Istri Big Boss

Istri Big Boss
Bab 63


__ADS_3

Asisten Kaisar benar-benar mengikuti setiap langkahku selama ada di rumah keluarga Wiguna. Tidak hanya mengikuti saat lari pagi bersama Zayyan, Asisten kaisar juga melarang aku duduk di kursi sebelah Zayyan saat sarapan. Padahal, Mama Marisa dan Papa Elvan juga ada di sana.


Lebih parahnya lagi, saat ini aku sedang berbelanja bersama Kak Zea dan Zayyan, Asisten Kaisar juga ikut bersama kami. Terlalu berlebihan, padahal kami bertiga di tempat umum, tidak mungkin juga Zayyan akan macam-macam apalagi ada Kak Zea bersama kami.


"Kaisar, kamu nggak ada kerjaan di kantor ya?" tanya Kak Zea saat Asisten Kaisar ikut menonton film bersama kami.


"Banyak, Nona Zea, tapi saya bisa atasi semua berkat kecanggihan teknologi dan juga kemampuan karyawan perusahaan yang di atas rata-rata," jawab Asisten Kaisar sambil bermain dengan ponselnya.


"Udahlah Kak, percuma juga ngomong sama dia. Dia lagi berperan menggantikan majikannya yang menyebalkan itu," kataku menenangkan Kak Zea.


"Kak Zayn berlebihan sekali sih, yang lebih dulu cinta sama Dera kan aku, kenapa dia bersikap seolah dia cinta mati sama Dera." Zayyan mencibir dengan sinis.


"Justru karena Tuan Muda masih mencintai Nona Dera, makanya saya bertugas." Asisten Kaisar tak mau kalah.


"Kapan sih bos kamu pulang?" tanyaku.


"Silakan Nona tanya pada suami Nona, saya sibuk," jawab Asisten Kaisar yang membuatku mencebik, kesal.


Sampai film habis diputar, Asisten Kaisar tidak beranjak dari kursi bioskop, ia juga tetap fokus dengan layar persegi sepuluh inci di tangannya. Apa dia tidak sakit mata bermain tablet di cahaya redup begitu?


*

__ADS_1


*


*


Malam ini aku masih menginap di rumah keluarga Wiguna. Mama dan papa mertua memintaku untuk menginap beberapa hari, supaya kami bisa lebih akrab lagi. Sementara itu, Kak Zayn masih belum memastikan kapan akan pulang.


"Nona, Tuan Bos bilang Nona jangan tidur dulu, nanti Tuan Bos akan menghubungi untuk mengajak Nona bicara," kata Asisten Kaisar saat kami naik ke lantai atas setelah makan malam bersama.


"Asisten Kai, kenapa bukan Kak Zayn sendiri yang menelponku? Istri dia itu Dera atau Kaisar sih?"


"Pokoknya Nona jangan tidur dulu."


"Bodo amat, aku ngantuk." Aku masuk ke kamar langsung menutup dan mengunci pintu, tidak peduli Asisten Kaisar berbicara apa lagi.


Aku langsung mengganti pakaian dengan baju tidur yang tadi aku beli di mal. Kemarin sudah meminjam baju Kak Zea karena aku tidak membawa baju saat ke rumah ini.


Setelah selesai mengganti pakaian, aku langsung tidur, ponsel sengaja aku matikan supaya Kak Zayn tidak mengganggu tidurku. Biarkan saja dia mengomel esok hari, yang penting sekarang aku tidur nyenyak, karena hari ini sangat melelahkan.


*


Aku mengerjap dan merasa pusing saat tiba-tiba suara ketukan pintu memaksaku membuka mata. Ketukan pintu yang sangat keras itu benar-benar mengganggu tidurku. Siapa sih malam-malam begini mengganggu orang?

__ADS_1


Dengan langkah gontai aku membuka pintu dan bersiap memaki siapapun yang menggangguku tengah malam begini.


Kunci sudah kubuka, lalu aku menarik handle pintu untuk membukanya.


"Ada apa sih …."


"Kangen, Ra." Pengganggu itu memelukku dengan erat.


Aku belum sempat melihat wajahnya, kepalaku masih terasa pusing, rasanya seperti ada banyak bintang berputar-putar di kepalaku.


"Aku kangen banget sama kamu."


Dia bahkan tidak mengizinkanku untuk melepaskan pelukannya. Dari aroma tubuhnya, suaranya, dan kehangatannya aku bisa mengenali siapa dia.


♥️♥️♥️


Zayn apa Zayyan kira-kira? Jangan salah tebak 🥰🥰


Jangan lupa ritualnya. Tinggalin jejak tiap mampir ya, karena itu bikin semangat buat lanjutin ceritanya 🥰🥰


Oh ya, maaf ya telat, hari ini sibuk dengan kerjaan dunia nyata ditambah lagi kumat alergi debu. Panas sekali gaes di sini, debu debu gini bikin hidungku sakit. tapi Sempat-sempatin update karena kalian yang nunggu si Juna. Eh, salah, nunggu aku 😅😅 eh bukan juga, gak tau lah nunggu siapapun, pokoknya buat kalian yang tetep nunggu novel ini.

__ADS_1


Sampai ketemu lagi 😘😘😘


__ADS_2