Istri Big Boss

Istri Big Boss
Bab 82


__ADS_3

Aku masih duduk di pangkuan Kak Zayn yang semakin memeluk dengan erat. Dua tangannya melingkar di pinggangku.


"Kamu udah selesai kan?" tanya Kak Zayn sambil menatapku lekat.


"Emm ... belum," jawabku berbohong. Sebenarnya dari kemarin sudah tidak keluar, tapi untuk memastikannya, aku tidak memberitahu Kak Zayn lebih dulu. "Kalau nggak percaya cek aja!" Aku menantangnya karena aku tahu dia tidak akan mau, setelah kejadian yang terakhir seminggu lalu.


"Kamu nakal ya, Ra." Kak Zayn mendekatkan wajahnya ke wajahku, membuat bibir kami hampir bertemu.


Tok tok tok.


Suara ketukan pintu menggagalkan acara pembuka olimpiade yang pasti berakhir dengan peluh keringat ini.


Aku berdiri sebelum ada yang melihat posisi kami yang tidak wajar.


"Sial*an," umpatnya yang kemudian membenarkan dasinya. "Siapa?" Kak Zayn berteriak setelah merapikan pakaiannya, dan aku juga sudah rapi kembali.


Vivi membuka pintu yang memang tidak terkunci.


"Maaf Pak, ada Pak Raffa yang ingin bertemu," kata Vivi.


"Suruh masuk!"


Lalu Vivi mengantar Kak Arsen yang datang bersama Kak Dion dan setelah itu Vivi keluar.


Tumben sekali Kak Arsen dan Kak Dion ke sini, ada apa ya?


"Arsen, tumben ke mari, duduk dulu!" Kak Zayn menyalami kedua saudaraku itu.


"Em, apa aku kembali saja?" tanyaku pada tiga laki-laki itu. Sebenarnya bingung mau tetap di sini atau tidak, masalahnya aku kan tidak tahu apa yang akan mereka bahas.


"Kamu di sini aja Ra, ini juga menyangkut perusahaan Papa," kata Kak Arsen yang membuatku mengernyit. Kenapa dengan perusahaan Papa?

__ADS_1


Aku duduk di samping Kak Zayn setelah menghubungi OB untuk menyiapkan minuman.


"Ada apa? Apa ada masalah?" tanya Kak Zayn.


"Soal bisnis papa, apa kamu belum dengar?" Kak Arsen balik bertanya.


"Ya, aku sudah dengar, apa ada yang bisa aku bantu?"


Lalu, Kak Arsen menjelaskan detail strateginya untuk menyelamatkan perusahaan Papa dari ambang kebangkrutan.


*


*


*


Satu kebiasaan baru Kak Zayn saat di mobil adalah mengusap pahaku di balik rok kerja. Sedikit aneh memang, tapi entah mengapa aku membiarkannya saja.


"Emang masakan aku nggak enak ya?" tanyaku lalu menoleh sekilas pada Kak Zayn.


"Bukannya gitu, Juna kan mau buka puasa, aku nggak mau kamu kecapean masak, mending capek di ranjang."


"Hem, mulai deh me*sumnya."


"Yang penting kamu suka!"


Aku merespon dengan memukul tangannya.


Mobil berhenti di sebuah restoran mewah. Kak Zayn memesan meja outdoor di lantai tiga, sehingga kami harus menaiki anak tangga untuk sampai ke atas.


Secara kebetulan, Asisten Kaisar juga berada di tempat ini bersama Dara.

__ADS_1


"Kai," sapa Kak Zayn yang masih menggenggam tanganku. Kemudian, Kak Zayn menarik tanganku untuk berjalan mendekati mereka.


"Bos." Asisten Kaisar terlihat kaget dengan kedatangan kami, Dara pun juga sama.


Mereka sepertinya sedang makan malam romantis, terlihat buket bunga besar di meja.


"Kamu nggak nemenin aku lembur karena ini?" tanya Kak Zayn yang membuat wajah Asisten Kaisar merah padam.


"Saya kan lagi usaha Bos, nurutin perintah Nona Bos, dan sekarang saya udah nggak jomblo lagi," kata Asisten Kaisar.


"Omo, kalian udah jadian?" tanyaku ikut senang.


Dara mengangguk malu-malu, dan Asisten Kaisar menggenggam tangannya.


"Pacar saya Bos." Asisten Kaisar mencium tangan kiri Dara.


"Syukurlah, aku kira kalian berdua jeruk makan jeruk."


Kak Zayn dan Asisten Kaisar menatapku dengan tatapan protes, sedangkan Dara mengerutkan dahinya.


♥️♥️♥️


...Dera, mulutmu Ra. Rem napa, baru jadian nih, masa mau bikin gara-gara 🤣🤣...


Aku udah bilang ya gaess, alurnya lambat, di sini mereka baru jadian. Kalau di 'Menikahi anak sopir' udah lompat jauh. Karena aku ambil adegannya yang gak sama. Jadi, nikmati alurnya aja ya.


Jangan lupa ritualnya.


Hari senin nih, bagi vote nya 🤭🤭🤭


Sampai ketemu lagi 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2