
Bocil Skip bab ini ya.
****************
Juna yang selalu dibanggakan Kak Zayn, akhirnya berhasil aku genggam. Benda kekar berotot itu benar-benar menakjubkan, tapi aku sedikit ngeri membayangkan Juna memasuki goa kenikmatan milikku.
"Kamu suka?" tanya Kak Zayn sambil menuntun tanganku maju mundur mengurut Juna.
"Takut!"
"Aku janji akan pelan-pelan." Kak Zayn mendorongku pelan untuk merebahkan tubuh. Lalu ia kembali melu*mat bibirku, setelah itu ia benar-benar mene*lan*ja*ngiku. Kini, tidak ada satu pun kain yang menutupi tubuh kami.
Aku semakin berdebar saat Kak Zayn membuka kakiku lebar-lebar, lalu ia mengusap-usap celah sempit yang akan dimasuki oleh Juna.
Semakin cepat Kak Zayn menggerakkan jarinya, semakin geli yang kurasakan.
"Emh."
"Aku masuk ya, Ra." Kak Zayn kemudian mengarahkan Juna pada liang surga yang telah basah itu. Awalnya, ia hanya menggesek-gesekan ujungnya, tapi beberapa saat kemudian, Kak Zayn menekannya masuk ke dalam lubang sempit itu.
__ADS_1
Aku mencengkram pundak Kak Zayn, dan menancapkan kuku-kuku panjang di pundaknya. Kak Zayn mengernyit, dan aku memejamkan mata sambil menggigit bibirku.
"Tenanglah, Sayang. Percaya aku ya," kata Kak Zayn yang membuatku membuka mata. Dia tersenyum lalu mencium bibirku sebentar.
Beberapa percobaan gagal ia lakukan, tapi ia pantang menyerah, dan kembali menekan masuk. Kemudian, Kak Zayn berusaha memaju mundurkan lagi Juna ke dalam goa. "Uh, sempit sekali, Ra."
Semakin Juna melesat ke dalam goanya, semakin aku merasa kesakitan dan ingin berteriak saking sakitnya.
Kak Zayn menghentakkan pinggulnya dan berhasil merobek mahkotaku, dan saat tepat pada saat itu, aku berteriak karena benar-benar sakit dan perih. Bahkan air mataku sampai keluar.
"Maaf, Sayang." Kak Zayn memelukku dan aku semakin menangis.
Aku hanya mengangguk menanggapinya. Memangnya kalau tidak sakit apa mungkin aku berteriak dan menangis?
"Maafkan aku ya, sekarang aku sudah tidak perjaka lagi, dan kamu sudah tidak perawan lagi, kan? Terima kasih karena sudah menjaganya untukku, aku cinta kamu, Ra," bisiknya yang kemudian kembali menggerakkan pinggulnya.
Aku masih merasakan sakit, tapi lama-kelamaan rasa sakit itu berubah menjadi rasa nikmat saat Kak Zayn terus menggerakkan pinggulnya.
Satu hal yang membuat nap*su ku semakin naik adalah suara desa*hannya yang terdengar sangat merdu di telingaku.
__ADS_1
Kak Zayn tidak lagi pelan, ia memompa semakin cepat, dan tangannya mulai mere*mas bukit kembarku.
Sampai akhirnya, aku merasa ingin meledak dan Kak Zayn yang menyadari itu semakin mempercepat gerakannya. Lalu, aku pun terbang dan meledak, rasanya benar-benar seperti melayang di surga, dan Kak Zayn pun semakin mengejar hingga ia menyemburkan benih-benih cinta di rahimku dengan kencang dan banyak. Rasanya hangat dan aku bahagia karenanya.
"Terima kasih, Sayang. Ini sangat luar biasa!" kata Kak Zayn yang merebahkan tubuhnya di atasku.
Keringat telah membanjiri tubuh kami, dan sepertinya kami harus mandi lagi di tengah malam begini.
"Ra, kamu milikku selamanya." Kak Zayn kembali mencium dan melu*mat bibirku. Sampai akhirnya, aku merasa Juna kembali membesar di dalam sana, dan Kak Zayn kembali menggerakkan pinggulnya maju mundur.
Malam ini, malam yang sangat berkesan bagi kami. Aku dan Kak Zayn telah beberapa kali melepaskan cairan yang membuat kami merasa terbang ke surga. Kak Zayn terus mengulanginya dengan sangat bersemangat. Malam pertamaku, benar-benar sangat melelahkan.
♥️♥️♥️
...Dah ya jangan banyak banyak, othor nggak bisa mikir, kan masih polos. Yang penting udah sah melepaskan gelar suami perjaka Kak Zayn ku.. selamat 😅😅😅...
Jangan lupa kembang kopinya, like sama komen juga jangan ketinggalan.
Sampai ketemu lagi 😘😘
__ADS_1