Istri Big Boss

Istri Big Boss
Bab 146


__ADS_3

DERA


Kehamilan pertama ini, aku belum menyiapkan apa pun untuk bayi-bayiku. Rencananya, aku dan Kimmora akan belanja bareng hari ini karena Mama yang mengajak kami.


"Kak, nanti aku mau ke mal sama Mama sama Kimmora juga, bolehkan?" pamitku pada Kak Zayn setelah aku menerima pesan dari Mama.


"Ke mal mana?" Kak Zayn sibuk merapikan pekerjaannya yang tadi malam sempat tertunda karena si Juna tidak sabaran setelah melihatku keluar kamar mandi.


"Mal punya kamu." Aku memilih duduk di samping Kak Zayn sambil memijat pundaknya.


"Punya kamu juga." Kak Zayn meraih tanganku dan akhirnya ia memelukku. "Kamu kok makin cantik sih," godanya yang sudah mendaratkan ciuman di leherku.


"Nggak nggak, aku mau shoping, Kak." Aku mengangkat kepalanya untuk menjauh dariku.


"Ikut!" Bibir Kak Zayn mengerucut dengan manja.


"Emang mau ngapain ikut mama-mama belanja?" tanyaku sambil memainkan bibir Kak Zayn dengan tanganku.


"Kamu kalau belanja kayak orang kalap, aku takutnya kamu lupa kalau lagi hamil."


"Ya nggak lah, aneh-neh aja Kakak ih."


"Pokoknya aku ikut,"


Setelah perdebatan panjang, akhirnya aku mengalah dan membiarkan Kak Zayn ikut. Pasti dia akan bosan dan memilih kabur nantinya.


...****************...


Aku dan Kak Zayn sampai di rumah Kimmora, karena kami memang sepakat pergi bersama dari rumahnya. Mama sudah datang sebelum aku sampai, sepertinya Mama sedang rindu dengan Xavier yang memang menggemaskan.


"Zayn ikut juga?" tanya Mama yang sedang bermain dengan Xavier.


"Iya, Ma. Nggak apa-apa kan, Ma?" Kak Zayn duduk di sebelah Kak Arsen yang tidak jauh dari tempat Mama menemani Xavier bermain.


"Ya nggak apa-apa dong."


"Aku jadi ada temennya deh," kata Kak Arsen.

__ADS_1


"Kakak ikut juga?"


"Iya, buat jagain Xavier. Jadi babby sitter dulu, Ra."


"Wih, nggak apa-apa Kak, jadi hot daddy nanti. Kimmy mana Kak?"


"Masih nyiapin isi tasnya Xavier, Ribet banget, bentar aku panggilin."


Kak Arsen beranjak meninggalkan kami, masuk ke sebuah kamar yang sepertinya dikhususkan untuk Xavier.


"Xavier sini cium onty." Aku mendekat pada Xavier yang menatap perut buncitku.


"Adeknya Xavier lagi apa itu di perut Onty?" tanya Mama pada Xavier. "Perut kamu kok gede banget sih, Ra."


"Iya, Ma. Soalnya anakku ada empat." Aku tidak bisa untuk tidak tersenyum bahagia setiap kali menceritakan kehamilanku ini.


"Ya Allah, Sayang. Kamu kok bisa hamil empat bayi sekaligus."


"Karena daddynya jago, Ma. Jadi ya sekali tembak langsung empat," jawab Kak Zayn yang malah membuatku malu.


"Ya, Tuhan udah berkehendak, Ma. Aku dah lama pengen bayi ini, dan sekalinya hamil aku dikasih empat."


"Sehat-sehat ya, sampai lahiran." Mama mengusap perutku.


Xavier yang sedang duduk dengan boneka sapinya, tiba-tiba mencium perutku.


"Eh, Xavier sayang dedeknya onty ya?"


"Mom—my, mom—my."


Suara Xavier terdengar lucu sekali.


"Dia kenapa rambutnya kayak gitu lagi sih, pas daddy-nya sakit kayaknya masih klimis," komentar Kak Zayn pada rambut Xavier yang memang berdiri tegak seperti bulu landak.


"Mungkin emang yang dandanin Xavier itu Kak Arsen."


"Dia ganteng banget ya, kayak kakakmu. Mama yakin, anak-anak kalian pasti ganteng-ganteng dan cantik-cantik."

__ADS_1


"Pasti dong, Ma. Mommy sama Daddy nya aja kualitas premium."


Kata-kata Kak Zayn membuatku dan Mama tertawa geli.


Tidak lama setelahnya, Kimmora dan Kak Arsen keluar dari kamar dan membawa serta perlengkapan Xavier dalam tas khusus berwarna coklat gelap dengan boneka kepala beruang sebagai hiasannya.


"Ra, perut kamu kok gede banget," kata Kimmora tanpa basa-basi.


Aku hanya tersenyum sambil mengusap perut buncitku yang lebih buncit dari perut Kimmora.


"Iya, aku hamilnya kembar empat, Kim," jawabku.


"Apa?" Kimmora dan Arsen kaget bersamaan.


"Iya, kembar empat. Makanya engap banget ini baru lima bulan lebih dikit, kalau sembilan bulan gimana ya."


"Kembar empat itu banyak Dera, kayaknya nggak sampai empat puluh minggu deh kamu lahirannya. Mungkin tiga puluh dua minggu kamu udah bisa lahiran," kata Kimmora.


"Masa sih Kim, kamu tahu dari mana?" tanyaku.


"Pas hamil Xavier, aku pernah browsing-browsing."


"Prematur dong Kim?"


"Iya, prematur kan kalau di bawah tiga puluh tujuh minggu."


"Udah udah, yuk jadi berangkat nggak nih? Nanti kehabisan loh," kata Kak Arsen yang menyudahi ketegangan kami.


"Yuk, Xavier sama mama aja," kata Mama.


"Pakai mobil aku aja." Kak Zayn membantuku berdiri. "Nggak apa-apa yang penting mereka sehat, jangan mikir yang aneh-aneh."


❤❤❤


Selamat sore gaess, aku update lagi. Jangan bosen ya. Aku gantian pokoknya. Nggak Zayyan terus, nggak Dera terus 😅😅


Oh ya, buat kalian yang bertanya-tanya kenapa kok Zayyan sama Putri dinikahin, kok nggak mau percaya sama penjelasan mereka. Coba cari tahu sejarah kisahnya Papa Elvan sama Mama Marisa di novelku "My Amazing Husband" cuma dikit kok babnya. Tapi, tahan emosi kalau baca 😅😅😅

__ADS_1


__ADS_2