Istri Big Boss

Istri Big Boss
Ekstra Bab 6


__ADS_3

ZAYYAN


Siang ini, Putri sudah diizinkan pulang. Dengan hati-hati aku menuntun dan membawanya pulang ke rumah Mama Papa. Memang setelah menikah, kami masih tinggal bersama mereka.


Sesampainya di rumah, aku menuntunnya ke luar mobil, masuk ke rumah dan menuju kamar kami di lantai dua.


"Kakak, aku kayak bayi tau nggak," protesnya saat kami di ujung tangga paling bawah. Mungkin dia tidak nyaman karena aku menuntun langkahnya seperti anak kecil.


"Aku lagi nuntun anak kita, kan dia belum bisa jalan," balasku sekenanya. Sebenarnya aku khawatir karena kandungan Putri memang masih sangat lemah, bahaya jika terlalu sering naik turun tangga.


Aku tahu dia akan marah. Dia menarik napas dalam, lalu memelototiku. Dengan tatapan sinisnya itu, aku paham bahwa dia menyuruhku diam.


Mama datang membantu Putri, mengambil alih tugasku. Aku bernapas lega karena Putri pasti tidak akan bisa menolak kebaikan Mama.


"Sama mama aja yuk, biar Zayyan bawain barang-barang dari mobil," kata Mama.


Kulihat Putri menghela napas pasrah, wanita akan lebih mudah dirayu jika dengan sesama wanita. Setelah Mama berhasil menuntun Putri, aku berlari kecil kembali ke mobil, mengambil tas milik Putri yang berisi baju-baju kotor dan pernak-perniknya.


Seorang pelayan berusaha membantuku, tapi aku menolak. Bagiku, selama masih bisa mengerjakan sendiri, tidak perlu merepotkan orang lain.


Sesampainya di kamar, kulihat Mama dan Putri duduk di sofa kamar.


"Mau makan apa Put, biar mama masakin?" tanya Mama dengan penuh kasih. Mama memang selalu baik pada siapa pun, tulus tanpa memandang apa pun.


"Apa aja, Ma. Masakan Mama selalu enak, aku suka," jawab Putri.

__ADS_1


"Ya udah kalau gitu, kamu istirahat aja, nanti biar bibi yang antar makanan ke sini. Mama mau jenguk Zea, dia pengen makan opor buatan mama katanya," ucap Mama seraya mengusap kepala Putri, sebelum akhirnya bangun dari duduknya.


"Kak Zea kapan lahiran, Ma?" tanyaku.


"Mungkin beberapa minggu lagi, kalau udah mendekati, mungkin mama sama papa akan lebih sering nginep di sana, kasihan dia nggak ada yang nemenin, suaminya juga sibuk banget kan kayak Zayn."


"Iya Ma, kapan-kapan aku akan ke sana jenguk Kak Zea."


"Ya udah, mama keluar dulu."


Setelah kepergian Mama, aku mendekati Putri yang kini menyalakan televisi. Tangannya dengan piawai memencet tombol-tombol kecil pada remot yang selalu dalam kekuasaannya.


"Mau aku pijat?" Aku menawarkan diri, daripada bingung mau bicara apa, takut dia salah paham dan malah marah.


Benar kan, belum apa-apa sudah berpikiran negatif.


"Aneh apanya sih, aku baik hati loh mau pijitin, kalau nggak mau ya udah kamu yang pijitin aku." Aku menyodorkan tangan tepat di hadapan dadanya.


"Ih, nggak mau." Dia melotot, dengan mata yang aku yakin akan melompat jika itu bukan buatan Tuhan.


"Judes banget sih, udahlah aku tidur aja di sini. Jangan nolak, aku mau cium cebong aku yang ada di perut kamu." Aku merebahkan kepala di pangkuan Putri.


"Ih, kakak tuh, ngomongnya cebong terus, berasa jadi kodok akunya Kak Za." Ia protes, bibirnya manyun, alisnya berkerut. Tangannya sudah menjapit lengan kananku tanpa ampun.


"Sakit Putri. Ya udah, anggap aja kamu kodok yang dicium pangeran."

__ADS_1


Sekali lagi capitan yang lebih menyakitkan mendarat di tempat yang sama.


"Mana ada cerita begitu, yang ada tuh pangeran kodok yang dicium sama seorang putri. Berarti Kak Za tuh kodoknya." Ekspresi kesalnya begitu terlihat nyata. Anehnya, semakin jutek, semakin dia terlihat cantik.


Rasa panas karena cubitannya masih terasa, tapi aku tidak akan pernah membalasnya.


"Ya udah sini cium. Biar aku nggak jadi kodok lagi," ucapku masih terus menatap wajahnya dari bawah.


"Ih, apaan sih Kak Za nggak jelas." Ia kembali fokus pada layar televisi, mengabaikan permintaanku yang ingin dicium olehnya.


Aku mengalihkan pikiran anehku dengan menciumi perut Putri yang masih sangat rata, masih seperti biasa.


"Kita masih kecil tapi udah bisa bikin anak kecil ya, Put."


"Iya ya, Kak. Apa kita bisa jadi orang tua yang baik di usia kita yang masih sangat muda."


"Bisalah, Allah itu nggak mungkin kasih kepercayaan kalau kita nggak bisa menjaganya. Kita harus belajar jadi orang tua, sekarang kita bukan anak-anak lagi."


❤❤❤


Selamat pagi, Bismillah Jumat berkah. selamat hari jumat gaess.aku mau kasih tau, aku bikin give away, di novelku Ayrafka(Jodoh Impian). untuk rangking umum aja ya 3 orang pemenang masing masing pulsa 25.000 plus 1 komentar terbaik akan aku kasih hadiah pulsa juga 25.000 lumayan lah ya.🥰🥰🥰 Syaratnya cukup follow akun Noveltoon aku, supaya aku bisa chat kalau kalian menang. Boleh juga follow ig aku @ittaharuka semua dm pasti aku balas kok 🥰🥰


Pengumuman tanggal 02-02-2022 masih ada waktu 12harian gaess 🥰🥰


Jangan lupa jempol sama komentarnya, masih aku pantau kalau masih mau lanjut, akan ada kejutan lagi. apa dari mas kai, apa dari Kak Zayn tunggu aja ya 🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2