
Kak Zayn sudah terbang ke Singapura tadi sore, meninggalkan aku sendiri di kamar ini. Aku membuka pintu balkon dan memilih untuk menikmati udara malam yang dipenuhi bintang ini.
Kak Zayn lagi apa ya?
Aku pun mengirimkan pesan pada suamiku itu. Di sana pasti belum terlalu larut, karena perbedaan waktu hanya satu jam saja.
Tak lama setelah pesanku dibaca, Kak Zayn langsung meneleponku melalui panggilan video.
"Hai, Sayang," sapa Kak Zayn yang sepertinya sudah bersiap untuk tidur.
"Kak Zayn, belum tidur?" tanyaku sambil berjalan masuk. Cahaya di balkon kurang bagus untuk melakukan panggilan video.
"Belum, aku belum bisa tidur, Ra. Kayaknya aku kepikiran kamu," jawabnya.
"Emangnya aku kenapa?"
"Kamu ngangenin."
"Idih gombal aja." Pipiku terasa hangat setiap kali Kak Zayn memuji atau merayu ku seperti ini.
"Serius, Ra. Temenin ngobrol sampai aku tidur ya."
Ya, pada akhirnya aku menemani Kak Zayn sampai ia tertidur, dan aku sudah sangat mengantuk.
*
*
*
Saat ini aku sedang berada di kampus bersama Nadya, tetapi ada yang aneh saat aku menuju parkiran bersama Nadya.
"Nad, itu kayaknya asisten suamiku deh." Aku menatap laki-laki yang sedang berdiri di samping mobilnya itu.
"Ganteng banget dia, Ra. Samperin yuk, siapa tahu dia nyariin kamu," kata Nadya antusias.
Asisten Kai memang cukup keren dan ganteng, wajar saja kalau Nadya begitu antusias saat melihatnya.
"Oke deh." Aku pun menghampiri Asisten Kaisar bersama Nadya tentunya.
Aku penasaran juga sedang apa Asisten Kai di sini, kalau Kak Zayn ada perlu denganku kan bisa langsung menelepon.
__ADS_1
"Asisten Kai," sapaku yang seketika membuat laki-laki itu menoleh.
"Nona Dera." Ia sepertinya terkejut saat melihatku.
"Ngapain di sini?" tanyaku pada Asisten Kai. Ia malah terlihat bingung dan celingukan seperti sedang mencari seseorang.
"Ra, kenalin dong," bisik Nadya yang sudah tidak sabaran.
"Em, ada janji mau ketemu teman, Nona," jawab Asisten Kai dengan senyum terpaksa.
"Oh kirain nyari aku."
"Memang Nona Dera hilang, sampai perlu dicari-cari?"
"Iya deh terserah kamu, oh ya, kenalin ini teman aku Nadya." Aku merangkul lengan kiri Nadya.
"Hai, aku Nadya." Nadya mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Asisten Kaisar.
"Hai, aku Kaisar. Boleh panggil apa aja asal jangan Bang, ya." Laki-laki itu tersenyum lucu seperti biasanya.
"Kak aja kali ya."
Mereka berdua sepertinya cocok kalau jadi pasangan, apa aku jodohin mereka aja ya?
"Kak Kaisar." Seorang wanita menghampiri kami yang masih asik mengobrol.
"Dara, sudah selesai kelasnya?" tanya Asisten Kaisar pada wanita itu.
"Udah, Kak." Gadis itu mengangguk sambil tersenyum manis.
"Asisten Kai nungguin dia?" tanyaku.
"Iya, Nona. Ini calon pacar aku," jawab Asisten Kai yang membuat wanita itu tersipu malu.
"Hai, aku Dera, nama kamu Dara?" Aku mengajak wanita itu berkenalan. Sepertinya harapan aku menjodohkan Asisten Kai dan Nadya harus pupus. Ibarat bunga yang layu sebelum berkembang, sepertinya Nadya harus mundur karena dua muda-mudi ini sepertinya saling menyukai.
"Iya, aku Dara, nama kita memang hampir mirip," jawab gadis itu. "Hai, aku Dara." Gadis itu mengulurkan tangan pada Nadya.
"Nadya, temennya Dera."
"Kalau begitu, ayo kita jalan sebelum jam makan siang, pasti rame banget," kata Asisten Kaisar sambil menatap jam di pergelangan tangannya.
__ADS_1
Dara mengangguk. Lalu Asisten Kaisar membukakan pintu itu Dara.
"Duluan ya," kata Dara yang kemudian masuk ke mobil, dan Asisten Kai menutup pintunya.
"Saya permisi dulu, Nona," kata Asisten Kai sebelum memutari mobilnya.
Mobil Asisten Kai lalu meninggalkan aku bersama Nadya yang terlihat kecewa.
"Udah, jangan sedih. Nanti pasti ada cowok ganteng yang akan jadi pacar kamu." Aku merangkul sahabatku itu dan mengajaknya menuju mobil.
"Nasib jomblo gini amat ya, ada cowok bening gitu pasti keduluan orang."
Aku dan Nadya menuju mobilku yang terparkir tidak jauh dari tempat Asisten Kaisar tadi.
"Ra, kamu sudah pulang dari Bali?"
Aku menoleh pada orang yang bertanya padaku itu, ternyata dia adalah Zayyan, adik iparku.
"Udah, Za kemarin. Mungkin habis ini kali ya, aku main ke rumah sekalian bawain oleh-oleh," jawabku.
"Mama Papa seminggu ini nggak di rumah, Ra. Mereka menginap di villa luar kota karena Mama kangen pantai katanya."
"Oh gitu, Kak Zea ada kan?"
"Ada kok, main aja, nanti sore aku juga udah di rumah kok."
Sebenarnya agak canggung 'sih' saat ke rumah mertua tanpa Kak Zayn, tapi kalau tidak antar oleh-oleh sekarang, malah semakin tidak enak sama Kak Zea, Kak Zayn juga belum pasti kapan pulangnya, aku harus bagaimana ya?
♥️♥️♥️
Selamat pagi gengs Juna, udah ketemu hari senin aja.
Bagi vote nya dong 🤭🤭🤭
Atau kembang sama kopi juga boleh banget kok 🥰🥰
Makasih Gaess,
Sampai ketemu lagi 😘😘
__ADS_1