Istri Big Boss

Istri Big Boss
Bab 38


__ADS_3

Setelah sarapan bersama, aku berpamitan kepada semua anggota keluarga untuk ikut tinggal bersama suamiku. Rasanya memang sangat sedih harus berpisah dengan keluarga untuk membangun keluarga baru, tapi ini pilihan yang sudah kupilih, dan sekarang harus aku jalani.


Aku dan Kak Zayn akhirnya sampai di apartemen yang dulu pernah menjadi saksi kesalahpahaman yang akhirnya membuat kami menikah. Sebelum ke apartemen, kami sempat mampir ke rumah mama Marisa dulu tadi.


“Kamar aku yang mana?” tanyaku saat Kak Zayn langsung duduk di sofa seela masuk ke apartemen.


“Kamar yang dulu kamu masukin itu lah, mau kamar mana lagi?” jawabnya dengan mata terpejam.


“Maksudnya kita tidur sekamar gitu?” tanyaku sedikit bingung. Yang aku tahu, Kak Zayn tidak mencintaiku, pasti dia juga tidak mau kan sekamar denganku?


Kak Zayn bangun dari sofa, merebut koperku lalu membawanya masuk ke kamar, dan aku mengekor di belakangnya. Kak Zayn masuk ke ruangan khusus penyimpanan baju, dan aku masih mengikutinya sampai ia berhenti lalu membuka sebuah lemari besar.


“Ini khusus untukmu, terserah kamu mau isi apa aja bebas, yang penting setelah aku mandi harus ada pakaian di sini!” Kak Zayn menunjuk meja panjang di tengah ruangan ini. “Semua sudah ada tempatnya masing-masing, dasi, ikat pinggang, celana, baju, jas, jaket, topi, bahkan pakaian dalam juga harus kamu yang siapkan, aku tinggal pakai.”


Apa dia benar-benar memanfaatkanku? Oh,aku merasa seperti asistennya saja.


“”Kenapa kita tidur sekamar, bukannya masih ada dua kamar kosong lagi?” tanyaku sambil melihat-lihat ruangan yang cukup luas ini.


“Memangnya kamu suka tidur sendirian? Lagian kita itu udah nikah, nggak baik tidur sendiri-sendiri,” kata Kak Zayn.

__ADS_1


Iya juga sih, kami memang sudah sah menjadi suami istri, dan memang sudah seharusnya kami bersama-sama dalam keadaan apapun. Aku pikir Kak Zayn akan memberiku kamar khusus supaya aku tidak mengganggu privasinya.


“Kan Kak Zayn sendiri yang bilang nggak akan melakukan itu tanpa rasa cinta. Apa jangan-jangan Kak Zayn sudah mencintaiku ya?” Aku tersenyum menggodanya.


“Melakukan apa? Pikiranmu itu terlalu jauh Dera. Lagian aku juga mau lihat usahamu buat aku cinta sama kamu, buktikan dong!” Kak Zayn melangkah semakin dekat denganku, sampai keningnya hampir menyentuh keningku.


“Aku masukin bajunya ke lemari dulu.” Aku segera menyingkir darinya sebelum dia melakukan hal mengerikan lagi padaku.


*


*


*


Aku mendekat ke ranjang, lalu merebahkan tubuh di samping Kak Zayn yang langsung meletakkan ponselnya di atas nakas.


Aku merasa gugup saat Kak Zayn mengamati gerak-gerikku. Kemudian aku merebahkan tubuh dan membelakanginya.


“Dera, maaf selama ini sudah membuatmu kesal.” Kak Zayn tiba-tiba berkata dengan nada pelan.

__ADS_1


Aku menoleh pada Kak Zayn yang sudah berbaring menghadapku.


“Aku melihatmu menangis saat meninggalkan keluargamu, saat itu aku sadar, aku sudah keterlaluan sama kamu Dera.” Kak Zayn meraih tanganku dan mengusapnya.


Terkadang aku bingung dengan sikap Kak Zayn padaku yang terkadang menyebalkan, tapi kadang juga bersikap manis seperti ini.


“Mulai hari ini, aku boleh kan peluk kamu?” tanya Kak Zayn yang secara spontan kujawab dengan anggukan.


Kak Zayn merapatkan tubuhnya dan memelukku, aroma tubuhnya yang maskulin menusuk hidungku, menciptakan rasa nyaman dan menenangkan. Aku pun membalas pelukan Kak Zayn.


“Kamu masih mencintaiku kan, Ra?”


♥️♥️♥️


Selamat siang gengs Juna. Doakan levelnya cepat naik, biar Juna bisa ketemu sama Dera. 2 level lagi gays 😘😘


Jangan lupa ritualnya, Like, Komen, Hadiah, Vote


Sampai ketemu lagi 😘😘

__ADS_1


__ADS_2