Istri Big Boss

Istri Big Boss
Bab 120


__ADS_3

DERA


Saat tiba-tiba aku ingin makan bakso, dengan telur puyuh di dalamnya, Kak Zayn langsung heboh. Dia bilang tidak ingin anaknya ileran kalau aku ngidam tidak keturutan. Padahal, aku tadi hanya membayangkan saja.


Suamiku itu langsung menghubungi asistennya di tengah malam begini, dengan iming-iming rumah sebagai hadiah jika berhasil mendapatkannya. Kenapa tidak dia sendiri yang mencarikan untukku?


"Kenapa nelpon Asisten Kaisar sih? Kan kamu papanya, Kak," protesku setelah ia mengakhiri panggilannya.


Kak Zayn mendekat, tapi rasa aroma tubuhnya kembali membuatku mual. Aku mengambil masker lalu mengoleskan minyak kayu putih ke bagian luarnya, lalu memakai masker tersebut untuk menghilangkan bau tubuh Kak Zayn.


"Mau sampai kapan sih kamu mualnya." Kak Zayn duduk di ujung bawah ranjang, lumayan jauh dariku yang duduk bersandar di headbord ranjang. "Dede maunya bakso kan? Bukan bakso yang spesial yang dibelikan Daddy."


"Alesan aja, sebagai papa yang baik, harusnya Kak Zayn inisiatif beli lah," omelku. "Mana ngasih hadiah rumah, bener-bener nggak masuk akal deh Kakak tuh."


"Sebenernya udah dari awal aku udah rencana ngasih rumah buat dia, Queen. Dulu kan dia cerita beli apartemen itu buat tinggal adik sama mamanya, kalau udah nikah dia mau beli rumah sendiri. Ya udah dari situ aku inisiatif pengen kasih dia rumah." Kak Zayn mendekat, wajah kasihan itu membuatku merasa semakin gemas. "Pengen ngelus Dede bentar aja, jangan mual ya!" Ia berbaring tepat di samping perutku, lalu mengusap pelan dan mulai menciumnya.


Saat bibir Kak Zayn menyentuh perutku, rasa mual itu tidak datang lagi. Entah karena masker dan minyak kayu putih ini, atau memang karena rasa nyaman saat Kak Zayn menyentuhnya. Yang jelas, untuk beberapa saat Kak Zayn bisa mendekatiku tanpa rasa mual.


"Aku kangen, pengen itu. Kamunya mual terus deket-deket aku, kayak aku ini musuh kamu aja, Queen," ucap suamiku yang membuatku nelangsa. Kasihan juga sebenarnya, tapi ini bukan keinginanku.


Aku menarik lepas masker yang kupakai, mencoba menerima aroma tubuhnya yang sebenarnya tidak bai, tapi ....

__ADS_1


Perlahan, aku mengusap rambut Kak Zayn yang masih mengusap perutku. Namun, ia malah bangun dan membuatku kembali mual.


"Jangan bangun, aku jadi mual lagi!"


"Kalau dielus-elus gini mual nggak?"


"Nggak sih, coba elus-elus lagi," ucapku.


Kak Zayn kembali tiduran, kali ini ia memeluk perutku dan kembali mengusap dan menciumnya.


"Anak Daddy pengen dimanjain Daddy ya? Udah laper? Tunggu Kai datang ya, awas aja kalau nggak dapat baksonya."


"Kalau nggak dapat ya harusnya Daddy nya yang cariin dong, emang Dede anaknya Asisten Kaisar?"


"Jangan bangun, mual lagi nih!"


Kak Zayn hanya nyengir lalu kembali ke posisinya.


Satu jam berlalu, suara ketukan pintu membuatku antusias. Sepertinya itu Asisten Kaisar yang datang. Kak Zayn sudah tertidur, sehingga aku menyuruhnya untuk masuk. Pintu kamar kami jarang dikunci, karena tidak akan ada yang berani masuk tanpa izin kami.


Asisten Kaisar datang membawa kantong plastik sedang.

__ADS_1


"Ada?" tanyaku antusias. Aku bergerak perlahan bangun dari tempat tidur, supaya Kak Zayn tidak terganggu.


"Sudah Nona, sesuai permintaan. Bakso telur puyuh, kuahnya dipisah, tanpa bawang goreng. Ini mangkuknya!" kata Asisten Kaisar yang ternyata sudah menyiapkan juga peralatan makan untukku.


"Kai, kamu udah datang." Kak Zayn yang baru bangun, masih duduk di tepi ranjang.


"Iya, Bos. Untung masih buka, dan tinggal dua porsi. Perjuangan sekali dapatnya, Bos," kata Asisten Kaisar dengan bangganya.


Aku tak memperhatikan obrolan dua laki-laki itu dan fokus membuka bakso yang dibungkus plastik. Kuahnya hangat, tidak panas, tapi bolehlah daripada dingin.


"Kapan kamu nikahnya biar surat-surat rumahnya cepat diurus?"


"Secepatnya saya akan melamar Dara, Bos. Papanya sudah memberikan restu."


Aku sudah menuang bakso dan kuah ke dalam mangkuk, lalu mulai mencicipinya.


"Asisten Kai, sini deh! Kita makan bareng, enak loh ternyata," ajakku. Dua laki-laki itu sama-sama mengerutkan dahi.


"Queen, kamu nggak ajak aku makan? Kenapa Kai yang kamu ajak makan?"


"Kan aku mual kalau deket Kak Zayn, lagian kan yang beli Asisten Kaisar, dia pasti belum makan karena cuma sisa dua porsi. Kak Zayn jangan lupa ganti uangnya Asisten Kai!"

__ADS_1


♥️♥️♥️


__ADS_2