Istri Big Boss

Istri Big Boss
Bab 32


__ADS_3

Aku mendekati Dera yang sepertinya sudah terlelap dalam tidurnya. Cepat sekali sih dia tidur.


Aku mencoba menyentuhnya, takut kalau dia hanya pura-pura tidur. Dia sama sekali tidak terganggu dengan sentuhanku, sepertinya dia memang benar-benar tidur.


Aku menggendong tubuh wanita yang telah resmi menjadi istriku ini ke atas kasur. Dera benar-benar cantik dalam keadaan tenang begini. Jantungku jadi berdebar-debar saat menatap wajah teduhnya. Apa aku mulai mencintaimu, Dera?


Aku menyelimuti tubuh Dera dengan selimut yang sama denganku, karena aku pun akan tidur seranjang dengannya. Bagiku, kami sudah menikah, dan aku harus belajar mencintai Dera, dan itu dimulai dari tidur di ranjang yang sama.


"Selamat bermimpi, Dera." Aku mengecup keningnya sebelum tidur di sebelahnya, menjaga jarak supaya dia tidak berpikir macam-macam.


*


*


*


Aku terbangun saat ada sesuatu yang mengusap dada dan perutku. Aku melihat Dera berada tepat di sampingku, menempel tanpa jarak. Tadi malam kan dia tidur di ujung kiri, dan aku di ujung kanan. Kenapa tiba-tiba kami sudah di tengah-tengah kasur begini?


Aku tidak bisa tenang jika Dera terus mengusap dada dan perutku seperti ini. Rasanya ingin sekali memeluknya supaya dia diam dan tidak bergerak lagi.

__ADS_1


Tiba-tiba Dera menghentikan gerakannya. "Kenapa aku di sini?" gumamnya yang sepertinya sudah bangun.


Aku pura-pura tidur untuk menikmati reaksi Dera. Apakah dia marah atau justru senang?


"Kak Zayn, kenapa aku bisa tidur di sini? Apa dia menggendongku semalam? Ah, Kak Zayn romantis juga ternyata." Dera mengusap-usap lagi dadaku, gerakannya yang lembut entah mengapa bisa membuat si Juna terbangun. Jangan sampai Dera melihat dan menyadarinya, bisa-bisa dia akan meledekku nantinya.


Aku sedikit mengintip apa yang dilakukan Dera saat ini. Ternyata, dia memandangi wajahku sambil melamun, sementara tangannya tidak berhenti mengusap dadaku.


"Aku memang ganteng kok," ucapku tanpa membuka mata.


"Kak Zayn udah bangun?" Dera sudah berhenti mengusap dadaku, tapi tangannya masih tetap menempel di sana.


Reaksi Dera yang benar-benar tidak kuduga adalah, dia langsung mencubit perutku.


"Aww, sakit tau! Kamu bisa kena pasal empat empat ayat satu, yang dendanya mencapai lima belas juta," ucapku masih sambil tiduran, sedangkan Dera sudah duduk dengan wajahnya yang kesal.


Dera mencubit perutku sekali lagi, capitan jari jempol dan telunjuknya itu memang benar-benar terasa menyakitkan.


"Kak Zayn kan big boss, Kakak yang bayarlah! Aku kan udah jadi Dera Wiguna," jawabnya sambil mengibaskan rambutnya ke belakang.

__ADS_1


"Enak banget kamu, aku yang jadi korban aku juga yang bayar, lagian kamu ngapain sih ke sini, mengusap-usap dadaku? Kamu pasti mimpiin malam pertama ya!" ejekku yang membuat Dera semakin kesal dan kembali mencubit perutku.


"Ngaco aja Kak Zayn. Pasti Kak Zayn kan yang gendong aku ke kasur, aku kan tadi malam tidur di sofa," ucapnya.


"Dera, kamu kepedean banget sih jadi orang. Kayaknya kamu tu punya banyak kebiasaan aneh deh, selain tidur di air, kamu juga bisa tidur sambil jalan," jawabku berbohong, jelas-jelas tadi malam aku memang menggendongnya ke kasur.


"Tau ah, Kak Zayn itu manusia paling menyebalkan!" Dera berpaling dan beranjak bangun dari kasur.


"Mau ke mana kamu?" tanyaku sambil meraih tangannya, menahan gerakannya supaya tidak turun dari kasur.


"Mandi," jawabnya sambil melepaskan tangannya dariku.


Aku hanya ingin menahannya sebentar, tapi gerakan tangannya yang cepat membuatku menariknya lebih cepat. Sampai akhirnya Dera terjatuh di atas tubuhku. Tatapan mata kami bertemu, wajah kami sangat sangat dekat. Bibir itu, kenapa selalu membuatku ingin merasakannya lagi?


♥️♥️♥️


...Abang Zayn beneran nakal deh. Iseng banget jadi orang, ntar kalau tiba-tiba nyium mau alasan apa lagi Bang? Nanti kalau si Juna bangun malah repot sendiri 😂😂😂...


Tinggalkan like, komen, vote dan hadiahnya biar makin ramai gaess 🥰🥰

__ADS_1


Sampai ketemu lagi 😘😘


__ADS_2