Istri Big Boss

Istri Big Boss
BAB 124


__ADS_3

DERA


Semenjak hamil, aku jadi sering lapar tiba-tiba. Anehnya, setiap kali lapar, selalu ada yang muncul di otakku apa yang akan aku makan. Sampai-sampai aku jadi sering merepotkan Bi Sari.


Sore ini, tiba-tiba aku ingin makan roti yang dulu belum sempat aku cicipi. Karena stand penjual roti itu cukup jauh, akhirnya aku ke kantor Kak Zayn, minta diantar untuk beli roti.


Mang Ujang mengantarku sampai ke kantor, dan aku langsung menuju ruangan suamiku itu, tanpa memberitahunya terlebih dulu.


"Suamiku di dalam?" tanyaku pada dua sekretaris yang menyambut kedatanganku.


"Ada Nona, tapi ...."


"Tapi apa?"


Dua wanita itu saling berpandangan, malah saling melempar omongan yang seharusnya menjawab pertanyaanku.


"Sudahlah, kalian kerja aja!" Aku mendorong pintu kaca ruangan Kak Zayn yang tidak terkunci. Setelah satu langkah memasuki ruangannya, kakiku mendadak kaku saat tahu siapa yang sedang bersama Kak Zayn.


"Queen." Kak Zayn berdiri dan berjalan mendekat padaku. Dengan dada berkecamuk, aku tersenyum padanya.


Aroma mint dari parfum miliknya mulai menusuk hidungku. Segera aku mengambil parfumku dan Kak Zayn secara tiba-tiba merebutnya dariku. Kemudian, ia menyemprotkan seluruh tubuhnya dengan parfum vanila itu.


"Queen, ada apa?" Kak Zayn langsung memelukku dengan manja. Ia juga menciumi kedua pipiku dengan gemas.


"Dia kenapa di sini?" tanyaku sambil melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Oh, dia." Kak Zayn memutar bola matanya, terlihat sekali dia malas menjawab pertanyaanku. "Tadinya dia yang mau dijadikan model untuk launching properti kita, tapi aku tolak. Makanya dia ke sini. Kamu tau kan si Kai lagi cuti, malas aku nanggapinnya."


"Zayn, aku mohon kali ini aja, izinkan aku yang jadi modelnya. Toh aku nggak akan ganggu kamu kan. Job ini bener-bener penting buatku Zayn."


"Manda, kamu transfer fee-nya dia, walaupun bukan dia yang jadi modelnya!" perintah Kak Zayn. "Ayo duduk Queen, aku nggak mau kamu capek!" Kak Zayn membawaku duduk di sofa, semantara pandanganku tidak lepas dari wanita yang pernah menjalin asmara dengan suamiku itu.


"Aku nggak mau dibayar tanpa kerja, aku mohon Zayn. Satu kali ini aja!" pinta Clara yang tetap berdiri di posisinya.


"Manda kamu dengar saya?" Kak Zayn duduk di sampingku, mengusap-usap tanganku tanpa memandang lawan bicaranya.


"Iya Bos," jawab wanita bernama Manda yang berdiri di samping Clara.


"Kak Zayn, ada apa sih?" tanyaku dengan lembut.


"Aku nggak mau berurusan sama masa lalu, sekecil apapun itu."


"Apa tidak sebaiknya dia mendapat kesem emm—"


Kak Zayn melu*mat bibirku secara mendadak, membuatku tidak siap dan terbaring di sofa.


"Kami permisi, Bos." Suara wanita bernama Manda itu bisa kudengar dengan jelas. Sementara itu, Kak Zayn tidak memperdulikan dan malah semakin buas menciumku. Bahkan, kini lidah hangat itu sudah berhasil menerobos masuk.


Aku mendorong tubuhnya saat merasa kehabisan napas, dan Kak Zayn malah menciumi leherku setelah melepaskan bibirku.


"Kakak, jangan!" ucapku sambil menahan gejolak yang membuatku ingin terus disentuhnya.

__ADS_1


"Aku nggak suka kamu kasihan sama dia. Aku nggak peduli Queen dia mau seperti apa, itu bukan urusanku." Kak Zayn yang sedang mengukungku terlihat sangat serius.


"Iya iya, ya udah jangan gitu mukanya. Serem."


Kak Zayn mulai tersenyum, menjatuhkan tubuhnya di atasku, walau tidak sepenuhnya jatuh, karena ia masih menahan berat tubuhnya dengan satu tangan.


"Kamu tumben ke sini, pasti kangen kan?" tanya Kak Zayn sambil menciumi leherku.


"Enggak, aku ke sini tu karena pengen beli roti john, anterin aku ya!"


"Roti apa sih? Di toko kue Mama nggak ada?"


"Nggak ada lah Kak. Kita harus antri panjang kalau mau beli," rengekku sambil mendorong tubuhnya.


"Duh, roti apa sih. Kenapa pengen pas Kai nggak ada?"


"Kakak itu Daddy nya loh, kalau Asisten Kaisar terus yang beliin nanti Dedek pikir papanya itu dia."


"Ih, amit-amit deh."


"Ya udah makanya cepet selesaiin kerjaan Kakak, terus buruan kita beli rotinya."


"Telfon Mama aja deh, kali aja Mama bisa bikin, si Zea pasti juga tau kan, dia pinter kok bikin-bikin roti gitu."


"Nggak mau anter, mau anaknya ileran?"

__ADS_1


"Iya iya iya, aku matiin laptop bentar nih, baru kita berangkat, oke!"


♥️♥️♥️


__ADS_2