Istri Big Boss

Istri Big Boss
Bab 96


__ADS_3

"Besok aku mau jenguk Kak Yumna yang lahiran, Kak Zayn mau ikut nggak?" tanyaku saat kami berada di kamar setelah makan malam yang dipesan Kak Zayn.


Kak Zayn meraih tanganku, menautkan kelima jemarinya dengan jari-jariku. Ia menundukkan kepalanya.


"Aku usahakan ya, tapi aku nggak mau kamu sedih kalau lihat bayi nantinya." Kak Zayn mencium tanganku yang masih bertautan dengan tangannya.


Aku tersenyum, dan seketika hatiku menghangat. Rasanya aku sangat bersyukur karena Kak Zayn mau bersabar walau aku belum bisa memberikannya keturunan.


"Selama kamu ada, aku pasti nggak akan sedih. Besok jam sepuluh ya, aku mau belanja dulu soalnya," jelasku lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh kami.


"Iya, aku tadi udah transfer uang belanja kamu, Ra." Kak Zayn ikut menarik selimutnya.


Aku menatapnya ingin protes, baru minggu kemarin dia memberikan uang kenapa sekarang memberi lagi.


"Tadi sekalian transfer buat Zea sama Zayyan, bagian aku, aku transfer ke rekening kamu," lanjutnya yang seolah paham dengan tatapanku.


Kak Zayn memang selalu memberikan uang bulanan untuk Mama, dan kedua saudaranya, karena perusahaan itu memang milik mereka bersama meskipun Kak Zayn yang mengelola.


Zayyan yang masih kuliah lebih memilih untuk membantu bengkel Papa yang lumayan ramai, sedangkan Kak Zea meneruskan toko kue milik Mama.


Karena penasaran aku mengecek ponselku yang sedari tadi tergeletak di nakas. Langsung kucari aplikasi mobile banking yang ada di ponselku, dan ternyata ….


"Kenapa sebanyak ini?" tanyaku bingung. Jumlahnya sangat banyak, bahkan sepuluh kali lipat dari yang biasanya Kak Zayn transfer.


"Emang gaji aku segitu, Ra. Itu udah aku sisihkan di rekening pribadi aku, buat masa depan kita nanti. Sekarang kamu bebas pakai itu untuk hidup kita satu bulan."


Dengan uang sebanyak itu aku bisa membeli mobil baru setiap bulan. Belanja bulanan sama belanja sayur juga tidak sampai lima persennya. Untuk apa uang sebanyak itu?


"Apa ini nggak berlebihan?"

__ADS_1


"Jangan lupa kalau kamu itu Nyonya Zayn. Istri seorang Bos. Harusnya kamu bergaul sama sosialita biar kamu nggak kaget gitu, Ra."


Sosialita seperti Mama? Tidak, aku tidak suka pergaulan kaum elite seperti teman-teman Mama.


*


*


*


Asisten Kaisar datang saat kami masih sarapan, sehingga aku mengajaknya untuk sarapan juga.


"Kai, kayaknya uang makan kamu harus dipotong deh," kata Kak Zayn yang sudah selesai sarapan.


"Ya ampun Bos, Nona Dera yang masak aja nggak keberatan." Asisten Kaisar kembali melanjutkan makannya.


"Ah dia emang suka yang gratisan, buruan!" Kak Zayn menghabiskan kopinya.


Lalu, tak lama mereka berpamitan, dan aku melanjutkan bersih-bersih dapur.


*


*


*


Saat ini, aku sudah berada di rumah sakit. Berjalan mencari kamar tempat Kak Yumna dirawat. Menyusuri lorong rumah sakit sendirian. Ya, aku sendirian, karena Kak Zayn masih sibuk di kantor.


Setelah berhasil menemukan kamar Kak Yumna, aku segera masuk dan menyapa orang-orang yang sedang menunggu Kak Yumna. Ada Kak Dion, dan mamanya Kak Yumna, juga ada Tante Mala, mamanya Kak Dion.

__ADS_1


"Ra, kamu sendiri?" tanya Tante Mala.


"Iya Tante, Kak Zayn masih sibuk." Aku mendekat pada Kak Yumna. "Selamat ya Kak, udah jadi ibu."


"Iya, makasih ya Dera."


"Gimana Kak rasanya berjuang melahirkan? Sakit banget ya?" tanyaku lalu duduk di samping Kak Yumna. Melihat bayinya yang sedang belajar minum asi.


"Kalau pas dioperasi sih nggak sakit Ra, kan dibius. Kalau sekarang ya ada rasa nyeri-nyerinya. Yang penting anakku sehat." Kak Yumna memandangi bayinya yang cantik.


"Jadi pengen." Spontan aku tersenyum melihat wajah lucu bayi Kak Yumna.


"Emangnya belum isi ya, kayaknya udah lama nikahnya? Apa sengaja ditunda?" tanya mama Kak Yumna.


Entah kenapa pertanyaan yang sepertinya biasa saja itu, terdengar sangat menyakitkan buatku. Aku juga ingin segera memiliki anak, menjadi wanita sempurna yang memberikan keturunan untuk suamiku. Akan tetapi, kapan bayi itu hadir di hidup kami?


♥️♥️♥️


...Selow Ra, selow. Tetap semangat dan terus berusaha 😘😘...


Selamat siang,


Jujur aku lagi males nulis gaess. Nggak tau kenapa 🤭🤭


Tapi aku tetep update buat kalian 😘😘


Jangan lupa ritualnya.


Sampai ketemu lagi 😘😘

__ADS_1


__ADS_2