
DERA
Pernikaan Zayyan dan Putri sudah di depan mata. Tinggal beberapa hari lagi mereka akan melangsungkan akad nikah yang rencananya akan diadakan secara sederhana. Hanya beberapa kerabat dekat saja yang diundang untuk memberikan doa dan restu mereka. Karena kakeknya datang dari kampung, Kak Zayn mengajakku untuk menginap di rumah Mama Marisa.
"Kamu kuat naik tangga nggak Sayang? Di sini nggak ada lift, atau kalian tidur di ruang tamu aja?" tanya Mama.
Saat ini kami sedang duduk bersama mengobrol santai karena cukup lama tidak kumpul bersama.
"Kamu kuat nggak naik tangga?" Kak Zayn ikut bertanya.
"Kuat kok, asal nggak naik turun naik turun aja," jawabku.
"Memang di rumahmu nggak naik turun tangga Zayn?" tanya Kakek Rahmad βpapanya Mama Marisa.
"Ada liftnya kalau di rumah Kek. Besok-besok nginep di rumahku ya Kek," jawab Kak Zayn.
"Ya kapan-kapan saja, kakek kalau di Jakarta suka bingung."
"Di rumahnya Zayn nanti Ayah bisa kesasar, rumahnya besar banget, Yah," sahut Mama Marisa.
"Kamu nggak ngajak iparmu juga, Zayn?" Suami Kak Zea ikut menyahut.
"Mampirlah kalau lewat," jawab Kak Zayn dengan ekspresi datar. "Oh iya, besok kan si Kaisar dulu yang nikah, Zayyan ikut juga emangnya. Kan harusnya dia nggak boleh ketemu sama calon istrinya."
"Kamu mau ikut Za?" tanya Papa.
"Nggak tahu Pa, enaknya gimana, aku ngikut aja," kata Zayyan.
*
*
*
__ADS_1
Aku dan Kak Zayn sudah berada di kamar saat ini. Kami baru saja selesai makan malam bersama. Kak Zayn yang sedang memijat kakiku yang semakin hari rasanya lebih mirip dengan kaki gajah.
"Queen, kamu nanti mau lahiran di rumah sakit atau di mana?" tanya Kak Zayn.
"Ya di rumah sakitlah, Kak. Emang jaman sekarang boleh lahiran di rumah?"
"Ya, kali aja kamu mau di rumah, nanti kita bisa konsultasi sama Dokter Nayla."
"Nggak, nggak jangan aneh-aneh. Aku nggak apa-apa kok kalau di rumah sakit."
"Kalau di sesar juga kamu nggak apa-apa?"
"Nggak apa-apa, yang peting kan mereka semua sehat dan selamat."
Kak Zayn mendekat, dan berbaring di sampingku. Satu tangannya dipakai untuk tumpuan kepalanya.
"Aku pasti temenin kamu, aku mau seperti Arsen yang melihat perjuangan istrinya."
"Kenapa sekarang suka niruin Kak Arsen?"
Yang aku lakukan hanya memejamkan mata sambil berdoa, semoga Kak Zayn selamanya mencintaiku seperti ini.
"Queen." Kak Zayn mearik tanganku untuk diciumnya.
"Hem, kenapa?" Aku melihat tatapan mata yang teduh dan hangat di matanya.
"Kamu nggak kangen Juna?" tanya Kak Zayn. Satu tangannya kini membelai rambutku.
"Kak Zayn lagi pengen ya?"
Ia mengangguk cepat. "Kamu nggak pengen? Apa karena udah ada mereka di perut kamu, sekarang kamu nggak seperti dulu yang selalu semangat kalau aku ajakin yang enak-enak?"
Pertanyaan Kak Zan bagaikan cambuk yang menyadarkanku. Selama hamil ini memang kami sangat jarang melakukan hal yang seharusnya dilakukan suami istri.
__ADS_1
"Bukan begitu, Kak. Perut aku yang besar memang bikin nggak nyaman, dan aku nggak maksud ...."
"Iya aku tahu kok, udah yuk tidur aja. Besok kita harus ke nikahannya Kaisar. Aku nggak sabar lihat reaksi dia pas buka kado dari kita," kata Kak Zayn.
Aku bisa merasakan rasa kecewa yang menyelimuti hati Kak Zayn di balik senyumnya itu. Aku tidak mau mengecewakannya. Aku harus melakukan sesuatu.
"Kakak jangan tidur dulu," ucapku sambil bangun dan duduk di hadapannya yang masih berbaring.
"Kenapa?"
"Bangun dulu!" Aku menarik tangan Kak Zayn yang ahirnya duduk sejajar denganku.
"Kenapa sih?"
"Aku kangen banget sama Kak Zayn, maafin aku ya yang kurang peka sama kebutuhan Kakak." Aku memeluk Kak Zayn dan mencium lehernya, meninggalkan bekas merah keunguan di sana.
"Aku tahu kok kamu nggak salah, mungkin aku yang kadang lupa kalau kamu spesial karena hamil empat anakku sekaligus."
"Dan keempatnya juga pengen dijenguk daddynya."
"Benarkah?"
Aku mengangguk, tersenyum lalu menarik tengkuk lehernya dan langsung mendaratkan ciuman lembut di bibir Kak Zayn. Seolah tidak bisa menangkis serangan, Kak Zayn justru terhanyut dan membalas ciumanku. Ia merebahkan tubuhku di atas kasur tanpa melepaskan ciuman kami.
"Aku akan melakukannya dengan hati-hati supaya kamu nyaman, mywife."
β€β€β€
Udah jangan mengharap nganu-nganu. Aku lagi mager hari ini π€£π€£π€£ Besok aja Insya Allah pas partnya Kaisar ya π₯°π₯°
Jangan lupa jempolnya. Hadiah sama Vote kalau aku nggak minta pasti nggak dikasih ππππ
Dahlah, aku mau guling-gulingan di kasur. Aku nggak doble date, eh doble up maksudnya. Lanjut besok aja π€£π€£π€£
__ADS_1
Maafkan typoku ya, keyboardku emang lucknut banget ππ