Istri Big Boss

Istri Big Boss
Bab 71


__ADS_3

Kehilangan orang yang sangat aku sayangi menjadi satu pukulan berat untukku. Rasanya seperti mimpi, saat Kakek meninggalkan kami selama-lamanya.


Selama proses pemakaman, Kak Zayn terus merangkulku, menjadi kekuatan terbesar untukku.


"Tuhan selalu punya rencana indah untuk kita, Ra. Apapun yang terjadi, kamu masih punya aku yang akan selalu menjadi sandaran buatmu," kata Kak Zayn saat kami baru saja naik ke ranjang untuk istirahat.


Aku tidak bisa berkata-kata dan hanya memeluknya sambil menangis. Kak Zayn membalasnya dengan mengusap rambutku, membiarkanku menumpahkan semua tangis dalam pelukannya yang hangat. Sampai rasa kantuk memaksaku menyudahi tangisku.


*


*


*


Seminggu usai kepergian Kakek, aku sudah mulai magang di kantor Kak Zayn. Dengan pakaian formal ala wanita kantoran, aku berangkat ke kantor disopiri langsung oleh pemimpin perusahaan. Ada rasa bangga tersendiri saat pemilik perusahaan ini membukakan pintu mobil untukku.


"Si Kai ke mana sih, harusnya kan ini tugas dia juga antar jemput kita," kata Kak Zayn sambil membenarkan jasnya.


"Mungkin terlambat, Kak. Udah jangan marah-marah nanti jelek." Aku merangkul lengan suamiku itu dan mengajaknya masuk.


"Untung aja dia tuh smart, kalau nggak udah aku pecat dari dulu," kata Kak Zayn yang kemudian memencet tombol di lift menuju ruangannya.


Tak berapa lama, lift terbuka, dan kami sampai di ruangannya. Dua wanita cantik sudah berdiri menyambut kami.


"Selamat pagi Tuan, Nona" sambut mereka kompak.


"Selamat pagi juga," jawabku.

__ADS_1


"Meja yang saya bicarakan kemarin udah siap?" tanya Kak Zayn pada dua sekretarisnya itu.


"Sudah Tuan, semua sudah siap," jawab salah satunya.


Kak Zayn hanya mengangguk lalu menggandeng tanganku untuk masuk ke ruangannya. Seorang sekretaris mengikuti langkah kami.


"Aku beneran akan kerja di sini?" tanyaku saat melihat sebuah meja kecil tak jauh dari meja kebesaran milik Kak Zayn.


"Iya, jadi aku bisa mengawasi cara kerjamu," kata Kak Zayn lalu memeriksa dokumen di mejanya.


Yang benar saja, seharian bersamanya tanpa bisa cuci mata, hanya dia yang kulihat 24 jam dan selama tiga bulan nanti.


Wanita itu kemudian membacakan jadwal kegiatan yang harus dilakukan Kak Zayn hari ini. Sementara bosnya hanya mendengarkan sambil menatap serius dokumen di hadapannya.


"Kak, aku harus ngapain?" tanyaku sambil mendekat ke arahnya. Sementara sekretaris Kak Zayn masih fokus membacakan kegiatan yang sepertinya sangat padat.


"Baik, Tuan Bos." Sekretaris bernama Vivi itu kemudian meninggalkan ruangan Kak Zayn.


"Kak Zayn sengaja pengen ngurung aku ya?" tanyaku sedikit dongkol.


"Ngurung gimana sih, Ra. Kamu harusnya seneng dong, bisa ketemu aku tiap menit."


"Seneng apanya, yang ada aku malah stres."


"Ya udah kamu maunya gimana?" tanya Kak Zayn yang malah menarikku hingga duduk di pangkuannya.


"Aku mau kerja yang normal, pengen jadi karyawan biasa, sebelum nantinya jadi ibu rumah tangga seutuhnya," jawabku sambil memainkan dasi Kak Zayn untuk menggodanya.

__ADS_1


"Yaudah, tapi ada syaratnya." Kak Zayn mengusap pahaku yang terbalut rok hitam selutut.


"Apa?"


Sebenarnya aku sangat mengerti arah pembicaraan Kak Zayn, hanya saja lebih seru kalau Kak Zayn mengatakannya sendiri.


"Kapanpun aku suruh kamu ke sini, kamu harus datang, Ra." Kak Zayn menarik tengkukku dan mencium bibirku. Lidahnya mulai menerobos masuk dan akhirnya aku memasrahkan diriku padanya.


Aku mengalungkan tanganku ke leher Kak Zayn yang mulai bergerak menyusuri pahaku dengan tangannya. Hampir saja tangan itu menyentuh area pribadiku saat tiba-tiba pintu diketuk.


"Permisi, Bos."


Aku dan Kak Zayn terpaksa menghentikan ciuman kami, dan melihat ke arah pintu tempat Asisten Kaisar berdiri.


"Maaf mengganggu Bos, tapi ini masih pagi, dan Bos tadi memanggil saya, ada apa?" Asisten Kaisar berjalan santai ke arah kami.


Aku bangun dari posisiku dan membenarkan rok-ku yang berantakan. Sementara Kak Zayn melotot pada Asisten Kai.


"Dasar pengganggu."


♥️♥️♥️


Selamat sore, mohon maaf telat, karena di sini hujan deras gaess 🥲🥲🥲


Semoga masih bisa up lagi 🤗🤗


Jangan lupa ritualnya.🥰🥰🥰

__ADS_1


Sampai ketemu lagi😘😘😘


__ADS_2