Istri Big Boss

Istri Big Boss
Bab 66


__ADS_3

Aku dan Kak Zayn sudah selesai mandi dan sarapan di kamar. Pembantu di rumah ini yang tadi mengantarkan sarapan untuk kami. Setelah selesai sarapan, aku dan Kak Zayn bersiap untuk pulang ke apartemen, dan sekalian membawa turun nampan berisi piring kotor.


"Kak, Mama kasih tahu aku kalau hari ini Kak Arsen akan pindahan rumah, sebaiknya kita juga ke sana ya," kataku pada Kak Zayn saat menuruni anak tangga menuju lantai bawah.


"Boleh deh," jawab Kak Zayn yang membawa paper bag berisi pakaianku, sambil memainkan ponsel di tangan kanannya.


"Asisten Kai ke mana? Dari tadi aku nggak lihat dia?" tanyaku sambil menoleh kanan kiri.


"Kamu nanyain laki-laki lain sama suamimu sendiri?" tanya Kak Zayn yang membuatku mengerutkan alis. "Aku nggak suka." Kak Zayn memanyunkan bibirnya setelah mengakhiri kalimatnya.


"Lebay banget sih, aku kan cuma nanya," omelku sambil menaikkan satu sudut bibirku.


Aku berjalan ke dapur, meninggalkan Kak Zayn yang masih berdiri di ujung tangga dan bersiap mengajakku berdebat.


Setelah mencuci bersih semua peralatan makan yang tadi kami pakai, aku kembali menemui Kak Zayn yang sudah menungguku di ruang tengah. Ada Mama Marisa dan Papa Elvan juga di sana. Aku jadi malu karena kesiangan dan tidak ikut sarapan bersama.


"Dera, sini Nak," panggil Mama Marisa yang duduk di samping Kak Zayn, putra kesayangannya.


Aku hanya mengangguk lalu duduk di samping kiri Kak Zayn, sedangkan Mama Marisa ada di sebelah kanannya.


"Kenapa buru-buru pulang, kan kita belum ngobrol banyak?" tanya Mama Marisa.


"Besok Dera mulai magang, Ma. Saudaranya juga hari ini ada acara pindah rumah, kalau nggak datang malah nggak enak." Kak Zayn yang menjawab pertanyaan Mama padaku.


"Sejak kapan kamu merasa tidak enak sama orang lain, Zayn?" tanya Papa Elvan yang seakan tidak percaya mendengar jawaban Kak Zayn itu.


"Sejak ada Dera."


Mendadak pipi terasa hangat dan aku jadi salah tingkah karena ulah Kak Zayn.

__ADS_1


"Baguslah, ternyata menikah bisa membuatmu berubah, Zayn," kata Papa.


"Kalau udah punya anak, mama yakin, Zayn akan sepenuhnya jadi anak baik."


"Jadi, saat ini Zayn belum jadi anak baik buat Mama, hmm?" Kak Zayn meraih tangan mamanya dan menciumnya berkali-kali.


Aku mengalihkan pandangan dari kedekatan ibu dan anak itu. Dari arah tangga, aku melihat Zayyan yang tengah menuruni anak tangga, sambil menggendong tas di punggungnya.


"Mau ke mana Za?" sapaku pada adik iparku itu.


"Mau futsal sama temen-temen kampus, Ra. Kamu mau pulang?" Zayyan ikut duduk di samping Papa Elvan, lalu mengeluarkan ponselnya.


"Iya, mau ada acara, Za" kataku.


"Jangan futsal terus Za, cari pasangan juga." Kak Zayn memberi nasehat pada adiknya itu.


"Zayn, Zayyan kan masih kecil."


"Aku berangkat dulu, Ma. Pa." Zayyan langsung pamit, sepertinya ia enggan berdebat dengan kakaknya yang memang menyebalkan ini.


Papa Elvan hanya menggelengkan kepala, mungkin kata-kata pedas Kak Zayn sudah menjadi hal biasa di rumah ini.


*


*


*


Dalam perjalanan pulang ke apartemen, aku meminta Kak Zayn untuk mampir sebentar membeli peralatan memasak, yang akan aku hadiahkan pada Kimmora dan Kak Arsen untuk syukuran rumah baru mereka. Setelah itu kami langsung menuju apartemen.

__ADS_1


Sudah lama kami meninggalkan apartemen ini, sehingga aku memilih untuk mengecek bahan-bahan masakan di dapur, dan juga mengganti sprei terlebih dulu.


Kak Zayn seperti biasa, masih terus fokus dengan pekerjaannya. Earphone tanpa kabel juga tidak lepas dari telinganya, dan sempat aku dengar Kak Zayn berbicara di telepon dengan orang yang sepertinya berbeda-beda.


Kimmora kembali mengirim pesan mengingatkanku untuk datang ke acaranya. Belakangan ini, aku juga baru tahu dari Mama kalau iparku itu sedang berbadan dua, dan aku turut senang mendengarnya.


Aku jadi membayangkan bagaimana wajah anak mereka nantinya? Apakah akan murah senyum seperti Kak Arsen, atau malah berparas imut seperti Kimmora. Pasti anak-anak mereka lucu-lucu.


"Kamu ngapain senyum-senyum sendiri?" Kak Zayn tiba-tiba sudah duduk di sampingku. "Kamu lagi chattingan sama siapa sih?" Kak Zayn mengintip ke layar ponselku yang masih menyala. Dari nada bicaranya sepertinya Kak Zayn sedang tidak suka melihat apa yang aku lakukan.


"Apaan sih Kak, aku lagi chatting sama Kimmora, dia lagi hamil, makanya aku senyum-senyum karena bayangin lucunya keponakan kita nanti."


"Anak kita nanti juga lucu kok, kalau nggak percaya, ayo kita buat."


♥️♥️♥️


Buatnya pakai apa Bang? Tepung terigu apa tepung beras?


Hai hai, selamat pagi, happy saturday.


Alurnya Big Boss sedikit ketinggalan ya sama Anak Sopir, tapi nggak apa-apa, hari ini aku usahain double up, buat kejar Arsen. Semoga aja sih nggak ada gangguan kayak kemarin-kemarin 🙈🙈


Jangan lupa ritualnya.


Like, komen, hadiah, dan vote.


Giveaway masih berlaku ya sampai tanggal 7-nov 🤗🤗


Buat yang baru baca, jangan lupa tekan favorite ❤ supaya tidak ketinggalan info update 🤭🤭

__ADS_1


Sampai ketemu lagi 😘😘


__ADS_2