu sini aja kalau nggak kuat sama aromanya," kata Kak Zayn setelah melepas seatbelt yang melindungi tubuhnya.
"Nggak Kak, aku pengen lihat langsung keadaan Kak Arsen," balasku lalu ikut keluar dari mobil.
Selama memasuki rumah sakit yang harus melewati lorong-lorong sepi, aku berpegangan erat pada lengan Kak Zayn. Aroma obat mulai tercium, tetapi aku tetap menahannya, karena aku ingin melihat sendiri bagaimana keadaan Kak Arsen.
Sampai di depan ruangan ICU tempat Kak Arsen dirawat, aku melihat Mama yang sedang menangis di samping Papa. Papanya Kimmora. Om Doni dan Kak Dion serta kakaknya Kimmora juga ada, semua menunggu tidak jauh dari pintu ruangan ICU yang tertutup rapat.
"Pa, gimana Kak Arsen?" tanyaku setelah menghampiri mereka semua.
"Kakakmu sekarang koma, Kimmora ada di dalam untuk melihat keadaannya," kata Papa.
Aku duduk di samping Mama yang masih menangis, aku tahu Mama juga sangat sayang sama Kak Arsen walaupun Kak Arsen bukan anak kadungnya.
"Ma." Aku memeluk Mama yang terlihat menyedihkan.
"Kakakmu, Ra. Dia ...."
"Iya Ma, kita berdoa buat Kak Arsen, semoga dia bisa secepatnya sadar dan berkumpul bersama kita lagi."
__ADS_1
"Padahal saat ini istrinya sedang hamil, kasihan sekali mereka, Sayang,"
"Kimmy hamil Ma?"
Mama mengangguk yakin.
"Pendarahan di otaknya sudah berhasil dihentikan, sekarang kita tinggal menunggu keajaiban Tuhan," kata Papa yang berhasil membuat perasaanku tersayat-sayat.
Walaupun aku dan Kak Arsen tidak terlalu dekat, tapi sebagai saudara yang memiliki darah yang sama, aku bisa merasakan penderitaannya. Dari kecil tidak pernah mengenal Papa, mamanya meninggal saat ia dilahrikan. Sekarng, saat dia baru saja bahagia dengan keluarga kecilnya, ia harus mengalami hal tragis seperti ini. Anaknya masih sangat kecil, dan sekarang anak kedunya masih berada di kandungan.
"Apa yang sebenarnya terjadi, Pa?" tanya Kak Zayn.
"Masih dalam tahap penyidikan polisi, papa tidak yakin tapi bisa saja ini memang disengaja," jawab Papa.
"Aku akan suruh orang untuk selidiki kasus ini," kata Kak Zayn.
Aku berdiri dan memelukknya, memberikan dukungan yang mungkin bisa meringankan kesedihannya.
"Kamu kuat Kim, kamu pasti bisa melewati ini. Kak Arsen butuh semangat kamu." Aku mengusap punggung kakak iparku.
"Kenapa harus suamiku?" gumamnya.
"Karena Tuhan tahu kamu dan Kak Arsen pasangan yang kuat, mungkin Tuhan sedang menguji cinta kalian. Kita semua akan menemani kamu melewati ini semua, kita harus menyemangati Kak Arsen, Kim. Kamu kuat, kamu kuat, demi Kak Arsen, demi Xavier juga."
"Ini sudah takdir, Sayang. Kamu pasti bisa melewatinya." Mama ikut memeluk Kimmora, kami bertiga berpelukan dengan suasananya yang benar-benar mengharukan.
__ADS_1
*
*
*
Setelah dari rumah sakit, aku dan Kak Zayn langsung pulang. Suasana sedih masih menyelimuti perasaanku. Sementara Kak Zayn mulai sibuk menelepon.
"Halo, Kai. Kamu di mana?"
"Kamu baru beli cincin. Arsen kecelakaan, dan Papa curiga ada yang sengaja mencelakainya."
Asisten Kaisar akan melamar Dara besok malam, pasti saat ini ia juga masih menyiapkan semuanya.
"Kamu suruh anak buah kamu, terserah mau berapapun, semuanya juga lebih bagus. Aku tunggu kabar baiknya." Telepon dimatikan, dan Kak Zayn menghampiriku di tempat tidur.
"Aku benar-benar kasihan melihat keadaan Kimmy saat ini, hatinya pasti sangat hancur, apalagi dia sedang hamil."
"Kalau hamil butuh dampingan suami kan?" Kak Zayn menatapku lekat-lekat.
"Iya lah, Kak. Bayangin aja, Xavier masih enam bulanan, dan sekarang udah mau punya adik, sedangkan Kak Arsen terbaring koma. Kimmy pasti kehilangan bahu yang menopang kekuatannya," jawabku sambil membayangkan sulitnya hidup Kimmy jika mengurus bayi dan hamil, tanpa dampingan Kak Arsen.
"Kalau gitu, kamu jangan sia-siakan suamimu ini." Ia mendekat dan itu membuatku tutup hidung seara refleks.
"Sia-siakan apa? Kakak pake parfum aku deh biar aku nggak mual!"
__ADS_1
"Nah, kayak gini contohnya sia-siain suami."
♥️♥️♥️